AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 40


__ADS_3

Hari yang berbeda dan kegiatan yang berbeda pula.


John kini sedang mengerutu di dalam perjalanannya. Entah apa yang membuatnya sangat kesal.


Sedangkan Debora hari ini sibuk sungguhan dengan kliennya. Roy? Roy asik sendiri dengan pekerjaannya di kantor bersama Hery.


Rena, Rena masih menikmati perkerjaan. John kini tiba di tempat tujuannya, John turun dari mobilnya dan mulai mencari apa yang ia inginkan.


"Maaf mbak.. Saya mau beli ayamnya setengah kilo aja." Ucap John sambil memainkan ponselnya.


Setelah beberapa saat kemudian penjual ayam itu berbicara, "Silahkan mas.." Ucapnya dengan ramah.


"Ini.." John baru fokus dengan perempuan di depannya itu.


"perempuan ini kan..." gumamnya dalam hati.


"Mas.." Ucap Rena lagi mengulangi ucapannya.


"Oohh iyaya.. Ini uangnya. Kamu gak ingat sayakah?" Tanya John dengan menunjuk nunjuk dirinya.


"Eemm siapa ya?" Rena tak yakin ia mengenal laki laki itu.


"Ini aku yang pernah nebrak kamu di Mall kemarin, dan aku yang kembaliin kartu Goldmu.." Ucap John tanpa memikirkan ada orang lain di sekitarnya, yang pasti mereka juga mendengarnya dengan baik.


Orang orang pun melihat ke arah Rena dengan tatapan tak percaya, seorang yang memegang kartu gold malah berjualan ayam di pasar seperti ini.


"Hahaha iya itu.. Itu kartu teman saya kemarin saja. Makanya bisa pake kartu itu." Rena merasa tidak nyaman di pandang tak percaya oleh orang orang di sekitarnya. Tapi setelah Rena berkata demikian, orang orang pun kembali tenang dan kembali mengerjakan kegiatan mereka dan juga kembali berbelanja. Rena pun ikut tenang.


"Mungkin wanita ini di tinggalkan tuan Dion Wigara. Makanya sekarang dia jualan ayam di sini, tapi dia cantik juga ya..." Guman John saat memerhatikan Rena.


"Oohh ya sudah aku lanjut dulu ya, masih banyak yang mau aku beli beli.." John pun berlalu dan Rena hanya bisa berkata 'iya'.

__ADS_1


Roy yang sedang sibuk sibuknyab berkerja mendapat telpon dari anak buah yang ia tinggalkan bersama Rena di pasar.


"Halo.. Tuan, tapi ada laki laki yang berbicara banyak pada nyonya, dan menarik perhatian orang orang di pasar. Dari yang saya dengar sepertinya laki laki itu membicarakn tentang kartu gold yang nyonya punya tuan" Tutur cerita anak buah Roy.


"Hahhh.. Kok dia tahu Rena punya kartu Gold? Siapa dia? Apa kamu ada memoto laki laki itu?"


"Ada tuan akan saya kirimkan. Kalau kenal, sepertinya saya tidak kenal."


Anak buah Roy kemudian mengirimkan foto yang ia ambil tadi mengunakan ponselnya.


Karna setiap orang yang berbelanja di stand Rena akan di fotokan untuk di lihat Roy. Yaps.. Semua...


"Apa?" Roy terpekik sendiri melihat John di foto yang Anak buahnya kirim, "Kenapa ada laki laki ini? Apa dia tahu Rena memiliki Kartu Gold? Kenapa bisa sih..?" Otak Roy penuh dengan berbagai macam pertanyaan.


Setelah mendapat kabar dari anak buahnya, Roy menjadi tidak tenang. Ia takut Rena akan di ganggu John atau John mengetahui tentang hubungannya dengan Rena.


"Tuan.. Tuan.. Assalamualaikum..." Tok tok tok... Hery mengetuk ngetuk meja Roy karna sedari tadi Hery panggil panggil Roy tak menyahut, Hery masuk langsung dan melihat Roy sedang melamun dengan pulpen yang masih mengorat arit dokumen itu.


"Hery kamu kok..?"


"Tuan saya sudah sepuluh menit dari tadi berusaha menyadarkan tuan, lima menit di luar, lima menit di dalam tuan." Jelas Hery lagi yang membuat Roy terdiam dan hanya bisa nyengir kuda.


