AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 317


__ADS_3

Adel meneteskan airmatanya mendengar cerita Bisma. Meski itu Bisma tetap menghapusnya dan melarangnya untuk menangis, padahal dirinya sendiri menangis pula.


"Aku terjerumus.. Aku sakit.. Sakit tanpa darah. Aku.. Mungkin laki laki paling lemah di dunia.. Aku.. Ya aku.." Bisma tetap tersenyum pura pura ia baik baik saja.


"Jadi itu yang selama ini kamu sembunyikan dari keluarga kamu, dan buat kamu jadi begini...?" Adel memeluk Bisma.


"Eeemmmm" Bisma mengangguk.


"Bismaaaa.." Adel sedih dan memeluk erat Bisma.


"Maaf Del.. Aku kotor.. Aku laki laki yang paling kotor di dunia.." Bisma merasa sedih.


"Bisma..!!" Adel melotot meski matanya di penuhi airmata.


"Sudahlah.. Sayang.. Kamu belum makan ini sudah hampir jam 12 siang.. Ya ampun.. Cerita aku panjang banget ya.. Maaf ya.." Bisma merasa bersalah.


"Aku cari makanan dulu.. Kamu tunggu di sini ya.. Aku juga cari pakaian buat kamu ya.." Bisma yang masih lengkap dengan pakaiannya menawarkan diri.


"Eeemm gak mau.. Aku gak mau di tinggal.." Adel langsung memeluk Bisma erat.


"Sayang.. Aku lapar.. Kamu juga lapar kan..? Kita cari makan.. Kalau kita cuma diam di dalam kamar gini kayak apa daat makanan..?" Bisma mengecup puncak kepala Adel berkali kali


"Gak.. Aku gak di tinggal.. Aku mau sama kamu.." Adel mengosok gosokkan pipinya di dada Bisma.


"Manjanya.. Aku cinta kamu.." Bisma merasa cintanya semakin besar pada Adel setelah melakukan pengakuan dan menceritakan kisah pahitnya.

__ADS_1


"Aku gak mau sendiri di kamar.. Aku mau sama kamu.. Kalau gak itu aku ikut kamu.." Adel Kekeh.


"Ck.. Ikut dengan busana kamu yang gak ada busana..?" Ucap Bisma agak lucu.


"Ck.. Kita pesan aja sama pihak Hotel nanti minta mereka antar ke kamar kita ini" Ide Adel.


"Hmmm iya juga ya.. Ya udah aku hubungi dulu ya.." Bisma mengambik telpon bergagang yang ada di kamarnya.


"Kita tunggu.. Aku sudah minta mereka antar makanan ke kamar.." Bisma duduk lagi dengan Adel yang sedang menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Gak panas kah..?" Bisma melirik selimut yang di pakai Adel untuk menutupi tubuhnya yang polos.


"Gak apa apa.." Adel meneliti tubuhnya. Padahal rasa tidak nyaman yang ia raskan karena menutup tubuhnya dengan selimut.


"Sayang.. Pakai ini aja ya.. Biar gak kepanasan.." Adel megangguk.


Adel membuka selimutnya dan mengenakan handuk itu. Bisma tak bisa melepaskan pandangannya dari Adel.


"Kenapa kamu liatin aku gitu...? Malu..!" Pipi Adel memerah.


"Kok malu sama suami sendiri..?" Bisma memeluk Adel yang kini hanya mengenakan handuk putih polos.


"Ya kan.. Aku.." Adel menggigit bibirnya.


"Mau aku yang gigit kah..?" Bisma tanpa menunggu langsung memangut bibir Adel.

__ADS_1


"Aku cinta kamu Bisma.." Lirih Adel.


Mendengar itu Bisma langsung membawa Ade ke surga dunianya. Mencicipi kenikmatan bersama orang tercinta sangatlah menyenangkan.


Berkali kali Bisma terus mengucapkan rasa cintanya pada Adel. Adel menerima semua pelayanan dari Bisma. Tak ada penolakkam bahkan rasa yang kali ini lebih nikmat dari sebelumnya.


"Ssstttt.." Hasrat Adel sangat tergoda dan bahkan ia bisa mengimbangi permainan Bisma.


"Aku menyukainya Bisma.." Bisik Adel sangat seksi.


"Oke..!!" Bisma melanjutkan aksinya.


****


Adel keluar dari kamar mandinya, tubuhnya merasa sangat segar. Dan tepat setelah Adel, Bisma juga keluar dari kamar mandi itu. Mereka mandi bersama setelah keseruan permainan mereka tadi.


"Segar..?" Bisma memeluk Adel dari belakang.


"Eeemmmm" Adel mengecup sekilas Bibir Bisma.


Tok tok tok..


"Itu pasti pesanan kita.." Bisma membukakan pintu kamarnya.


.....

__ADS_1


__ADS_2