AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 96


__ADS_3

Hery memperbaiki posisi duduknya, kini ia bersandar di headboard tempat tidur. Rena pun ia bawa dalam pelukannya.


"Aku mulai ya.."


Rena mengangguk dengan penuh semangat.


Flashback on


Sebelum Rena dan Hery menuju rumah Rpy, keduanya melakukan perjanjian. Rena yang tadinya mau ke rumah Roy dan menemui Eyang kini malah mengurungkan niatnya.


"Kenapa sih sayang kan tadi mau..?" Hery tak bisa memastikan keingin Rena yang kadang mau kadang tidak.


"Eemm gak jadi aja Ya.. Aku gak mau nanti ketemu sama Debora lagi... Aku gak suka liat Debora..." Rasa cemburu Rena saat Debora di gendong Hery pun muncul lagi.


"Emangnya kenapa sih sama Debora..?" Hery tidak sepeka itu karna saat mengendong Debora itu hanya karna Debora memerlukan bantuan bukan karna hal lain.


Tapi itu pikiran Hery bukan pemikiran Rena.


"Iya pokoknya aku gak mau.." Tetap teguh.


"Eeemm gimana nanti abis pulang dari rumah Roy kita jalan jalan..?" rayu Hery.


"Gak.."


"Eeemm kalau kita makan malam di luar mau..?" Masih menawarkan.


"Gak sayang.. Masakan kamu lebih Enak.."


Dan masih banyak lagi tawaran tawaran dari Hery tapi Rena tetap pada pendiriannya.


"Eeemmm kamu gak mau tahu kah aku ngapain aja di Bar kamarin..?" Renam membulatkan matanya. Hal yang satu ini memang Rena tak melihat dengan sepenuhnya, apalagi kata para pekerja itu Hery sudah dua malam berturut turut datang ke bar itu. Entah apa saja yang Hery lakukan di sana sebelum Rena tiba. Dan Rena masih ingat kata seorang pekerja dari telpon, ia mengatakan kalau Hery sangat tampan, apalagi di bagian bibirnya. Karna ada tahi lalat yang menghiasi bibirnya.


Emosi Rena langsung bangkit lagi. "Ceritakan..!" Hery tahu itu pasti sangat berguna dan berhasil mendapat perhatian Rena.


"Oke aku ceritakan tapi kita ke rumah Roy dulu dan ketemu Eyang.. Kalau sudah pulang dari sana baru aku ceritakan mau ya.. Aku ceritakan dari malam pertama aku ke sana dan malam kamu datang itu.. Gimana..? Deal..?" Hery menyodorkan tanganya.


Rena dengan cepat langsung meraih tangan Hery, " Deal...!" Mereka pun berangkat ke rumah Roy untuk bertemu Eyang. Dalam perjalan juga Rena mengatakan keinginannya nanti di rumah Roy. Hery menyetujuinya karna Rena hanya ingin minta foto bersama Eyang saja. Jika lebih dari itu Mungkin tidak akan di izinkan Hery.


Flashback off


Itulah yang sebenarnya terjadi di antara keduanya. Rena sangat ingin tahu apa yang Hery lakukan di Bar hari itu dan sebelum ia menemukannya, tapi Hery malu untuk menceritakannya.


Dan terjadilah ketidak sabaran Rena dan terus memaksa Hery.


Tapi karna paksaan Dari Rena itu mau tak mau Hery menurutinya.

__ADS_1


"Oke aku cerita ya... Jadi malam pertama aku ke situ, aku minum minum juga, hanya minum minum. Banyak cewek datang terus tawar jasa mereka gitu tapi aku tolak. Mereka tetap coba minta gitu sama aku tapi aku tetap tolak. Akhirnya aku minta temani aja aku minum mereka yang tuangkan minuman aku... Tapi gak banyak kok, cuma dua orang Cewek aja.." cerita Hery terjeda dulu di part satunya ini. Anggaplah seperti itu.


"Gak banyak tapi Dua..? Maksudnya..?" Rena seperti kebakaran jengkgot.


"Ya cuma dua sayang. Dan aku gak ngapa ngapain..." Berusaha membela diri sendiri.


"Tapi kan mereka natap kamu.. Kamu senang gitu..." Rena menatap Hery penuh Heran.


"Ya aku gaknya suka di tatap mereka tapi kan mereka juga punya mata yan bisalah liay aku.." Hery mengelus elus punggung Rena.


"Oh kamu bela mereka gitu...?" Sungguh tiada bandingannya kecemburuan Rena.


