AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 229


__ADS_3

Bisma kala itu biasa saja dan Adel yang panik karna Bisma melihat tubuhnya.


"Aaaaa... Bisma.." Adel menutup mata Bisma dengan tangannya.


"Apa..?" Bisma merasa biasa saja.


"Kamu ini looo.. Kenapa, oohh ya ampun.. Tubuh aku.. Kamu nafsu ya..?" Ponis Adel pada Bisma.


"Mana ada apanya..?" Bisma menarik tangan Adel.


"Kamu buka gaun aku dan itu.. Issshh.." Adel sangat malu.


"Ya.. Mau gimana lagi susah di buka tadi ya aku paksa.." Sahut Bisma.


"Udah.. Gak apa apa.. Kamu pikir aku mau liat kamu kayak gini.. Iisshh sorry lah.." Bisma berlalu pergi dengan santainya.


"Astaga.." Adel malu sekali karna kejadian ini.

__ADS_1


Setelah itu, Adel tidak ada berbicara atau bertegur sapa dengan Bisma. Saat makan pun sebisa mungkin Adel menjauh dari Bisma karna masih malu.


Tubuh polosnya itu membayangi Adel. Tapi Bisma tampak biasa biasa saja seperti tidak melihat apa pun.


Adel tetap diam di kamarnya, beberapa kali yang lainnya mengajak ia keluar dan berkumpul bersama tapi hanya beberapa kali saja Adel bersama mereka, selebihnya ia bersembunyi di kamarnya. Saat jamnya Bisma pulang ke dalam kamar. Adel pura pura sudah tidur dan mengikuti jam Indoesia, padahal saat itu Adel sudah terbiasa waktu Jerman.


Setelah beberapa hari tak bertegur sapa dengan Adel, Bisma merasa bersalah. Ia mencoba mencari di internet apa yang Adel rasakan. Karna Bisma sama sekali tidak mengerti yang di rasakan dan di takuti Adel kemarin.


"Jadi dia.. Takut.. Dia merasa.. Ck .. Adel.." Lirih Bisma setelah mengetahui semuanya.


Adel bergeser dari tempatnya bahkan sangat ke pinggir sekali karna melihat Bisma akan naik ke tempat tidur.


Bisma duduk di tepi ranjangnya. "Adel.. Aku minta maaf.. Aku gak ada maksud untuk.. Yang itu kemarin.. Aku gak tahu kayak apa perasaan kamu wanita saat di liat itunya.. Eemm aku.. Minta maaf sebesar besarnya Del.." Bisma memberanikan diri.


"Eh.. Oh.. Iya.." Adel ragu ragu menjawab.


"Aku seorang GAY. Aku gak akan apa apa kan kamu kok.. Percaya sama aku.. Kamu kan tahu sendiri aku kayak apa Del.." Tambahnya lagi.

__ADS_1


Adel menganggukkan kepala paham. "Jadi kamu itu kalau liat yang kayak kemarin itu gak ada rasanya gitu ya.. Gak ada maunya atau apa kah gitu..?" Adel mencari tahu.


"Hee'eeemmm... Gak ada rasanya gitu nah. Biasanya kan kalau laki laki normal pikirannya kan langsung ya itulah.. Tapi yang aku liat ya biasa aja.. Gak ada pikiran buruk atau penasaran rasanya gimana atau apa.. Kami GAY punya cara lain.." Sebut Bisma lagi. Adel mengangguk paham lagi.


"Jadi kalau pun aku tuh telan**ang bulat kamu gak.. Gak anu itu..?" Adel bingung jiga mengatakannya.


"Gak ada Adel. Aku sering ke pantai. Di pantai banyak wanita wanita yang pamer pamer gitu.. Tahulah pantai di sini kayak apa kan..? Nah ya itu mereka itu gak ada penutupnya.. Ya langsung aja semua keliatan.. Tapi aku sama sekali gakcada rasa pengen atau mau coba gitu sama mereka gak ada.." Tegas Bisma lagi.


"Oohhhhh.." Adel mengangguk antusias mendengarkan penjelasan Bisma.


Semenjak itu Adel mencoba, dan benar yang di katakan Bisma, dan lebih lama dari itu, Adel ingin berganti baju, mengenakan handuk, bahkan hanya mengenakan dalaman atas dan bawah saja tak masalah di depan Bisma, karna ia tahu Bisma tidak akan merasakan apapun padanya.


Dan itu yang di lakukan Adel sekarang ini. Dengan percaya dirinya ia mengganti baju di kamar tanpa adanya penutup.


Bisma bergumam, "Besar.."


Adel..

__ADS_1


__ADS_2