
"Ayo duduk sayang.. Kita makan, kasih tahu aku rasanya" Ucap Hery, ia mendudukan Rena di kursi.
"Emangnya sayang gak makan...?" Rena terkejut dengan yang Hery katakan barusan yang seperti mengatakan kalau Hery tidak ikut makan.
"Bukanya gak makan sayang, tapi sayang coba dulu semua masakannya, kasih nilai deh.. Habis semuanya sayang coba, baru aku ikut makan. Aku mau tahu apa sayang suka gak masakan buatan aku.." Ucap Hery dengan bangga.
"Hah.. Kamu yang masak semua ini...?" Berjenis jenis masakan yang ada di hadapannya ini adalah masakan Hery.
Ada ayam betutu, sate lilit, Lawar, rujak Bulung, Tum ayam, nasi tepeng, tipet catok, bubur injin, jeje laklak, banyak sekali dan bukanya tidak mungkin Hery membuatnya dalam satu malam kan...
"Ya ini aku yang buatkan, aku di temani 9 ahlinya dari kuliner kuliner ini, mereka bantu aku buatkannya, kalau gak ada mereka juga aku gak tahu cara buatnya." jelas Hery pada Rena yang tak percaya.
"Jam barapa kamu bangun Sayang..? Kayak apa bisa masak segini banyaknya dalam satu malam..?" Masih tak percaya.
"Ya kan sudah ada yang ahlinya jadi gak terlalu susah deh, mereka juga sudah siapkan bahan bahannya, aku tinggal bantu olah dan masak. Eeemm untuk aku bangunnya dari jam 2 malam.." Rena membulatkan matanya.
"Hah.. 2 malam..?" Rena sampai berdiri dari duduknya.
"Ya sayang kalau gak dari jam segitu yang gak bisa ada sebanyak ini makanannya..." Ungkap Hery lagi.
"Kamu tinggalin aku jam 2 Malam sampai pagi ini tadi??" Itu yang Rena kesalkan.
"Eeemm ya sayang semua itu untuk kamu.." Hery memeluk Rena.
"Aaaaa.. Aku gak mau di tinggal.." Rena merengek.
"Ya aku gak tinggalin kok.. Aku cuma di sini sini aja kok.. Aku juga kadang balik ke kamar terus kecup kamu sama Baby.. Abis itu baru aku balik lagi ke dapur..." Cerita Hery.
"Eeem suami nakal aku ini.. Berarti kamu kurang tidur deh malam tadi...?" Rena mengelus elus punggung Hery.
"Ya.. Kan nanti aku di manja manja sama kamu sayang..." Hery sengat yakin.
"Kenapa kamu gak kasih bangun aku untuk temani kamu masak..?" Tetap kekeh.
"Ya kamu enak banget tidurnya abis di manja aku.. Ya udah aku masak sendiri aja." Rena mencubit pinggang Hery.
"Sayang..!?" Hery sangat geli di area pinggangnya.
"Udah ya ayo kita makan.." Ajak Hery dan keduanya makan bersama.
***
Debora dan Bi Mila sedang menyajikan makanan di meja makan. Eyang datang dan sangat terkejut.
"Wah Debora..." Pekik Eyang.
"Iya Eyang kenapa..?" Debora juga ikut terkejut karna Eyang yang memanggil ia dengan tiba tiba.
__ADS_1
"Kamu bantu Bibi di dapur..?" Eyang mempertanyakan kebenaran matanya takut ia salah lihat.
"Ya Nyonya, Nyonya muda bahkan bantu saya masak di dapur.." Sahut Bi Mila juga agar sang Eyang tahu.
"Waaaahh.. Mantap Debora.. Rpy pasti makin sayang sama kamu, teruskan nak.." Eyang sangat mendukung Debora seperti biasanya.
"Pagi Eyang.." Roy juga turun dari kamarnya sambil memasang kanging di pergelangan tanganya.
"Pagi Roy.. Liat ni istri kamu sudah susah susah masak sarapan untuk kamu loo.." Mulai pamer pada Roy. Roy tahu tentunya karna ia melihatnya sendiri.
"Ya baguslah.." Hanya sesingkat itu.
"Ayo kita makan, mana masakan kamu..?" Debora terseyum lebar mendengar Roy menanyakan masakannya.
