
"Roy ponselmu itu berdering dari tadi kok gak di angkat angkat juga?" Debora yang bingung dengan tingkah Roy saat ini.
Setelah menimbang nimbang akhirnya Roy menerima panggilan telpon itu.
"Halo... Selamat pagi Eyang.." Ucqp Roy meletakan ponselnya di dekat daun telinganya.
Sementara itu Debora tersenyum bahagia Roy menyebutkan nama Eyang. Ternyata tak sia sia rencana yang ia susun tadi malam. Debora tahu hanya Eyanglah penolongnya saat ini.
"Halo Roy selamat pagi juga... Apa kabarmu?" ucap Eyang dari Roy itu.
"Baik kok... Eyang gimana sekarang apa tidak ada keluhan lagi? tapi Perawat Eyang baik semuakan..? Eyang tidak kekurangan apapunkan?" Roy memanglah cucu yang paling di sayang oleh Eyangnya dan begitu pula sebaliknya. Roy sangat mengkhwatirkan kondisi dari Eyangnya itu.
"Hei kamu ini belum juga Eyang puas bertanya padamu, tapi kamu yang duluan bertanya tanpa koma seperti itu." suara melengking Eyang dari ponsel Roy menyerang gendang telinganya.
"Maaf aku hanya mengkhwatirkan Eyang." Roy mengalah.
"Baiklah.. Eyang paham. Roy.. Eyang kangen kalian berdua. Tinggallah bersama Eyang beberapa hari ke depan ya.. Apa boleh..?" Suara serak seorang nenek nenek tua membuat hati Roy luluh.
"Baiklah Eyang aku hari ini akan selesaikan semua tugasku dan setelaj itu aku akan kabari Eyang lagi dan kami akan mengunjungi Eyang. Eyang siakkan saja makanan makanan kesukaan aku ya.." Rayu Roy pada Eyangnya.
"Tentu nak... Jangan lupakn Debora juga, Eyang sangat rindu padanya. Dia pasti akan sangat senang mengunjungi Eyang di sini." ucapnnya dan di anggukan dari jauh oleh Debora walaupun hanya mengangguk di depan Roy seorang.
"Baiklah Eyang.. Pasti Debora juga akan sangat senang. Eyang tennag saja ya.. Secapatnya kami berdua aka mengunjungi Eyang." Roy juga sama merindukan Eyangnya ini. Satu satunya keluarga yang Roy miliki. Karna kedua orang tua Roy sudah tiada saat penerbangan pesawat komersial. Tinggallah Eyang dan Roy, oleh sebab itu Roy benar benar manja bila bersama Eyangnya.
"Baiklah Eyang tahu cucu Eyang ini sangat sibuk, apalagi ini jam berangkat kerja. Lanjutkanlah pekerjaanmu nak... Eyang tutup telponnya ya..." Ucap Wanita renta itu dan mengakhiri panggilan telponnya.
Wajah Roy tanpak berseri seri setelah mendengar suara Eyangnya, meski awalnya Roy tahu jika sang Eyang pasti akan memintanya dan Debora untuk mengunjunginya, dan itu artinya Roy tidak dapat bertemu dengan Rena untuk beberapa hari kedepan. Tapi tak apalah demi sang Eyang tercinta Roy merelakan beberapa harinya dulu.
"Baiklah Debora. Kamu dengar sendiri tadi. Aku hari ini akan selesaikan semua pekerjaanku dulu baru setelah itu kita bersiap berangkat ke rumah Eyang." ucap Roy sedikit lebih kalem dari sebelumnya.
__ADS_1
"Iya Roy sayang aku akan siap menuggumu.." Debora belagak sok ceria di depan Roy.
Sejenak Roy memandangi wajah Debora yang ia rindukan. Wajah yang nampak ceria bahagia, cerah bagaikan tiada noda. Bagaimanapun Debora pernah mengisi ruang di hati Roy.
"Baiklah aku berangkat dulu." Roy hanya mengusap puncak kepala Debora untuk menghilangkan gemasnya pada Debora yang tiba tiba kembali.
"Roy..." Saat Roy hendak pergi dari hadapannya Debora kembali memanggil Roy.
"Apa?" Tanya Roy menoleh pada Debora di belakangnya.
CUP...
Debora mengecup sekilas bibir Roy. Lagi lagi Roy terpaku pada sikap Debora pagi ini. Sikap yang jarang Roy dapatkan sejak lama dari Debora.
"Hati hati ya.." Ujar Debora sembari mengelus elus dada Roy di balik kemejanya.
Tubuh keduanya yang berdekatan membuat semakin mesranya keduanya. Tampak seperti suami istri yang harmonis.
"Bukankah lebih baik kalau kamu menjadi wanita yang patuh seperti ini. Aku sangat menyukainya." Ucap Roy sambil terus dengan posisi yang sama.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan, aku akan menjadi wanita yang patuh pada suamiku ini." Debora menunjuk nunjuk dada Roy menggunakan jari telunjuk lentiknya.
Hal itu membuat Roy semakin gemas pada Debora. Tanpa satu dua tiga lagi, Roy mencium bibir indah Debora dengan rakusnya. Tak peduli para asisten rumah tangganya yang melihat mereka berdua karna kini dunia serasa milik berdua saja.
"Oohj Roy lama sudah aku tidak cium manja olehmu seperti ini. Jika permintaanmu hanya menjadi wanita yang patuh, maka akan aku berikan." Ujar Debora dalam hati sambil menikmati pengutan dari suaminya.
