AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 18


__ADS_3

Roy mengirim pasannya pada Rena. Dan Rena senyum senyum melihat pesan yang di tebalkan Roy.


Baiklah aku tidak akan cantik cantik, aku cuma cantik di depan suamiku saja.


Pesan itu Rena kirim lagi pada Roy. Agar hati sang suami sedikit tenang.


Rena pun bersiap siap meju pusat perbelanjaan yang akan ia datangi. Bila jujur, Rena sama sekali tidak pernah menginjakkan kaki di yang namanya Mall. Dan ini kali pertamanya untuk melihat apa itu yang namanya Mall.


Rena memilih milih baju yang ada yang ada di dalam lemari besarnya. Rena memilih mengenkan celana jeans berwarna biru dan di padu dengan baju hitam polos lengan pendek. Cukup sederhana tapi menawan seperti anak anak muda masa kini. Baju hitam polos yang membuat kulit putih Rena lebih cerah terlihat.


Tiba tiba ponsel Rena berdering. Rena mengambil ponselnya yang berada di sampingnya dan melihat siapa yang mengirimkannya pesan. Dan tentu saja sang suami.


Taxinya sudah sampai sayang. Selamat bersenang senang. Jangan lupa aku ya..


Pesan singkat dari Roy Rena terima dan langsung memasukan ponselnya le dalam tas yang akan dia bawa ke mana pun ia pergi hari ini.


Rena keluar dari apartemennya dan ia sudah melihat Taxi eklusif untuknya sudah datang. Sopir itu melihat Rena yabg baru saja keluar dari apartemen karna sudah di kirimkan foto yang harus ia jemput maka sopir itu yakin ini yang akan menjadi penumpang ekslusifnya


"Apa anda pasti nyonya Rena Giren F. Saya sudah di tugaskan untuk menjemput dan mengantar hingga menuggu nyonya hari ini oleh tuan Filip." Sopir itu membungkuk memberi hormat pada bosnya satu hari ini.


"Oohh iya itu nama saya."


Hei... Sejak kapan ada F di belakang namaku.


guman Rena dalam hati menyadari namanya di ubah oleh sopir Taxi itu.


"Silahkan Nyonya..." Sopir itu membukakan pintu mobilnya mempersilahkan Rena masuk.


30 menit perjalanan akhirnya Rena sampai di depan bangunan yang cukup besar dengan orang orang yang berlalu dari kiri dan kanan.


"Pak... Apa anda tidak ingin masuk dengan saya.. Mungkin ada yang mau bapak beli...?" Rena menawarkan ada Sopir taxinya.

__ADS_1


"Tidak perlu Nyonya saya akan menunggu di sini saja. Nyonya bersenang senanglah." Sopir taxi itu menolak dengan halus tawaran Rena.


Rena pun kini masuk ke dalam bangunan kekinian itu. Sebenarnya Rena bingung harus membeli apa sebenarnya ia hanya ingin jajan. Tapi Roy malah mengirim Sopir dan mengantarnya ke tempat ini.


Berbagai toko toko Rena lalui di perjalanannya tak satu pun tempat Rena berhenti dan malah terus mengelilingi bangunan besar dengan berbagai toko itu.


Rena kemudian melewati toko baju laki laki. Rena teringat akan suaminya yang amat ia sayangi. Rena memilih masuk dan melihat lihat isi toko itu. Mungkin saja ada yang cocok untuk Roy di dalamnya.


Mulai dari jas, jaket, celana, sepatu, kaos kaki, baju, dasi sapu tangan, sweter bahkan dalaman pun ada. Toko yang cukup lengkap. Rena mengelilinginya dan mencari sesuatu yang cocok untuk Roy.


Rena memperhatikan kumpulan handuk kimono khusus laki laki. Rena mulai mencari warna dan model yang ia inginkan. Entah mengapa ia sangat ingin membelikan Roy handuk itu. Tanpa berpikir apakah Roy akan menyukainya atau tidak.


Rena masih memilih milih handuk kimono tak sadar ada seseorang yang sedang memperhatikannya.