"Maaf pikiranku sedang kacau Her.. Astaga.. Dokumennya..." Roy baru sadar dokumennya penuh dengan goretan goretan pulpennya.


"Iya tuan.. Dokumennya rusak.." Ucap Hery lagi sambil menunduk.


"Maaf Her kamu buat lagi ya dokumennya.." Senyum manis ala ala Roy yang bisa Roy berikan pada Hery.


"Baiklah tapi tolong tuan ceritakan dulu masalah tuan, agar nantinya tidak ada lagi dokumen yang harus saya buat dua sampai tiga kali." Ucap Hery berkacak punggang dan berubah dari Asisten menjadi teman baik Roy.


Roy pun bangkit dan merangkul Hery membawanya duduk santai di sofa.

__ADS_1


"Begini Her.. Tadi barusan aku dapat kabar dari anak buah aku yang ikut Rena ke pasar, nah mereka kirim info kalau ada laki laki yang sok kenal Rena dan tahu kalau Rena ada gold kart, nah aku minta tuh fotonya. Mereka kirim, dan ternyata itu John, aku takut Her.. Takut John tahu hubungan Aku sama Rena. Nanti kalau aku sama Rena ketahuan modal terbesar Debora dan John kalahin akukan banyak, terus yang makin runyamnya, Eyang.. Aduh... Gimana sih..? Her..!" Roy malah merengenk rengek pada Hery seolah Hery tahu segalanya.


"Roy... Kamu tanya dulu sama Rena, kenapa itu John bisa tahu dia punya kartu Gold, nah habis kamu dengar barulah kamu mikir selanjutnya gimana" saran Hery pada Roy.


"Iya Her.. Tapi aku udah penasaran sekarang, aku mau tahu sekarang juga. Apa aku ke pasar aja kali ya.. Terus aku tanya Sama Rena di sana?" Rencana baru Roy.


"Huhhh.. Roy.. Pasar bakal sepi kalau kamu datang ke situ." Ucap Hery memijit keningnya.


"Lah kok sepi?" Roy tak paham dengan maksud kiasan Hery.


"Lah iya.. Kalau kamu datang ke situ pasar pada sepi, karna semua pembeli di pasar ngerumunin kamu. Ya sepilah pasarnya, gak ada yang pergi beli, mereka pada liatin kamu aja." Dumel Hery lagi dengan penjelasan kiasannya.


"Oohhh iya juga ya.. Yaudah tunggu pulang aja deh baru aku tanya sama Rena." Roy mengurungkan niatnya untuk kepasar bertemu Rena.


Sore harinya, Rena dalam perjalanan pulang begitu pula dengan Roy. Roy menhubungi Rena.


"Sayang kamu di mana sekarang udah sampai apartemenkah?" Tanya Roy lewat pesan pada Rena.


"Belum ini masih di taxi." Jawab Rena di pesannya.


"Oooh oke.. Sampai ketemu di rumah ya.. Aku juga dalam perjalanan pulang." Pesan pun berhenti di situ.


Sementara itu Rena yakin pasti ada yang ingin Roy bicarakan padanya malam ini, pasti tentang laki laki yang berbicara padanya. Rena baru tahu belakangan ini kalau semua pelanggan Rena yang berbelanja padanya akan di fotokan oleh anak buah Roy, dan apa lagi yang banyak bicara padanya, Rena cukup terkejut dengan itu, karna Roy sangat nekad melakukan itu.


Berapa MB memori ponsel anak buahnya akan termakan setiap harinya hanya untuk memotokan pembeli di stand ayam Rena. Miris, tapi Rena tak bisa menolak perintah Roy.


Roy sampai duluan di unit Rena dn menunggu kepulangan Rena. Sangat tak sabar dan membuat Roy beberapa kali melihat jam di pergelangan tanganya.


"Haisss ini taksi apa siput. Lambatnya." Ucap Roy tak sabaran.


Sedangkan Rena harus melewati suatu tempat dulu. Dan sekarang masih di tempat itu. Setelah apa yang ia perlukan ia dapatkan, Rena pun melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


Off dulu kawan.. Lanjut nanti malam oke..


__ADS_2