
"Kalau aku mau beli bakao di abang abang gimana mereka geseknya??"
Roy menepuk dahinya sendiri. "Oohhh Renaku sayang" Roy mendekati Rena dan mengacak rambut Rena gemas.
"Kenapa apa itu tidak benar.. Kalau beli bakso sama abang abangkan paling goceng, terus kalau pakai ini? Pasti pada bingung abang abangnya." Rena ada benarnya juga.
"Oke oke aku tidak ingin berdebat dengan istriku ini." Roy mengabil dompetnya dan menyerahkan beberapa lbar uang berwana merah kepada Rena. " Cukup sayang?"
Rena mengangukan kepalanya "Cukup suamiku." Darah Roy seakan berdesir dengan sangat kuat ketika mendengar istri kecilnya ini memanggilnya dengan kata seperti itu dan juga sangat manja padanya.
"Wahh... Istriku ini. Tapi ikuti permitaan kecilku ini ya.. Mulai sekarang panggil aku seperti tadi. Aku suka panggilan itu sangat manis dan manja padaku. Kamu mau???" Roy yang sudah lama tak di manja manja oleh seorang istri, dan saat ia mendapat manjaan dari seorang istri lainnya Roy tidak ingin melepaskannya.
"Baiklah suamiku.. Aku akan mulai memanggilmu 'suamiku'" Rena tersenyum penuh kebahagiaan pada Roy. Sungguh ini hari yang sungguh indah dalam hidup keduanya. "Oohh ya ini.. Rena menerahkan lagi kartu yang Roy berikan oadanya tadi.
"Eehh kenapa di kembalikan??" Roy tidak menerima kartu yang kembali Rena sodorkan padanya.
"Kan tadi kamu sudah kasih yang ini jadi aku gak butuh kartu ini." Rena yanf masih memegang uang kes di tangan kanannya dan menyerahkan kartunya dengan alasan sudah ada uang kes yang Roy berikan.
Lagi lagi Roy mengusap wajahnya. Bagaimana mungkin ada wanita seperti Rena di dunianya ini. "Sayang kartu itu untukmu. Jika nanti kamu ingin berbelalnja gunakanlah kartu itu. Semua toko besar bisa menerima kartu goldmu itu sayang. Aku khusus membuatkan kamu kartu itu hanya untukmu. Jadi aku mohon jangan di kembalikan oke." Roy meyakinkan Rena untuk menerima karti darinya.
Rena merasa terharu dengan ucapan Roy yang mengatakan Roy membuat kartu ini sengaja untuknya seorang. Dengan penuh semangat Rena menganggukan kepalanya. "Aku akan menyimpannya karna ini khusus dari suamiku tercinta.." Rena mengedipkan satu matanya pada Roy membuat detak jantung Roy berdetak dengan sangat cepat.
"Sayang aku mohon. Jangan menggodaku lagi.. Atau aku tidak akan tahu apa aku akan pulang atau akan lebih lama di sini." Roy menggeleng gelengkan kepalanya memberikan peringatan pada Rena yang sangat manis padanya.
Rena masih terus tersenyum cantik pada Roy membuat hati Roy tak ingin berpisah dengan istrinya itu. "Baiklah aku tidak akan menggodamu lagi. Tapi nanti kalau kamu ke sini lagi maka kamu yang akan menggoda aku lagi. Karna aku tetap tidak akan menggodamu. Bagaimana??" Pancing Rena.
Roy benar benar senang kini ia memiliki seorang istri yang benar benar menyayangingnya dan sangat manja padanya. Sudah beberapa tahun ini Roy tidak mendapatkan moment seperti ini. Moment dimana orang yang ia cintai dan juga ia sayanggi meminta kasih sayang padanya. Roy sangat merindukan ini.
"Ck... Ooohh sayangku..." Roy mendekatkan tubuhnya dan tubuh Rena lalu medekati indra pendengaran Rena dan mebisikan "Jangan salahkan aku ya.. Kamu yang minta..." Roy mengangkat tubuh mungil Rena dan membawanya ke dalam kamar lagi.
****
__ADS_1
Sedangkan di rumah Roy dan Debora, Debora sudah menunggu Roy yang dari semalam tak pulang pulang.
"Roy kemana sih...?? Aneh.." Debora menghubungi nomor Hery dan menanyakan kebaradaan suaminya pada Sang sekertaris.
"Hallo.. Hery.. Apa benar Roy ke kantor semalam...?" Debora menelpon Hery.
"Iya nyonya. Ada apa??" Roy menjawab dari sebrang telpon.
"Ooohh tadi aku sudah menghubunginya tapi ia tidak sampai sampai saja kerumah." Protes Debora pada orang lain, bukan pada suami.