***


"Tuan... Ini ada investor gelap ingin masuk ke dalam perusahan ini. Mungkin tuan ingin melihat dulu Atau ingin langsung saya buang?" Hery masuk ke ruangan Roy membawa Map merah di tangannya.


"Taruh saja dulu di sini nanti aku lihat. Aku masih banyak tugas yang lain." Roy hanya sekilas menatap apa yang Hery bawakan untuknya.


"Baiklah tuan.. Saya permisi dulu" Hery keluar lagi dari ruangan Roy dan kembali masuk ke ruangannya yang berada di depan ruangan Roy.


Roy selesai membaca laporan bulanannya dan kini beralih ke map yang baru saja di antar oleh Hery, Roy lupa masih ada laporan lain yang harus ia periksa tapi malah terambil map yang baru saja di antar Hery, karna map itu paling atas di berkasnya.


Roy mulai membaca satu persatu kalimat di dalam map itu. Kini konsentrasi Roy sejak tadi sudah ia pasang dengan tinggkat tinggi mungkin karna belakangan ini Roy merasa lebih tenang, bahagia dan membuat niat untuk berkerjanya makin bertambah dari pada bulan bulan lalu yang lebih mementingkan mencari tahu apa yang seharusnya ia tahu tentang istrinya.


Roy mengambil telpon kantornya dan menekan tombol di telpon itu.


"Hery masuk ke sini" Titahnya.


Tak terhitung detiknya Hery sudah berada di depan meja kerja Roy.

__ADS_1


"Siap tuan Saya di sini" Hery sudah siap di perintah Roy.


"Ini bukankah ini data ayah John?" Roy menujukan data yang baru saja ia baca.


"Iya tuan itu data Tuan Loir Carter." Jawab Hery singkat.


"Cih jadi dia benar benar ingin masuk ke perusahaan kita. Sungguh memalukan." Ledek Roy. "Tolak ini dan cepat kau buang jauh jauh kalau perlu kamu bakar lalu kamu taburkan abunya di lautan lepas sana. Oke" Roy menunjukan hamparan lautan yang terlihat dari kantornya, dan di luar jendela kacanya terlihat hamparan laut yang Roy maksud.


"Baik tuan saya mengerti" Hery membawa keluar map yang ia bawa tadi yang hanya ingin di musnahkan oleh Roy dengan secepatnya.


Sedangkan di tempat lain...


Rena masih asik memilih milih handuk untuk Roy masih tak menyadari masih ada yang mengawasinya.


Kadang orang itu tersenyum melihat Rena yang terkadang mengangguk angguk dan kadang juga menggeleng gelengkan kelapannya.


Sementara itu Debora dan John juga sedang asik memilih milih barang barang uang ada di mall itu.


"Sayang belikan aku ini. Ini sangat pas untukku. Kamu pasti menyukai wangi ini. Dan kamu akan makin lengket sama aku sayang." Bujuk John memperlihat botol farfum terkenal kepada Debora berharap Debora akan membelikan apa yang John pilih.


"Sayang kamu ini bisa saja. Tanpa itu juga aku pasti akan lengket padamu di bandingkan lengket pada Roy." Debora masih kesal dengan keputusan Roy yang membagi hartanya.


Mereka berdua pun melanjutkan belanja belanjanya dengan ria tanpa memikirkan siapa yang telah menyuntikkan dana untuk mereka belanjakan dan mereka hanya menjelek jelekkannya begitu saja.


Sedangkan Rena mulai menyeleksi handuk kimononya yang tinggal 4 helai yang ia pilih.


Sedangkan orang yang terus memperhatikannya mungkin sudah bosan diam diam memeperhatikan Rena memilih langsung menghampiri dan menyapa Rena.


"Hai... Apa kabar..?"


Rena berbalik dan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Cari apa sampe ke bawah sini... tu Bab selanjutnya di scrool aja lagi.. sabar ya... Koment terus ya. Berikan authot dukungan kalian.. dengan koment, like atau pun favoritkan..


__ADS_2