
Roy sama sekali tidak memperdulikan perasaan Debora saat ini. Ia tetap melanjutkan pekerjaannya.
Sedangkan Debora di bawa paksa keluar oleh sekuriti. Banyak pasang mata anak bawahan di perusahan itu yang melihatnya dan kini mulai banyak yang berbisim bisik
(Wah kenapa itu nyonya Filip di seret begitu)
(Tanda tanda janda duda nih..)
(Kasiannya)
Bisak bisik pekerja di sana tanpa sensor di depan Debora. Debora yang kini mulai sadar dengan mendengar bisik bisik itu pun tak terima.
Ia mulai memberontak pada sekuriti itu.
"Lepas.. Lepasin saya.." Teriaknya dan semakin membuat ramai di depan gedung itu. Makin banyak orang yang menyaksikan hal itu dan juga mengenal Debora kini mulai membicarakan kondisi terkini Debora dan ada pula yang mengeluarkan ponsel pintar masing masing dan mulai menyalakan kameranya.
Mungkin ini akan menjadi berita trending hari ini. Sedangkan Roy yang mendapat berita di ponselnya hanya tersenyum menanggapinya. Sangat puas dirinya membuat pelajaran kecil untuk Debora yang dengan lancangnya mengatakan bahwa perusahaan yang Roy bangun susah payah ini adalah Miliknya dan siap menerima perusahan yang sangat rendah seperti perusahan Loir Carter hanya karna Debora dan John memiliki hubungan.
Sedangkan Roy menikmati berita terupdate hari ini bahkan detik ini, Rena dan Dion masih berada di Mall yang sama sejak dua jam yang lalu.
"Hei ini sudah saatnya aku pulang aku pulang duluan tidak apa apakan?" tanya Rena pada Dion.
"Iya tidak apa apa kok, aku juga sudah mendapatkan hadiah yang aku cari untuk adik adikku. Terima kasih ya sudah menemani aku berbelanja hari ini. Dan terimakasih untuk pilihan pilihanmu. Aku yakin mereka pasti akan menyukainya." puji Dion pada Rena yang sudah memilih hadiah yang bagus untuk adik adiknya.
"Hei aku rasa kita berdua melupakan sesuatu.." Rena mengingat sesuatu yang belum mereka lakukan sejak kemarin bertemu.
"Apa?" Dion kini benar benar tegang mendengar ucapan Rena ada yang mereka lupakan.
"Kita lupa berkenalan.." Rena tersenyum pada Dion yang sepertinya sudah benar benar penasaran dengan jawaban dari Rena.
"Oohhh iya juga ya... Kemarin mama ada menyebutkan namamu tapi aku lupa." ucap Dion juga membenarkan ucapan Rena tentang mereka yang belum berkenalan dengan benar.
"Baiklah karna aku laki laki sejati, biarkan aku yang memperkenalkan diri terlebih dahulu. Hai namaku Dion, namamu?" Dion mengulurkan tangannya layak seorang yang mengajak berkenalan biasanya.
Rena tertawa kecil melihat Dion yang melakukan hal itu padahal sejak tadi mereka makan dan berbelanja bersama tidak mengingat hal kecil ini. Bahkan kemarin Dion meneraktir Rena es krim coklat pun tidak mengingat untuk sekedar menanyakan nama masing masing.
__ADS_1
"Namaku Rena.. Salam kenal.." Rena menjabat tangan Dion dan keduanya tertawa bersama.
Tak jauh dari keduanya John sedang memperhatikan intraksi Rena dan Dion.
"Perempuan ini... Dan laki laki ini.." guman John sendiri.
***
Rena sudah sampai di unitnya dan kini ia sedang membereskan belanjaannya hari ini. Tadi sambil berjalan jalan dengan Dion, Rena ada membeli susu cair, sayuran yang ia inginkan, ikan ikan dan daging, bahan dapur lainnya juga ada.
Tak lupa juga handuk kimono untuk Roy juga ia rapikan di kamar. Karna Rena merasa tubuhnya lengket Rena milih untuk bersihkan dirinya.
Saat di tinggal Rena membersihkan diri, Roy menghubungi Rena. Roy penasaran kenapa istrinya tidak menjawab atau pun sekedar membalas chatnya.
"Kemana dia? Apa dia belum pulang dari Mall, tapi sudah 30 menit yang lalu tidak ada transaksi lagi. Mungkin masih di jalan." Roy kini yang sudah berada di base apartemen langsung saja menuju unitnya dan Rena.
Tapat saat Roy masuk ke kamarnya Roy mendengar suara gemericikan air mengalir.
"Ooohh dia mandi rupanya?" Roy tersenyum mengerti mengapa istrinya tidak mengangkat atau pun membalas chat darinya, rupanya sedang bersih bersih dulu.
Tanpa Roy sadari Rena kini sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandinya.
"Eehh.." Rena yang masih menggunkan handuk yang melilit di tubuhnya untuk menutupi bagian bagian yang tak patut di beri tahukan.