"kapan tuan Roy mengabari nyonya??" Roy kembali bertanya.
"Mungkin sekitar 2 jam yang lalu Her.." Debora makin suntuk mencari tahu keberadaan suaminya.
"*Tuan Roy baru saja keluar 15 menit yang lalu nyonya. Mungkin kini Ia masih di jalan menuju rumah nyonya." Roy kembali menjawab.
'Astaga Roy... Apa senyaman itu istri simpananmu sampai kamu lupa pulang.. Ck ck ck*... ' Batin Hery menanggapi rumah tangganya.
"Awas saja kalau dia ke tempat lain." Debora melanjutkan sarapannya seorang diri.
***
"Aku jalan dulu ya.. Jaga dirimu untuk sementara ini. Ya... paling sampai besok, karna aku pasti akan datang lagi dan ingin di sayang sayang lagi oleh istriku ini." Roy kembali mengenakan pakaiannya sedangkan Rena masih nyaman di atas ranjang tanpa mengenakan apapun.
"Ternyata yang tadi malam itu kurang ya..." Roy mengoda istrinya.
Rena hanya bisa tersenyum malu pada suaminya yang baru saja melakukan pertempuran lagi dengannya. Tapi kali ini, Rena lebih menikmatinya di banding semalam.
Rena bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Roy yang masih mangancing kemejanya.
CUP...
__ADS_1
Rena mengecup pipi Roy tanpa Roy minta. Membuat makin sayangnya Roy pada Rena. Entah itu sayang atau karna Rindu akan kasih sayang dari seorang wanita. Karna terkadang seorang pria atau suami juga ingin kasih sayang yang sama dengan kasih sayang yang ia berikan pada pasangannya.
"Oohh.. Sayang.. Kamu begitu memanjakan aku. Jangn heran bila tidak sampai besok aku akan datang lagi untuk mencari manjaanmu ini." Roy belum mengancing semua kemejanya membiarkan saja bagian atas kemejanya masih terbuka dan memilih memilih memeluk Rena dengan posesif.
"Maka aku yang akan senang bila sebelum besok kamu sudah kembali ke sini." Rena masuk antara lehar dan bahu Roy mencari tempat nyaman untuknya.
"Terimakasih sayang... Kamu memberikan cinta dan sayang yang begitu besar untukku.. Terima kasih. Sekarang aku merasa sedikit di hargai juga." Roy terus memeluk Rena tanpa keinginan melepaskannya.
"Apa maksudmu??" Rena keluar dari pelukan Roy dan menatap wajah suaminya.
"Apa aku salah terlalu manja padamu seperti ini??" Rena hendak melepaskan dirinya dari pelukan Roy tapi itu mustahil.
"Bukan begitu sayang." Roy menahan Rena dengan sangat erat di pelukannya "Aku hanya merindukan kemesraan seperti ini. Dimana seorang yang benar benar memberikan aku cinta dan kasih sayang, sebelumnya aku pernah merasakannya tapi kemudian aku dihianati, sehingga aku merasa tak di hargai bahkan oleh istriku sendiri. Dan kini aku mendapatkannya darimu sayang. Terima kasih. Tolong kucuri aku lagi dengan cintamu. " Roy mengatakan isi hatinya kepada Rena. Dan itu berhasil membuat Rena kembali masuk me pelukannya.
***
Roy yang masih di dalam mobil mendapat panggiln telpon dari sang istri di rumahnya. Roy hanya mengeleng gelengkan kepalanya.
"Ya hallo..."
"Kamu dimana kok belum sampai sampai juga sih...??" Suara dari sebrang telpon penuh amaran kedengaranya.
"Ini aku masih di jalan." Roy hanya menjawab santai pertanyaan penuh amarah Debora.
"Terus kenapa dari tadi nomormu gak aktif aktif...?" Debora mulai mengintrograsi Roy yang masih dalam perjalanan.
"Tadi aku buat ponselku mode sibuk dan karna aku memang sibuk." Roy sama sekali tidak perduli dengan amarah Debora yang membara.
"Nanti ya.. Sesampainya di rumah baru aku jelaskan, ini aku masih di jalan. Aku harus fokus." Kata Roy ada benarnya dan bohongnya. Karna Roy tidak ingin mendengar ocehan ocehan Debora yang tidak jelas dengan kenyataan dirinya sendiri.
"Oke aku tunggu kamu sampai." Debora memutuskan sambungan telponnya sedangkan Roy masih santai saja, karna kini yang ia pikirkan hanya Rena yang ia tinggalkan du apartemen.
__ADS_1
Sedangkan Rena..