
Hari yang di nanti nanti pun tiba. Adel dan Bisma melakukan penikahan di salah satu gereja di Jerman. Semua orang mendengar dan melihat janji yang di ucapkan Bisma dan Adel. Semuanya juga mendoakan yang terbaik untuk Adel dan Bisma.
Sudah 4 hari ini juga Debora dan Roy berjauahan. Hanya berhubungan dengan Roy lewat telpon singkat. Di tambah lagi perbedaan waktu Jerman dan Indonesia, Indonesia dan Jerman berbeda 5 sampai 6 jam. Indonesia lebih cepat dari pada waktu Jerman membuat malam lebih cepat di Indonesai dari pada di Jerman.
Saat ini siang yang cerah di Jerman maka di Indonesia sudah gelap gulita. Roy menghabiskan malamnya dengan resah di ruang kerjanya. Ia menunggu Debora mengabarinya tapi tak kunjung juga.
Rasa gelisah karna rindu akan Debora membuatnya kesal. Beberapa malam ini Roy tidur dengan Nur seperti biasanya, tidak ada lagi ganguan dari Nur. Nur tidur dengan nyaman.
Malam ini Roy menghabiskan waktu di ruang kerjanya dulu. Karna bosannya ia pun membuka ponselnya. Membuka situs gelap mencari hiburan di sana.
Awalnya baik baik saja. Beberapa Vidoe yang di tonton Roy. Tidak ada tanda tanda tertarik untuk mempraktekkannya.
Tok tok tok..
"Roy.." panggil Nur dari luar ruangan kerja.
"Ya.. Masuklah.. Apa lagi..?" Roy memperbaiki duduknya.
"Ini aku antar teh hangat di minta Eyang tadi.." Nur masuk dengan cangkir teh di tangannya.
"Taruh aja di situ.." Roy menunjuk meja di depannya.
"Oke.." Nur meletakan cangkir tehnya di atas meja dengan seriusnya. Tapi bajunya yang meresahkan Roy. Terlalu meresahkan malah.
Bagian atasnya terbuka, dan bagian bawahnya juga terlalu kependekan. Mata Roy terganggu melihatnya. Apalagi setelah menonton video panas tadi.
"Kamu belum tidur..?" Roy tumben bertanya pada Nur.
"Oohhh aku lagi tunggu drakor aku mulai makanya masih tahan.." Nur sangat nyaman dengan kehidupannya sekarang. Semuanya berjalan dengan baik. Dia juga sudah merasakan malam panas dengan Roy walaupun hanya sekali tapi Nur sudah cukup puas.
"Oohhh ya sudahlah tunggu sana.." Roy tiba tiba berubah lagi.
"Eeemm..." Nur berlalu dari hadapan Roy.
Roy melanjutkan kegiatannya. Setelah melihat tubuh Nur yang sedikit terbuka, video panas yang di tonton membuat hasrat laki lakinya timbul.
Roy mencoba cara lain untuk menenangkan yang sudah tegang. Dengan tangannya saja sudah cukup.
"Oowww indah sekali.." Roy menyukai permainannya ini.
__ADS_1
"Roy..?" Nur masuk lagi ke dalam ruangan kerja Roy.
"Haaaahh..?" Roy dengan secepat kilat menutupi bagian bawahnya dengan bantal sofa.
"Roy kamu baik baik saja..?" Nur melihat ada yang aneh dengan Roy.
"Aku... Aku baik baik saja.." Berusaha menutipinya.
"Roy..?" Nur makin tak percaya.
"Roy aku mau pinjam laptop untuk nonton drakor.. Boleh.. Di tv kok gak ada kayaknya harus masuk lewat web lain deh.." Nur main masuk saja.
"Itu ambil aja.." Roy menunjuk laptopnya dengan bibirnya.
"Kamu yakin..?" Nur terus menatap mencari tahu apa yang di terjadi pada Roy.
"Ya ambil aja.." Roy tak tenang dengan kondisinya.
"Roy.. Kamu..?" Nur mendekati Roy. Karna panik dengan bantalnya yang tidak menutup dengan sempurna, ponsel Roy yang di pegang jatuh dan memperlihatkan apa yang ia tonton.
"Aahh Roy kamu?" Nur tersenyum melihat yang Roy tonton.