"Kenapa sayang?" Roy kini sedang di uji kuadratnya sebagai seorang laki laki sejati.
Roy maju dan memeluk Rena dengan erat, di hirupnya aroma kesegaran yang Rena dapatkan setelah mandi.
"Roy..." Rena geli dengan tangan yang mulai nakal kini.
Roy menatap wajah cantik istrinya, ia mendepat ketenangan dengan hanya menatapnya.
Perlahan Roy mulai mendekatkan wajah keduanya dan menautkan ciuman mesra pada Rena. Rena yang juga rindu akan suaminya juga menikmati semua permainan Roy.
Meninggalkan permainan Roy dan Rena kini pasti banyak yang bertanya tanya tentang Dion. Siapakah Dion sebenarnya. Dan pasti masih ada yang penasaran dengan kartu yang John lihat. Dan kartu yang John kembalikan pada Dion.
__ADS_1
Mari kita telusuri..
Saat Dion menyadari gerak gerik aneh dari John dan juga Debora, Dion sudah siaga. Dion yakin keduanya memiliki niat buruk pada wanita di depanya saat ini.
Diam diam tanpa sepengetahuan Rena Dion menukar kartu goldnya dengan kartu Rena yang bertuliskan nama Roy Filip.
Siapa yang tidak mengenal Roy Filip. Dia tokoh bisnis yang sangat terkenal di negara ini. Oleh sebab itu tidak salah jika Roy mengatakan banyak fansnya yang sering mengaku mengenalnya.
Begitu juga dengan Dion, dia tidak mengenal, tapi ia cukup tau siapa Roy Filip. Dan Dion yakin Rena pasti memiliki hubungan dengan Roy dan juga Debora istri sah dari Roy.
Garis besarnya Dion sudah ketahui meski ia tidak yakin itu benar atau tidak. Kini kartu Dion dan Rena telah ia tukar tanpa sepengetahuan Rena.
Saat Rena hendak membayar dan benar juga dugaan Dion, John melaksanakan rencananya.
John menabrakan tubuhnya dengan tubuh Rena dan membuat Kartu yang Rena pegang jatuh ke lantai begitu pula dengan Rena yang terduduk di lantai Mall, dan begitu pula dengan John yang berpura pura menjatuhkan tubuhnya kelantai.
Dion santai saja melihat akting dari John yang seolah natural terjadi padahal di rencanakan.
Dion pun bangkit dari duduknya dan menanyakan keadaan Rena. Mendengar Rena tidak apa apa Dion cukup lega. Kini Dion beralih ke kartu yang sedang di putik John di lanti.
Dion yakin kini John sedang membaca nama yang ada di Kartu gold itu. Jauh di lubuk hati Dion tersenyum penuh kememangan. Rencananya berhasil menolong Rena dari ancaman Debora dan juga John.
Kartu Gold yang bertuliskan nama Dion Wigara tertulis dengan sangat jelas di sana. Dan itu cukup membuktikan kartu gold itu mikik siapa. Dan John kali ini tidak salah lihat lagi.
Kartu Dion Wigara yang kini di pegang John. John pasti mengenal siapa itu Dion Wigara. Salah satu pemegang pertambangan Kalimantan. Dan pantas jika Dion memilikinya.
Dion yang memecahkan pikiran John saat ini dengan menanyakan kartu temannya yaitu Rena. John menyerahakan kartu itu dan berlalu dengan pikirannya sendiri.
Seorang Dion bukanlah tandingannya dan juga Debora. Yang patut manandingi Dion adalah pemikik perusahaan terkenal negara ini itu baru pas. Yaitu Roy sendiri. Dan menurut John tidaklah mungkin wanita mikik Dion dan wanita milik Roy sama. Dan kembali mengingat Roy sangat mencintai Debora tidaklah mungkin Roy mengambil wanita Dion Wigara. Pikir John saat itu. Saat di mana Debora sangat kesal padanya hingga sang ayah menelpon Debora pun John tak perduli. Baru saja ia bertemu orang yang cukup besar. Memang hari hari John mendengar bahkan bertemu dengan Roy tapi entah kali ini John merasa Dion lebih unggul dari Roy dengan wajahnya yang tampan dan suara merdunya, ditambah lagi dengan wibawanya yang tak terkalahkan.
Sementara itu Rena menuju ke toilet untuk mencuci tangannya yang terkena debu lantai Dion dengan santainya menukar kembali kartunya dengan kartu Rena dan Roy. Dan setelah Rena kembali dari toilet Dion menyerahkan lagi kartu Rena sesungguhnya pada Rena dan membiarkan Rena melakukan pembayaran dengan tenang. Senyum Dion kembali lagi ke bibir tebalnya. Ya beginilah Dion melindungi orang orang di sekitarnya tanpa orang itu sadari. Bukan hanya Rena yang Dion lindungi diam diam, tapi begitu pula dengan adik adiknya.
Inilah cara Dion melindungi orang orangnya.
Yeeee dah gak penasarankah...
__ADS_1