
Bisma melihat dari ekor matanya, seorang wanita dengan gaun putih pula.
Saat menoleh, mata Bisma tak bisa bergerak dan memindahkan pandangannya. Bahkan untuk berkedip saja Bisma lupa.
"Apa itu Adelku..?" Bisma berguman.
"Yes.. Brother.. She is yours wife.." bisik Dion di telinga Bisma.
"Dan malam ini.. Milik kalian.." Hery menyiku Bisma tapi tetap saja Bisma tak bergeming.
"Yahhh.. Malam ini milikku dan Adel.." Gumam Bisma lagi.
Hery dan Dion mendorong Bisma agar maju dan menjemput Adel. Sedikit kaku, tapi dengan gejolak yang ada di hatinya Bisma memberanikan diri.
"Sayang.." Panggilnya.
Bisma mengangkat wajah Adel yang malu malu memperlihatkan wajahnya.
"Tatap aku..!" Pinta Bisma.
Adel menatap Bisma. Matanya sangat indah dan tampak berkilau di mata Bisma.
"Aku mencintaimu.." Setelah mengatakan itu, Bisma langsung meluma* bibir Adel di depan semua orang di rumah itu.
Tanpa terasa Dion memeluk pinggang Hery.
"Ck.. Apa sih.." Bisik Hery.
"Aku gemes.." Bisik balik Dion.
"Hei Ren.. Liat mereka berdua.. Romantis sekali.." Bisik Debora pada Rena.
"Owwwyyy.." Rena juga senang melihat kedekatan Hery dan Dion.
.
.
__ADS_1
.
.
"Oke.. Malam ini, kalian adalah Raja dan Ratu samalam. Dan maaf aku akan memerintah sebentar.."
"Kita mulai dari yang mudah dulu raja dan ratu." Dion menepuk tangannya beberap kali.
"Wahhh cantik.." Seru Adel ketika melihat kue yang di bawa beberapa orang.
"Itu memang sangat cantik.. Karena itu adalah kue untuk kalian.." Ucap Dion.
"Waahh jadi aku dan Adel benar benar akan menikah lagi..?" Bisma menarik pinggang Adel mendekat padanya.
"Yups.. Semoga kalian suka.." Dion mempersilahkan Adel dan Bisma memotong kue cantik itu.
Bisma berdiri di belakang Adel dan sama sama memegang pisau plastik untuk memotong kuenya. Memeluk pinggang Adel.
Hery mengambil gambar yang cantik itu. Untuk ia pamerkan pada seseorang.
"Satu.. Dua.. Tiga.." Hitung mereka beesama sama, Bisma dan Adel memotong kue itu.
.
.
.
.
"Kita lanjut.. Silahkan.." Dion memberikan potongan kue di piring dan terdapat dua sendok.
"Ayo suap suapan.." Seru Debora.
"Aaaa.." Keduanya mengangguk.
"Sama sama ya.. Tangannya donk tangannya.." Seru Dion lagi yang paling banyak ide.
__ADS_1
"Astaga..." Bisma tersipu malu ketika tangannya dan tangan Adel saling lilit dan memegang masing masing sesuap kue.
"Satu.. Dua.. Tiga.." Adel dan Bisma sebisa mungkin meraih kue di sendok masing masing, sehingga seperti sedang ciuman lagi.
"Oooowwwww.." Rena dan Debora benar benar senang melihatnya. Begitu pula dengan Dion. Dan Hery, ia tetap mengambil gambar sebanyak mungkin.
"Oke.. Makan kuenya sudah.. Dan sekarang tinggal minum.. Jangan makan tanpa minum ya.. Nanti cegukkan.." Ledek Dion sambil menyerahkan dua gelas bertangkai pada Adel dan Bisma.
"Tenang ini cuma sirup strawberry kesukaan Bisma kan..? Oke.. Mari kita mulai.." Ajak Dion.
Tangan keduanya di lilit lagi dan meraih gelasnya. Sangat dekat dan intim sekali.
"Aku rasa hampir semuanya kita lakukan.. Tinggal yang satu ini yang paling penting.." Hery memanggil orangnya dan membawa cincin yang tadi Bisma dan Adel beli.
"Jadi karena itu kamu minta aku belikan Adel cincin baru..?" Bisma melirik Hery.
"Kalian akan memulai sesuatu yang baru dan bersejarah dalam hidup kalian. Dan kalian sudah mulai dari cincin ini. Cincin dengan ukiran nama kalian. Bukankah ini adalah sejarah..?"
"Pakaikanlah di jari manis Adel, Bisma.." Rena juga ikut menimpali.
Bisma dan Adel saling pandang. Kedua mata itu bertemu, dan sama sama tersipu malu.
"Adel.. Aku gak tahu aku harus bilang apa.. Tapi aku cinta kamu dan kamu milik aku sepenuhnya.." Bisma langsung memasangkan cincin itu di jari manis kanan Adel.
"Ooowww..." Dion, Hery, Rena Dan Debora sangat tersentuh.
Kini giliran Adel yang memasangkan cincin di jari manis Bisma.
"Aku akan ingat malam ini sampai kapan pun.. Malam ini aku benar benar jadi seorang istri.. Makasih suami ku.." Adel memasangkan cincin itu di jari manis Bisma.
Bisma meraih dagu Adel dan mengecupnya lagi.
"Yeeeeeyyy..."
Setelahnya, Adel dan Bisma berdansa bersama, Rena dan Hery juga berdansa bersama. Hanya Debora dan Dion yang duduk di sofa dan menonton pasangan pasangan itu.
"Apa aku boleh berdansa denganmu..?" Tanya Dion dengan sopan.
__ADS_1
Debora..