Roy melepaskan pengutannya dan Debora. Tapi sepertinya Debora merasa kurang. Akhirnya Debora yang meraup bibir Roy dengan bibirnya sendiri. Debora masih rindu rasa ini. Roy hanya bisa pasrah dengan apa yang istrinya lakukan.
Tangan Debora terus mengoda tubuh Roy agar bergejolak padanya. Tapi rupanya Roy masih mengingat kalau dia harus turun kerja.
__ADS_1
"Maaf Debora aku harus kerja dulu.. Nanti setelah aku pulang kerja kamu boleh manja manja lagi denganku.. Oke.." Roy meraih dagu Debora dan kembali mengecup sekilas bibir Debora.
"Baiklah kali ini aku ijinkan kamu pergi. Cepat pulang ya.." Bisik Debora sangat mengoda Roy kali ini. Roy berusaha menahan hasratnya karna kini jamnya semakin berjalan menjauh dari jam biasanya ia berangkat kerja.
Setelah sayang sayangan antara Roy dan Debora selesai dan Roy berangkat kerja barulah Debora bersorak di dalam kamarnya.
"Aaahh Roy... Aku senang sekali hari ini.." Debora memegangi bibirnya dengan seksi di depan cerminnya membayangkan bibirnya yang di kecup Roy dengan sangat nikmat. "Rupanya John yang payah itu benar benar salah. Kamu masih mencintaiku.. Hanya mungkin aku yanfg kurang mengerti kamu Roy. Aku janji akan memberikan yang terbaik padamu Roy.. Hehehe apaagi di rumah Eyang nanti... Dan mungkin saja..." Debora mengelus elus perut ratanya. " Mungkin saja aku bisa memberikan copycutmu Roy.." Debora senyum seny sendiri seperti orang yng tengah kerasukan bila tak tahu apa yang tengah ia pikirkan kini.
FLASHBACK ON
Debora sedang bingung di dalam kamarnya sejak selesai bertelponan dengan John sepertinya bercerita pada John bukan jalan keluarnya hari ini.
Akhirnya Debora menghubungi Eyang dan menceritakan kisah palsunya pada Eyang.
"Deboda sayang kamu tenang dulu donk... Eyang tahu Roy itu sangat mencintai kamu kok, cuma mungkin kamu aja yang terlalu mementingkan pekerjaanmu, kamu gak pikir kalau Roy juga butuh kamu, butuh kasih sayang kamu. Dia juga mau di manja manja. Coba deh kmu besok lakuin yang Eyang bilang ini. Eyang yakin Roy akan luluh lagi sama kamu. Dia itu cuma luapkan rasa Rindu dia ke pekerjaannya aja, bukan berarti dia punya simpanan atau apalah. Dia cuma mau di sayang sayang nak.. Pahami itu.." Saran dari Eyang saat semalam Debora menghubunginya.
Dan pagi harinya Debora mencoba melakukan apa yang Eyang sarankan padanya. Dan hasilnya sangat sesuai dengan apa yang Debora inginkan.
"Halo Eyang... Terima kasih ya.. Eyang memang the best.." ucap Debora menelpon Eyang dan menyalurkan kebahagiannya.
"Dengar Debora... Eyang sudah membantumu. Dari sini kamu harus berjuang sendiri. Eyang sudah buat Roy mau mengunjungi Eyang. Sesuai Rencana kamu semalam ya!" Ucap Eyang dari sebrang telpon.
"Iya Eyang... Eyang tenang saja dan Eyang boleh berdoa supaya Eyang dengan segera dapat cicit cicit yang cantik cantik ganteng ganteng. Eyang tenang aja.. Sesampainya kami di rumah Eyang aku gak akan keluarin Roy dari kamar, jadi nanti Eyang jangan cari Roy ya... Karna Roy sedang sibuk buat cicit untuk Eyang hehehehe.." Debora benar benar yakin akan rencananya pasti akan berjalan dengan lancar selancar lancarnya.
Yap... Debora dan Eyang yang merencanakan ini semua, lebih berperannya Debora karna dia otak dari rencana In, Eyang hanyalah jalan utama Debora. Debora meminta Eyang untuk mengajak Roy menjenguknya, dan setelah Roy dan Debora sampai di rumah Eyang, Eyang akan pura pura sibuk dengan kegiatanya dan membiarkan kedua pasutri itu melakukan tugasnya. Memang aneh jika harus ke rumah Eyang hanya untuk melakukan itu tapi, dengan begitu Roy lupa akan segalanya, lupa akan pekerjaannya di kantor, dan yang lainnya bahkan seperti Rena sekalipun. Sehingga Roy fokus pada Debora seorang saja. Dan saat itulah Debora mengambil kesempatan untuk memproduksi cicit untuk Eyang, janjinya pada sang Eyang. Dan Eyang menyetujui rencana dari Debora karna yakin ini adalah jalan terbaik mendapatkan cicit.
Hayo siapa grupnya Rena ni yang kepanasan?? Atau ada yang gembirakah dengan kemajuan Debora?? koment koment...!!!!
Ayo mampir lagi ke novel author yang satunya ya.. udah up tuh... memang baru 2 bab, tapi yang ketiganya nanti malam ya.. untuk novel ini juga kalau bisa nanti malam barengan.
__ADS_1
Bye bye... istirahat dulu guys...