AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 281


__ADS_3

Debora terlihat ragu. Tapi ia juga tidak enak hati jika menolak ajakan Dion.


"Emmm tapi maaf ya.. Aku gak leluasa bergerak.." Dion mengangguk, ia mengulurkan tangannya pada Debora.


"Mari.. Nona.." Pipi Debora merona entah mengapa.


Debora tetap merasa canggung bersama Dion. Ia ragu apa dirinya bisa berdansa dengan baik ketika sedang hamil besar seperti ini.


"Percaya padaku.. Aku memegangi kamu erat.." Bisik Dion membuat bulu roma Debora merinding.


"Makasih.." Debora merusaha untuk tidak kaku.


Dion terus mendekatkan tubuhnya dengan Debora dan Debora sebaliknya, ia berusaha menjaga jarak dengan Dion.


"Oh Tuhan.. Kapan musik ini akan berakhir.." cicit hati kecil Debora.


"Senang bisa berdansa dengan kamu.." Ucap Dion di sela dansanya.


"Iya.. Kamu hebat juga ya.." Dion tersenyum lebar.


"Iya.. Bisa lah.." Keduanya tertawa bersama.


"Liat sayang.. Debora dan Dion sangat cocok.. Kamu pintar juga cari pasangan untuk Debora.." Ucap Rena.


"Bukan aku.. Dion sendiri.. Biarkan mereka.. Biar Dion melakukan tugasnya. Kamu.. Jangan sering sering lirik dia..!" Cup. Hery mengecup kening Rena.


"Kenapa.. Memangnya aku sama Dion ada apa..?" Rena sama sekali tidak menyadari perasaan Dion dulu padanya.


"Gak apa apa.. Aku cuma gak mau kamu lirik lirik cowok lain" Elak Hery.


"Hmmmm kan aku cuma sayang kamu.." Rena membawa tangan Hery ke perutnya.

__ADS_1


"Ini hasilmu lagi.." Perut Rena semakin membulat dan sudah terasa perbedaannya saat masih belum berisi janin.


"Iya donk.. Aku kan hebat.. Aku hebat di  dapur, sumur dan di kasur.." Rena memeluk Hery erat erat sambil tetap berlenggang bersama Hery.


***


"Sayang.. Kamu bilang ini perayaan kecil kecilan aja, tapi ternyata semeriah ini..?" Adel masih dalam pelukkan Bisma.


"Iya.. Aku juga gak tahu.. Kata Hery cuma perayaan kecil kecilan. Ternyata... Aku yakin Dion otaknya.." Mata Bisma memincing pada Dion yang sedang bersama Debora.


"Dion...? Namanya Dion..?" Adel menoleh juga.


"Jangan lirik lirik dia.. Dia itu genit.. Kalau kamu salah salah tanggap nanti dia G'er" Adel terkekeh mendengarnya.


"Kan aku sudah punya suami. Ganteng lagi.." Adel mencolek dagu Bisma.


"Emmm sudah berani goda goda suami ya..?" Kecupan hangat dari Bisma yang Adel dapatkan.


Dion berhasil menaklukkan Debora, membuat Debora tak canggung lagi dengannya.


Hery dan Rena yang seperti biasa sangat romantis penuh canda tawa dan tentunya tak lain adalah larangan. Yusp.. Larangan untuk Rena tentang itu dan ini. Bahkan mengenai laki laki juga tidak ada akhirnya larangan itu.


Bisma dan Adel. Pasangan baru, dengan cerita baru, dan penuh haru. Berdoa saja, agar rencana seseorang di luar sana tak berjalan dengan lancar dan mendapatkan apa yang ia inginkan.


.


.


.


.5

__ADS_1


&ggd:fto


Aaahhhrrr


.


Adel dan Bisma pamit. Mereka pulang dengan rasa senang dan gembira.


Bisma yakin setelah ini hanya akan ada kebahagian yang menyelimuti mereka. Kini tinggal satu hal terakhir yang menjadi PR Bisma.


"Haaaahh.. Aku lelah.." Keluh Adel dan meregangkan tangannya.


"Heeemm ya kah..?" Bisma tepat di belakang Adel.


"Iya.. Kamu gak..?" Adel berbalik.


"Gak.. Kalau buat kamu gak akan capek.." Bisma memeluk Adel.


"Hmmm gombal.." Cicit Adel.


Bisma tiba tiba menggendong Adel gaya bridal.


"Ah....?" Adel terkejut.


"Ayo kita ke kamar.." Bisma tersenyum penuh arti.


"Hah..? Kenapa.. Aku jadi deg degan ya..?" Adel memeganggi dadanya.


Sebenarnya Bisma sudah mengetahui hadiah istimewa yang di siapkan Dion dan Hery untuknya.


Satu satunya cara agar Bisma dan Adel membuka hadiahnya, adalah dengan membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


Off dulu..


__ADS_2