AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 322


__ADS_3

"Adel..!" Pekik Rena ketika melihat anggota keluarga yang hampir satu hari ini sulit di cari.


"Rena..!" Adel segera memeluk Rena.


"Kamu kemana aja sama Bisma.. Kok gak ada kabarnya.. Aku hububungi malah laki laki lain yang angkat..?" Pertanyaan bertubi tubi dari Rena tentunya.


"Ceritanya panjang sayang, tapi yang penting sekarang Adel dan Bisma sudah ketemu dan pulang dengan selamat..." Hery menenangkan istrinya.


"Hmmmm iya sayang.. Ya udah.. Kalian bersih bersih dulu ya.. Aku sudah siapkan makan malam sama bibi bibi di dapur.." Jelas Rena.


"Ada Bibi..?" Adel tak merasa ia memiliki seorang asisten rumah tangga.


"Asistenku Del.. Aku bawa ke sini.." jelas Rena lagi.


"Oohhh ya..? Makasih Rena..." Adel merasa sangat tertolong.


"Sama sama Del.. Sekarang mandi dulu baru kita makan sama sama.." Ajak Rena.


"Mana malaikat malaikatku..?" Hery mengedarkan pandangannya.


"Di ruang tamu sama bibinya.. Paling lagi main.." Rena mengelus lengan kekar suamianya.


"Aku cinta kamu.." Bisik Hery yang selalu membuat hati Rena berbunga bunga meski sudah sering di ucapkan Hery.


"Kamu juga bersih bersih dulu kalau mau main sama Alf dan Elf.. Seperti kata kamu.. Kita nginap di sini satu malam ini.. Aku sudah siapkan semuanya sayang.." Hery menarik Rena dalam pelukkannya.


Tinggi keduanya yang sangat cocok dan membuat Rena selalu di hadapkan dengan dada Hery sangat membantu Rena untuk menciumi tubuh suaminya.


"Oke sayang.. Makasih.. Kamu memang yang terbaik.." Puji Hery sambil terus mengecup kening Rena.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


"Jadi gini rasanya jadi seorang suami..?" Dion sangat antuasias malam ini.


"Hah.. Kamu ini ada ada aja.." Debora menghela nafasnya.


"Iya.. Ini pertama kalinya aku temani seorang ibu hamil untuk periksakan kandungannya.. Aku sangat bersemangat.." Senyum manis Dion tidak pernah luntur sejak tiba di sini.


Debora sangat tak suka dengan wanita lain yang melempar tatapan juga pada Dion. Mereka sangat menyukai senyum manis Dion.


"Dion.." Panggil Debora. Pemiliknya pastilah menoleh cepat.


"Apa..?" Dion menatap Debora dalam dalam.


"Eeemmm.. Gak jadi.." Debora malu mengatakan kalau ia tak suka banyak wanita memandang Dion.


"Eeemmm?" Dion menggaruk tengkuknya.


Debora mengedarkan pandangannya. Ada lagi seorang perawat muda dan terlihat sangat cantik dengan seragamnya yang sama pada melirik Dion.

__ADS_1


Di sanalah Debora semakin terkompori.


"Dion..!" Debora menekankan nada suaranya.


"Apa..?" Dion tetap santai saja.


Debora tak banyak bicara. Ia langsung mengambil lengan Dion dan menggandengnya meski sedang duduk.


"Eeemmm?" Dion masih belum peka. Memang Dion terlalu prik.


"Banyak yang lirik kamu.." Cicit Debora.


Semburat semburat senang di wajah Dion. Debora sedang cemburu padanya yang di pandangi beberapa wanita di sini.


Debora tak akan mengerti apa yang Dion rasakan tapi itu sudah cukup untuknya. Cukup untuk tahu seberapa besar rasa Debora padanya.


Dion tentu tak menyia nyiakan moment ini, Dion mengelus elus tangan Debora. Sesekali Dion mendekatkan kepalanya dan kepala Debora.


"Heh.. Liat.. Itu perawat itu lirik terus..!" Dion akhirnya melihat yang tak di sukai Debora sejak tadi.


"Sok cantik lagi dia.." Tambah Debora.


"Iya.. Cantikkan juga kamu sayang.." Dion mecolek dagu Debora.


"Eemmm.." Debora mengangguk setuju dengan anggapan Dion.


Debora tak menyadari senyum kemenangan Dion terukir indah di bibirnya. Diam dian Dion terus tersenyuman itu terus di balas oleh sang perawat.


Debora menoleh juga pada Dion dan akhirnya melihat senyum yang di buat Dion.

__ADS_1


Debora...


__ADS_2