"Tadi aku masak ini dan ini.." Debora menyodorkan masakannya
"Kamu masak sayur, padahal kamu gak suka sayur..." Balas Roy lagi.
"Iya kan mencoba Roy.." Bela Debora ada dirinya sendiri.
"Eeemmm enak Ini Roy.." Eyang sudah mencoba duluan.
"Eeemm ya Eyang.." Mereka pun mulai sarapan bersama.
***
Siang pun tiba, Debora lebih percaya diri hari ini karna baru saja ia bersama Eyang membuatkan Roy Gado gado. Eyang sangat yakin Roy suka Gado gado itu.
"Saya mau ketemu sama Tuan Roy.." Ucap Debora pada seorang yang ada di luar ruangan Roy.
"Silahkan Nyonya, tuan sudah menunggu.." Ucap orang itu.
"Roy sudah menunggu..?" Debora masuk dan melihat Roy sedang bertelpon dengan Hery. Terdengar beberapa kali Roy bertanya pada Hery.
"Oke Her.. Siap.. Selamat bersenang senang.." Roy memutuskan panggilannya.
"Debora..?" Roy terkejut sudah ada Debora di ruanganya tapi sepertinya Debora tidak peduli dengan yang Roy dan Hery ceritakan.
"Ya.. Ini aku bawakan Makan siang Roy.." Ucap Debora dan menyerahkan kotak makan Roy.
"Kamu dari kapan ada di sini, kok aku gak dengar kamu masuk..?" Roy sebenarnya takut kalau Debora tahu rahasianya.
"Eeemm tadi aku masuk tapi kamu lagi telponan sama Hery ya udah aku tunggu aja.." Ucap Debora santai.
"Ooohhh.. Kamu bawa apa nih..?" Roy membuka kotak makan siangnya.
"Itu Gado gado, aku di ajarin Eyang buatnya." Jelas Debora.
__ADS_1
"Oooohh jadi Eyang yang buat..?" Duga Roy.
"Bukan Aku yang buat, Eyang cuma kasih intruksi aja sambil duduk di kursi.." Terangnya lagi.
"Oohhh oke.." Roy membuka kotak makannya dan mencicipinya.
"Gimana...?" Debora sudah penasaran.
"Apanya..?" Roy masih mengunyah.
"Rasanya..?" Debora mengigit bibir bawahnya.
"Enak.." Jawab Roy dengan tulus dan menganggukan kepalanya.
"Yes..." Debora ribut sendiri.
"Eeehh mana es krimku..?" Roy masih mengingatnya.
"Ya aku bawa juga kok.. Ini.." Debora mengeluarkan lagi kotak lain dari tas kain yang ia bawa tadi.
"Cobalah.." Ucapnya.
Roy mengangguk dan sedikit tersenyum, Debora sangat suka melihat senyum Roy yang indah itu.
"Kamu kenapa senyum senyum gitu...?" Roy juga memperhatikan Debora.
"Kamu ganteng banget kalau lagi senyum Roy.." Debora terbius dengan ketampanan Roy.
"Hah..?" Roy pura pura tak dengar.
"Eh..?" Debora baru sadar yang ia katakan.
"Hehehe maaf..." Debora malu.
Roy menggelengkan kepalanya.
***
Sangat berbeda, Hery dam Rena sedang di kamar dan beristirahat. Hery tidur di pangkuan Rena dengan sangat nyaman. Rena memainkan rambut Hery.
Senyum di bibir Rena tak ada habisnya memandang wajah tampan suaminya itu. Yang paling Rena suka adalah tahi lalat yang Hery punya di atas bibirnya. Sangat menggoda menurutnya. Belum lagi bibir lembut dan kenyal itu semakin menggoda.
Hery tak mengenakan bajunya dan membuat kesan seksi di tubuhnya semakin terlihat. Tak jarang juga Rena menyentuh dada Hery.
Bayi dalam kandungan Rena juga kadang bergerak, Rena sangat suka melihat intraksi di antara keduanya benar benar dekat.
"Kamu juga sayang papa ya..." Rena mengelus perutnya juga.
__ADS_1
Hery..
Off dulu ya guys.. Like Dan Koment ya.. Rate bintang dan favoritkan..