AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 79


__ADS_3

Hery memejamkan matanya. Rena meremas lengan Hery ketakutan.


"Tenang Rena.. Biasa aja ya.. Apa aja kataku iya kan saja ya.." Ucap Hery dengan bibir tersenyum tapi lidah tetap berucap.


"Hery.. Apa tidak apa apa.. Aku.." Rena ragu.


"Percaya padaku Ren.." Hery meyakinkan.


"Hery.." Sapa Eyanng dan langsung berjalan ke araha Hery dan Rena.


"Iya.. Eyang.. Eyang juga ke Mall..?" Hery tersenyum seolah tak terjadi apa pun dan mengandeng tangan Rena.


"Iya Her.. Eyang sangat ingin ke Mall Hari ini makanya bawa Debora.. Ini..?" Eyang mengalihkan pandangannya pada Rena di samping Hery.


"Ini Rena... Dan Rena.. Ini Eyangnya Tuan Roy.. Aku biasanya panggil Eyang juga.." Ucap Hery pada Rena memberi kofe untuk tersenyum.


Dengan takut takut Rena tersenyum daj menundukan kepalanya.


"Wah Hery.. Cantik juga ya..." Eyang mengingat ucapan Hery tentang Rena saat di taman kemarin.


Rena menyerngitkan alisnya tak mengerti. Tapi ia berusaha biasa saja dan ikuti apa yang Hery intruksikan padanya.


"Eeemm Eyang kami mau cari sayuran dan Buah buahan dulu ya.. Rena sangat butuh itu sekarang.." Hery ingin segera membawa Rena pergi dari tempat itu agar Eyang tidak mengatakan hal hal yang lainnya lagi.


Hery saja belum jujur pada Rena dengan apa yang terjadi kini, kalau sampai Eyang duluan yang berbicara kan bisa salah sangkalah Rena.


"Ooohh iya ya.. Lanjutkan Her.. Jaga juga Renanya.." Ucap Eyang dengan jelas.


"Pasti ada yang Hery sembunyikan dari aku.. Kenapa Eyang Roy mengatakan seperti itu.. Apa dia tahu aku ini istrinya Roy makanya dia Mint Hery jaga aku baik baik..?" Rena hanya bisa menduga duga dalam hatinya.


Hery dan Rena segera berlalu dari hadapan Eyang dan Debora. Debora tersenyum sekilas pada mereka berdua dan semakin membuat Rena bingung.


"Huuuhh.. Hampir saja.." Hery mengelus dadanya dengan tangan kanannya dan tangan kirinya masih mengandeng Rena.


"Hampir apanya Her...?" Rena sangat ingin tahu sebenarnya ada apa.


"Aahh Itu.. Hampir aja ketahuan.." Kilah Hery ia juga belum siap memberitahu Rena.

__ADS_1


"Tapi tadi kata Eyang dia suruh kamu juga aku baik baik maksudnya apa ya..?" Rena jujur saja dengan yang menganggu hatinya.


"Aaahh itu.. Ya kan aku harus jaga kamu.." semakin berbohong.


"Sudahlah gak usah pikir.. Ayo kita belanja.. Ini buah buahannya kelihatan segar.. Mau ya..?" Hery segera menganti topik pembicaraan.


Rena mengikuti apa saja yang Hery inginkan, tapi tetap saja dirinya penasaran dengan maksud ucapan Eyang tadi.


***


Debora dan Eyang kini memasuki area perhiasan. Tempat tempat khusus untuk menjual perhiasan mahal dan berkelas.


"Eyang... Debora sudah lama gak ke sini ya.. Wah perhiasannya sudah banyak model baru ya.." Debora sangat kegirangan.


"Iya.. Ya udah kamu pilih yang mana bagus ya.. Pilih yang paling bagus kalau bisa. Jangan setengah setengah..." Perintah Eyang dan tentu saja Debora semangat mencarinya.


Beberapa menit berlalu, Debora selesai memilih perhiasan. Semua jenis perhiasan ia pilih dan semuanya mahal mahal lagi.


Ada yang Emas murni, ada yang perak, ada yang paling mahal yaitu Rhodium, Iridium, Palladium, Dan Platinum.


Iridium, Logam yang berwarna keperakan dan memiliki karakteristik yang sangat keras sehingga sering di gunakan sebagai bahan pembuatan jam tangan, kompas, dan, otomotif untuk harga biasanya berkisar 2.000.000/Gram.