"Gak sayang.. Kok malah di bela lagi.." Hery tak lupa mengecup sekilas bibir Rena yang tak henti hentinya barucap dan mengeluarkan kata kata hatinya.


" Oke Terus lanjut ceritanya..!" Rena mencoba tenang. Ini baru part awalnya saja, tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Ya gitu. Jadi setelah makin malam, aku cuma di temani satu wanita aja..." tiba tiba Rena momotong cerita Hery.


"Cantik? Seksi? Ya?" Yang terlintas di kepala Rena.


"Eeemm iya.." Mau tak mau Hery jujur.


"Hah..?" Rena sangat kesal rasanya.


"Sabar sayang.. Aku cuma cintanya sama kamu kok... Ini makanya aku malas ceritakan, kamu jadinya marah.." Itu yang paling di takuti Hery.


"Gak nanti kamu marah.." Tolak Hery.


"Hery... Kamu udah janji tadi looo.. Masa ingkar.." Rena mencubit cubiti pipi Hery.


"Ya jangan marah.. Aku juga mau jujur kok sama kamu sayang, tapi kalau kamu marah marah, aku jadi takut ceritanya..." itu pasti juga pernah kita alami kan.


"Oke aku gak marah.. Aku sayang kamu.." Rena masuk dalam pelukan Hery lagi.


"Oooww sayang aku ini... Oke aku lanjut ya... Tinggal dia sama aku di ruangan itu. Karna itu ruangan VVIP, cuma orang orang VVIP juga yang bisa masuk... Gak tahu kenapa, tapi Cewek itu minta di bawa ke kamar terus..." Hery berhenti sejenak karna merasa bajunya di remas oleh Rena.


"Ya gitu deh, tapi aku gak mau.." Perlahan remasan itu kendur.


"Terus dia tawarin lagi tubuhnya. Dia buka bajunya, branya.. Dan ya.. Keliatan."


Remasan di baju Hery ada lagi dan kini semakin erat. Hery terus mengecup Rena agar tetap tenang dalam peluknya.


"Apa kamu liatnya..?" Rena bersuara dari dalam pelukan Hery.


"Jujur..!" Rena mengangkat wajahnya menatap Hery.

__ADS_1


"Eeeemmm" Hery hanya berani menganggukkan kepalanya.


"Heryyyyyy..!!!!" Rena mencubiti dada Hery.


"Aaahh Ahhhh Rena aaaaaaaa..." teriak Hery karna satu dadanya di cubit kasar Rena.


"Jahatnya kamu.." Ponis Rena pada Hery.


"Gak sayang.. Aku tu gak ada maksud buat liat.. Tapi dia yang tarik muka aku buat liat dia.." tak sengaja Hery mengatakan lagi hal yang bisa membuat Rena makin marah padanya.


"Dia pegang kamu...?" Rena duduk tegak di depan Hery yang sedang menyandar.


"Eeehh eeemm iya dia pegang gini.." Hery memegangi ujung dagunya sendiri.


"Issshhh.." Rena tak bisa menahan kesalnya sekarang.


"lanjut.." kini Rena menaikan satu oktaf.


"Ya terus dia pamer gitu deh.." Hery ragu menceritakan yang itu.


"Pamer..?" Rena mengulanginya.


"Iya Pamer.. Di goyang goyangin gitu..."


"Aaaaaaaaaaaaaaaa... Hery..." Rena kini Menjambak jambak rambut Hery.


"Sayang... Ampun..." Hery bisa menahan sakit rambutnya yang di tarik tapi amarah Rena tak bisa sepertinya.


"Jangan jangan kamu pegang pegang juga ya...?" Rena menunjuk Hery dengan kasarnya.


"Eeemm itu..." Hery sangat takut menjawabnya.


"Hery..!!!" Rena makin ganas kelihatannya.


"Rena sini bobo sama aku.. Sini ya... Baru aku lanjut.. Oke sayangku.. Cintaku.." rayu Hery sebelum Rena semakin marah padanya.


"Awas kamu..!" Rena pun berbaring lagi di samping Hery ia memeluk tubuh Hery dengan posesifnya.


"Kamu Punya aku Hery...!" Rena mengecup dada Hery.


"Iya aku punya kamu kok sayang..." Hery terus mengecup puncak kepala Rena.


"Lanjut Sayang...!" Rena manatap Hery penuh cinta setelah marah marahnya tadi.


"Lalu aku.."

__ADS_1


Off dulu say... Likenya donk.. Senyum senyum author ketik bab ini hahahaa.. Kalian juga bacanya senyum senyum ya... 😁😁😁


__ADS_2