AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 309


__ADS_3

Bisma melanjutkan pengobatannya hari ini. Sedangkan Rafa dan Aiko berangkat kerja setelah sarapan pagi tadi.


Bisma meneliti wajah Maidnya yang terlihat pucat juga. Ingin Bisma bertanya apa maidnya itu baik baik saja. Tapi tak ada kemampuan sejauh itu untuk Bisma.


"Ayolah Tuan Krisnata kecil.." Lamunan Bisma pecah seketika saat dokternya memanggil dirinya.


"Eeeemm!" tak di sangka Bisma bisa mengeluarkan suara itu.


"Eehhh bisa kamu.." Dokter itu tentu senang ada kemajuan di pengobatannya.


"Eeemmm!" Bisma mencoba melakukannya lagi.


Hati Bisma juga senang, ia bisa mengeluarkan suara seperti itu. Berarti ia memiliki kesempatan untuk membuka suaranya, berteriak sesukanya, dan yang ada di pikiran Bisma saat ini, semua pertanyaannya itu.


***


Malam harinya tiba. Rafa membawa Aiko lagi ke rumah yang mereka tempati ini. Tentu Bisma sedikit terkejut, tapi ia tak berani bertanya pada sang Papa.


"Halo Bisma.. Gimana harimu menyenangkan..?" Rafa mendekati Bisma sedangkan Aiko langsung naik ke kamarnya.


Bisma mengangguk. Rafa tersenyum puas, "Nak papa mandi dulu ya.." Pamit Rafa pada Bisma.

__ADS_1


Bisma memandang punggung Rafa penuh tanda tanya. Mengapa sang Papa berjalan cepat cepat seperti itu, seperti ada yang ia kejar saja.


"Tuan malam ini mau Maid temani bobonya..?" Maid itu bertanya.


Bisma menggeleng sambil tersenyum. Maid itu membalasnya dengan senyuman pula.


Malam ini malam yang cerah. Bisma bisa melihat cantiknya kota di hadapanya dari jendela kamarnya. Bisma membukanya lebar dan menghirup udara yang di sajikan.


Tiba tiba ia mendengar lagi percakapan Papanya dan seseorang. Kemungkinan besar, jendela papanya juga terbuka sehingga Bisma bisa mendengar suara Papanya.


"Kamu tenang aja.. Dia itu bisu mana bisa bicara.." Yang bisa di tangkap pendengaran Bisma.


"Aku takut aja.. Kita ketahuan.." Cicit seseorang yang Bisma kenali suaranya adalah suata centil Aiko.


Setelah itu hanya terdengar decapan dan leguhan di telinga Bisma. Rasa penasaran Bisma semakin besar, apalagi ia mendengar dirinya di singgung dalam percakapan mereka.


Bisma keluar dari kamarnya, ia berjalan ke kamar papanya itu.


Ceklek..


Bisma membuka pintu kamar Rafa. Tapi tak ada siapa pun di kamar Rafa.

__ADS_1


"Di mana Papa..? Kenapa kamarnya selalu kosong..?" Hati kecil itu terus bertanya pertanyaan yang sama.


Bisma yakin Papanya di kamar Aiko. Dan benar saja, sampai di sana pintu kamar Aiko terbuka sedikit meninggalkan celah agar Bisma bisa mengintip.


Mata Bisma membulat melihat apa yang terjadi di dalam sana.


"Apa yang papa lakukan dengan Aiko.. Kenapa gak pakai baju.. Ya ampun tubuh sekretaris Aiko...!" pekik hati Bisma melihatnya.


"Tuan..!" Maid Bisma langsung menyeret Bisma ke kamarnya.


"Tuan.. Saya mohon jangan ke sana nanti Papa tuan marah..!" titah Maid Bisma.


Bisma merentangkan kedua tangannya dan membuka telapak tangannya seolah bertanya kenapa.


"Papa Tuan lagi kerja sama Nona Aiko.. Jadi jangan di ganggu ya.." Bohong Maid itu.


Bisma yang polos hanya mengangguk paham dan mengerti, dan mungkin saja benar yang di katakan maidnya, Papanya dan Aiko hanya sedang bekerja bersama.


Hari hari berlalu, hal hal aneh semakin menghantui Bisma, Aiko tetap tinggal bersama mereka bahkan sering tertangkap basah Bisma sedang bermesraan dengan sang Papa.


Bisma tak bisa menegur, ia hanya diam dan diam saja. Meski Mamanya menghubunginya, Bisma tak mengatakan hal yang aneh pada Marry.

__ADS_1


Bila Marry menghubungi, maka Rafa akan selalu ada di samping Bisma dan bercerita pula dengam Marry seperti tidak ada Aiko saja di rumah ini. Padahal Aiko hanya berbeda beberapa kamar dari kamar Bisma.


__ADS_2