
Roy melipat bibirnya ke dalam. Bagian itu tersuguh indah.
"Kalau yang ini..?" Roy ingin mengulangi lagi.
"Itu.. Kayaknya kamu aja aku gak ada wewenang untuk masalah itu.." Sarah sedikit terkekeh.
"Oohh oke.." Lagi lagi terlihat di mata Roy pemandangan indah itu.
"Aduh...Tuan Roy bisa pinjam toilet dulu.." Sarah merasakan sakit perut tiba tiba.
"Oohh ada.. Di sana di dalam itu ada ruangan kecil, di dalamnya ada toilet." Tunjuk Roy pada kamarnya.
"Bukannya itu kamar pribadi tuan..?" Sarah merasa tak enak hati.
"Ya gak apa apa.. Toilet yang biasanya kan lagi macet.." Alasan Roy, memanglah toilet di ruangan Roy sedang macet dan beberapa toilet lainnya juga tapi Roy menggunakan alasan itu agar Sarah masuk dalam kamarnya.
"Ooohh yaya.. Di ruangan di bawah juga gitu.." Sahut Sarah lagi "Ya udah.. Ck udah gak tahan nih, sebentar ya.." Sarah segera berlalu ke kamar Roy.
"Kena kamu.." Gumam Roy. "Rezeki memang gak kemana yah.." Roy memastikan tak ada yang akan datang ke ruangannya.
"Tadi Hery sudah ke sini.. Gak mungkin dia ke sini lagi.." pikir Roy.
"Oke.. Ayo.." Roy masuk juga ke dalam kamar yang di masukki Sarah.
***
Debora bersiap ke kantor Hery untuk mengambil yang ia titipkan pada Hery.
"Semangat Debora.. Kamu pasti bisa.. Aku dukung kamu.." Rena menghibur Debora.
"Ya Rena, setelah ini Roy bebas. Aku juga gak perlu pikirkan dia lagi.." Debora sudah membulatkan tekadnya.
__ADS_1
"Baguslah.. Aku suka liat Debora yang kuat ini.." Rena memeluk Debora.
"Ya.. Tapi maaf ya setelah ini aku bergantung sama kamu.." Debora mengedipkan matanya.
"Aaahh gampang.." keduanya sangat cocok dan sudah seperti kakak beradik.
"Aku berangkat dulu.." Deborap pamit.
"Hati hati di jalan ya.." Rena kini tinggal menunggu kabar baik dari Debora saat kepulanngannya nanti.
**
"Ingatkan.. Aku ke situ sekarang ya.. Tunggu aku, kita langsung berangkatcdari kantor nanti Ma.." Adel mengambil tasnya dan mempersiapkan beberapa barang barang juga dengan ponsel yang menempel di telinganya.
"Iya.. Aku ingat.. Ya sinilah, dikit lagi ini selesai.. Tinggal aku antar ke Hery.." Bisma juga sama sibuknya di kantor. Tapi karna sudah janjinya untuk memulai pengobatan sore ini bersama Adel maka Bisma harus menepatinya. Selain itu Hery juga sangat mendukungnya.
Hari ini memanglah hari yang sangat sibuk untuk beberapa kalangan orang. Dengan semua aktivitas masing masing.
"Aahh?" Roy sedang duduk di tepi ranjangnya sambil memainkan ponsel.
"Kenapa.." Belum selesai Sarah bertanya, Roy sudah bangkit dari duduknya dan menghampiri Sarah.
Sarah merasa ada yang aneh pada Roy. "Roy.. Kamu mau apa..!!?" Roy tanpa basa basi lagi menggendong Sarah dan membawanya ke tempat tidurnya.
"Aaawwww.." Sarah di lempar bebas ke tempat tidur.
"Roy..?" Sarah mulai panik. Ini bukanlah maksudnya untuk masuk ke kamar Roy.
"Kam sudah menggoda aku.. Marilah.." Roy langsung menindisnya.
"Roy..!! Aaakkkhh.." Rok bawahan yang di kenakan Sarah di robek paksa oleh Roy. Mata Roy membulat sempurna ketika melihat kaki jenjang dan putih mulus milik Sarah.
__ADS_1
"Roy jangan Roy.. Ini kantor.." Sarah berusaha mengingatkan Roy.
"Bukan Sarah sayang, ini ranjang.." Roy menarik lagi dan melepaskan semua yang di kenakan Sarah dengan paksa.
"Aduh.." Sarah merasa sakit di bagian puggungnya karna Roy menarik paksa b*anya.
"Uuuhhh" Leguh Roy.
"Roy.. Jangan Roy.. Jangan...!!" Sarah berusaha menutupi tubuhnya sebisanya apalagi lagi bagian intinya.
"Ayolah sayang.." Pelan pelan Roy menyibak p*ha Sarah.
***
Debora memasuki kantor Hery. Langkahnya ringan, berharap semuanya akan baik baik saja.
"Nanti antar ke ruangan ya By.." Hery dan Roby pun berpapasan dengan Debora.
"Debora..? Mau ambil itu kah...?" Hery tak terlalu terkejut karna tadi Rena sudah mengabarinya.
"Iya Her.." Debora bersemangat.
"Ya.. Oke, tapi di ruangan aku, aku ambil dulu ya.. Kamu duluan aja ke ruangan Roy kalau mau.." Saran Hery.
"Isshh mana mau aku.. Aku tunggu kamu aja.." Debora ikut Hery ke ruangannya untuk mengambil pesanannya.
"Ini.." Hery menyerahkan benda kecil berwarna hitam dan tipis pada Debora.
"Pasanglah baru kita ke ruangan Roy kasih liat semuanya.." Usul Hery lagi.
"Ya Hery makasih ya.. Kalian berdua Rena sejauh ini sudah bantu aku.." Debora tak menyangka dulu orang orang yang sngat ia benci kini yang malah menolonngnya.
__ADS_1
Hery..