
"Bisma.. Kamu yakin sudah mendingan..? Bisa turun kerja..?" Adel membantu Bisma bersiap.
"Ya aku sangat bersemangat. Oke nanti sore aku minta pulang lebih awa untuk pengobatan pertama ke Psikiater itu.. Ingat.. Temani aku ya.." Bisma mengedipkan matanya pada Adel.
"Iya.. Hati hati ya.." Adel melambaikan tangannya.
"Makasih.." Bisma sangat bersyukur mendapat Adel yang sangat sabar bersamanya.
***
Rumah Hery sangat hangat pagi ini. Belum para bayi yang makin hari makin aktif, sebelum matahari menampakkam dirinya, Alf dan Elf sudah membuka matanya. Bermain sesuka hatinya, berteriak sana sini bersama pengasuhnya.
Papa dan Mamanya masih menikmati pagi ini.
"Ma.." Suara terdengar jelas dari luar kamar Rena.
"Ya ampun.. Sudah jam berapa ini... Alf dan Elf udah bagun..!" Pekik Rena.
"Sayang bangun dah pagi.." Rena mengguncang Hery.
"Eeemm.. Aku memang sayang Alf dan Elf.." Hery memeluk perut Rena.
"Dan yang ini juga.." Hery mengelus perut Rena.
"Eemm sayang aku ini.." Rena sangat gemas pada Hery.
__ADS_1
"Sayang.. Bangun sayang.. Sudah pagi.. Gak mau turun kerja..?" Rena mengusap dagu Hery.
"Gak.. Aku kan bosnya.." Sombong Hery. Matanya masih terpejam rapat.
"Eeemm kalau gitu.. Alf dan Elf gimana.. Kan belum di sapa pagi..?" Rena melirik Hery dengan nakal.
"Haaahh..? Alf dan Elf ku.." Secepat kilat Hery bangun dari tempat tidur dan keluar mencari Alf dan Elf.
"Sayang.. Ayo ikut aku.." Panggil Hery lagi.
"Hehehehehe iya sayang..." Rena tertawa dulu lalu setelah itu menyusul Hery untuk mencari Alf dan Elf.
Karena itu adalah kebiasan yang Hery tanamkan, anak anaknya harus di sapa setiap pagi oleh Hery dan Rena. Walaupun hanya untuk mengatakan selamat pagi, lagi apa, makan apa, main apa, semua itu harus.
Hery ingin setiap hari nanti anak anaknya akan menjadi pribadi yang bersemangat setiap paginya. Ramah pada semua orang dan penyayang.
"Pa.. Pa.." Alf sangat semangat juga menyapa Hery.
"Waahh lagi mamam apa ini..?" Hery menengok isi mangkuk Alf.
"Waahh makan bubur.. Enak.?" Hery sangat sayang pada anak anaknya ini.
"Elf sayang.. Ini Papamu sayang.." Hery beralih pada Elf lagi.
"Papa.." Elf lebih lancar berbicara.
__ADS_1
"Oowww gadis cantik ini.." Rena tersenyum melihat kasih sayang yang di berikan Hery pada anak anaknya. Rena tak pernah melihat kasih sayang seperti ini.
Terharu rasanya, semua ini seperti mimpi. Tapi ini kenyataannya. Rena mendapatkan cinta dan kasih sayang yang melimpah dari Hery dan bukan hanya dirinya, tapi anak anaknya juga sangat di sayangi.
"I love you.." Rena memeluk Hery dari belakang tiba tiba.
"Ehh kenapa ini..?" Hery terkejut.
"Aku cinta kamu.." Rena memeluk Hery erat erat.
"Ooohhh istri aku juga mau di manja.." Hery berbalik dan memeluk Rena juga.
"Kenapa kamu sangat sempurna..?" Rena menyatukan hidungnya dan hidung Hery.
"Aku gak sempurna tapi karna ada kalian bertiga aku jadi sempurna... Oohh bukan tiga.. Akan empat.." Hery mengelus perut Rena.
***
Di kantor, Roy bersiap untuk wawancaranya hari ini. Kemarin sudah dari salah satu chanel dan kini dari chanel lain lagi yang akan mewawancarainya.
Roy tak sendiri ia di temani Sarah. Menghafal beberapa topik dan beberapa hal yang akan di sampaikan Roy nanti.
"Sarah yang ini..?" Roy menunjuk salah satu kalimat di kertasnya.
"Ya ini bisa aku juga.. Aman aja." Sarah sedikit menunduk melihat apa yang Roy tanyakan.
__ADS_1
Bagian atasan Sarah sedikit terlihat karna sedikit menunduk itu. Roy tak sengaja melihatnya.
Roy.