"Nur dengar aku.." Roy segera mengambil bantal lagi untuk menutupi tubuh bawahnya.
"Nur kamu..?" Roy terkejut.
"Ayolah Roy.. Debora gak akan tahu, aku janji. Kan dia lagi di Jerman.. Dia gak akan tahu.. Kamu gak salah kok, aku kan istri kamu juga.. Kamu berhak atas aku Roy.." Nur naik ke atas pangkuan Roy.
"Nur tapi aku janji sama Debora.." Roy kini dalam kondisi bingung.
"Ayo Roy.. Gak salah kok.. Aku juga bisa buat pernyataan palsu untuk Debora. Kalau misalnya dia tanya apa kita ada buat apa dan yang lainnya, aku akan jawab, tapi bohongnya aja.. Kamu paham kan.." Nur membuka kemeja polos putih yang di kenakan Roy.
"Ayo Roy.. Coba aku.. Lagi.." Bisik rayu Nur lagi.
"Kita lakukan dengan diam. Aku janji.. Aku gak akan berisik.." Nur menempelkan bibirnya dengan Dada Roy.
"Apa kamu janji..?" Sepertinya iman Roy dj goda dan di guncang hebat oleh Nur.
"Iya sayang.. Aku janji.. Mau di kamar atau langsung di sini aja.. Aku siap looo.." Nur sudah nakal di tubuh Roy.
__ADS_1
"Ayo sebentar aja.."
Permainan di mulai. Roy khilaf dengan yang di tawarkan Nur padanya. Belum lagi lekuk tubuh Nur yang menggodanya. Karna masih barang baru membuatnya lebih terasa nyaman dan nikamat di gunakan oleh Roy.
"Ooowww sssstttt aku suka.." Roy sangat suka pelayanan yang di berikan Nur padanya.
Sejak awal permainan Nur yang mendominasi. Roy hanya tinggal terima enaknya.
"Puaskan aku Nur.." Roy mengerang.
Tanpa di minta pun Nur siap memberikannya. Bukannya sebentar tapi ternyata cukup memakan waktu yang lama untuk membuat rasa puas untuk laki laki yang di tinggal istrinya liburan.
"Roy.. Kalau mau.. Bilang aja, aku siap kok kapan aja kamu mau.." Nafas Roy masih memburu setelah permainan mereka.
"Haaahh.. Aku lelah.." Roy memeluk tubuh Nur.
"Aaauuu.. Roy.." Nur sangat senang tinggal di pelukkan Roy malam ini.
***
"Ini sudah sangat malam, Roy pasti sudah tidur. Heeemm tapi aku gelisah sekali.." Debora menggigit bibir bawahnya.
Rasa aneh menderanya rasanya ingin sekali ia pulang ke negaranya dengan segera. Ia sangat rindu pada Roy, ingin menghubungi tapi hari sudah malam. Mau tak mau Debora menerima keadaannya.
***
Hery dan Rena menikamati malamnya bersama. Tak sia sia ia membawa seisi rumahnya untuk ke Jerman. Kini ia memiliki banyak waktu untuk bersama Rena.
"Sayang kamu janji kan.. Satu lagi.. Bahkan yang aku baca kita bisa punya lebih. Kamu melahirkan Baby Alf dan Baby Elf normal. Jadi lahiran selanjutnya akan sangat mudah untuk kamu.. Jadi kita bisa punya banyak sayang.." Hery benar benar antusias.
"Ya Sayang.. Ya.. Aku juga mau kok.. Tapi sabar ya.. Baby Alf dan Baby Elf baru 3 bulan lebih.. Mereka harus dapat asupan asi selama minimal 6 bulan.. Jadi kamu harus sabar dulu ya.." Rena mengelus pipi Hery.
"Aku cinta kamu sayang.. Bahkan dari malam panas itu.. Kamu sangat hebat." Bisik Hery di telinga Rena.
"Hery.." Rena malu sendiri jadinya.
"Ya sayang.. Aku suka lidahnya.. Sangat memanjakan.." Hery sepertinya belakangan ini semakin nakal saja pada Rena.
"Ayo... Aku kasih manja lagi mau kah..?" Rena juga mulai nakal bersama Hery.
__ADS_1
"Aaaahhh..." Hery sangat senang.
Off dulu say.. Aauu udah uwu uwu ya berapa kali lagi ya ampun.. Untung lolos tilang..