Palladium, berkisar 1.000.000/Gram, sekarang banyak di gemari masyarakat sama seperti perak dan juga Emas.


platinum, Logam yang berwarna keperakan, bukan hanya di gunakan untuk perhiasan tapi juga sering di gunakan juga untuk bahan pembuatan alat medis atau kedokteran. Untuk kisaran harga Platinum lebih rendah dari harga Emas, Emas menempati posisi keempat setelah Rhodium, iridium, dan palladium. Platinum biasanya berkisar 400.000/Gram.


Masih banyak jenis logam yang Lainnya seperti Rutenium, osnium, dan perak. Tapi untuk pilihan Debora kali ini adalah perhiasan yang berbahan logam mahal semuanya.


"Ini Eyang, ini yang terbaik.." Debora memperlihatkan semua pilihanya pada Eyang yang hanya diam menunggunya memilih.


"Eeemm yang ini cantik..." Eyang menunjuk perhiasan berbentuk hati dan juga bunga bunga.


Perhiasan itu yang paling mahal dan indah menurut Debora yang pernah ia lihat. Oleh karna itu Ia mengambilnya tadi.


"Iya Eyang Debora juga suka yang itu..." Debora semakin bersemangat.


"Tapi yang lainnya ini juga bagus kok.. Kita ambil aja semuanya ya.." Debora menganga tak percaya.

__ADS_1


"Wah Iya Eyang.. Iya.. Mbak tolong bungkus semuanya..." Titah Debora.


Dengan cepat para pekerja itu membungkus perhiasan itu.


Jauh dari Eyang dan juga Debora dengan perhiasannya, Rena dan Hery sedang memilih milih baju. Hery memilih baju untuknya sedangkan Rena juga memlilih baju untuk dirinya.


Rena rasa ia pasti akan membutuhkan baju baju yang lebih luas dan bebas nantinya jika kandungannya sudah lebih besar dari sekarang ini. Oleh sebab itu ia mencari baju yang ia inginka.


Hery memandangi Rena dari kejauhan, ia merasa senang melihat Rena yang asik memilih baju. Hery pun paham kenapa Rena mencari baju yang lebih besar dari ukuran tubuhnya yang sekarang.


Hery menginggalkan baju baju pilihannya dan memilih untuk membantu Rena saja.


"Ini cantik dan kainya juga tebal tapi lebih sejuk.." Hery memberikan pilihanya pada Rena.


Rena menerimanya, "Kamu bantu aku pilih bajuku.. Bajumu bagaimana..?" Rena mencari tentengan baju Hery di tangannya tapi ia tidak melihatnya.


"Iya kan aku bantu kamu nanti kamu harus bantu aku ya..." Hery mengedipkan matanya menggoda Rena.


Rena tersenyum melihat Hery yang sangat pintar menghiburnya. "Baiklah nanti aku bantu kamu sekarang bantu aku dulu.. Aku mau kainnya kayak gini tapi motif bajunya bunga bunga gitu Her.." Pinta Rena tanpa Ragu.


"Siap Bos.." Hery memberi hormat dengan tanganya dan setelahnya langsung mencari baju yang di maksud Rena.


Rena terkejut dengan baju baju pilihan Hery yang begitu banyak, sama seperti perintah Darinya sendiri tadi. Hery mencarikan baju yang Rena inginkan dan ia mendapatkannya, bahkan bukan hanya satu tapi banyak lagi baju baju indah yang Hery temukan dan pasti cocok dengan Rena.


"Wah.. Kamu punya banyak bakat ya Her..." Rena kagum.


"Hehehe.. Tentu donk.." Hery bangga dengan pujiannya.


"Sekarang gantian aku yang Bantu kamu cari baju baru..." Rena juga mengingat permintaan Hery tadi.


"Iya.. Tapi aku bantu ya.." keduanya pun sibuk dengan kegiatan mereka, dan tak menyadari ada yang mengawasi mereka.


Debora dan Eyang tersenyum melihat kedekatan Rena dan juga Hery. Keduanya sangat cocok. Bukan hanya Eyang dan Debora yang mengintip tapi Roy juga ada di sana.


Roy..


Off dulu say.. Like oke oke...

__ADS_1


__ADS_2