AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 83


__ADS_3

"I Love You.." Tambahnya lagi dan menempelkan hidungnya pada perut Rena. Kemesraan itu terhenti karna ada bunyi ponsel yang berdering.


Hery bangkit karna itu adalah nada panggilan di ponselnya. Rena juga memperbaiki posisinya dan ikut mendengarkan panggilan di ponsel Hery karna Hery tetap duduk di sampingnya. Dan bahkan Hery mengspeaker panggilannya.


"Ya Halo Roy.."


"Her, aku di rumah kamu, tapi kamu sudah gak ada di rumah, kamu di kantor atau di unit Rena..?" Roy sebenarnya sudah menghubungi Kantor menanyakan keberadaan Hery dam mereka mengatakan tidak ada Hery di kantor maka Roy yakin Hery pasti di unit Rena, ia hanya ingin tahu kejujuran yang di miliki Hery.


"Aku di unit Rena, pagi pagi tadi aku berangkat ke sini, aku mau membuatkan Rena sarapan lagi dan temani dia sarapan pagi..." Ucap Hery dan menatap Rena.


"Oohh gitu.. Aku ke situ juga ya..?!" Ucap Roy lagi.


"Memangnya aku larang.. Kamu  ini kok aneh banget.." Hery sudah bisa merasakan apa yang Roy pikirkan tentangnya.


Panggilan pub berakhir. Hery meletakan ponselnya dan kembali menatap Rena. "Rena bisa bantu aku nanti..?" Hery sebenarnya ragu meminta tapi ia yakin Rena mengerti keadaanya.


"Ya apa yang bisa aku bantu..?" Rena memiringkan kepalanya.


"Roy kan akan ke sini nanti. Kamu kalau ia tanya kapan aku ke sini bilang aja pagi tadi. Jangan bilang kalau aku datang malam tadi. Takutnya kayak kemarin Roy malah salah sangka sama kita dua dan ya itu yang akan terjadi Ren.." Hery yakin Rena mengerti.


"Ooohh ya Her.. Aku paham, kamu tenang aja..." Rena mengangguk paham.


"Ya udah ayo kamu mandi dulu dan aku akan siapkan sarapan jadi nanti pas Roy datang semuanya sudah siap." Ajak Hery.


"Tapi Her untuk apa dia ke sini. Bukanya dia sudah minta kamu untuk nikah sama aku, aku kira dia gak ada lagi donk keperluan sama aku..?" Rena untuk sekarang tidak ingin lagi bertemu dengan Roy.


"Eeemm itu, dia hanya mengamankan kamu Ren, untuk sementara aja... Eehh kamu setuju kah nikah sama aku..?" Hery baru loading dengan ucapan Rena.


"Eeeemmm" Rena mengangguk tanpa beban.


Tak sadar dirinya malah menganga mendapat jawaban dari Hery. Hery pikir Rena tidak akan mau menikah denganya tapi ternyata malah sebaliknya. Jauh di lubuk hati Hery ia sangat senang.


"Aku akan menerima semaunya Hery.. Aku gak akan banyak pikiran lagi, aku lelah terus terusan kayak gini, kalau aku nikah sama kamu, aku dapat status, aku dan anak aku dapat tempat berlindung. Mungkin ini sudah rencana yang kuasa Her.." Ucap Rena dengan kepasrahannya, setelah ia memandang Hery yang sedang tidur tadi ia mengerti. Mungkin inilah yang terbaik untuknya.


Mendengar ucapan Rena membuat Hery melayang, Rena ingin menikah dengannya, Rena ingin di lindunginya, tanpa sadar Hery langsung memeluk Rena dengan Eratnya.


"Aku janji akan lindungi kalian berdua.. Aku janji kalian akan bahagia sama aku.." Rena sangat terkejut dengan aksi Hery yang satu ini.


"Hery.. 20 menit lagi Roy sampai looo.." Rena mengingatkan karna Hery terus memeluknya.


"Eh iya..!" Hery langsung turun dari tempat tidur dengan sangat cepat.

__ADS_1


"Ya ampun Hery..." Rena mengeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan Hery.


Benar saja 20 menit kemudian Roy tiba di unit Rena. Untung saja Hery dan Rena kini sudah di meja makan dan sedang sarapan.


"Sini Roy.. Sarapan sama kami, kamu pasti belum sarapan.." Ucap Hery yang sedang menyiapkan makan.


"Hery seoalah adalah tuan rumahnya.." Itulah yang Roy rasakan saat melihat betapa lihainya Hery menyiapkan bubur untuknya dan Rena.


"Ayo Roy.. Kenapa diam di situ..?" Panggil Hery lagi.


"Iya.. Rena aku.." Roy menghampiri Rena dan ingin mengajaknya berbicara sebentar.


"Aku lagi makan..." Potong Rena, ia tidak ingin mendengar satu ucapan pun dari Roy.


"Oohh ya makanlah.." Roy melirik sebentar pada perut Rena. Senyum tipis Roy mengembang.


"Semoga kamu sehat ya nak.. Ayah sangat sayang sama kamu.." itu yang terpikir saat menatapnya.


Mereka bertiga pun sarapan pagi bersama. Jadinya ada tiga kursi yang terisi di meja makan itu.


***


"Wah apa yang membuat Eyang sangat senang pagi pagi kayak gini.." Debora baru turun di anak tangga.


"Sini sayang lihat sini.." Panggil Eyang sangat semangat.


Debora pun menghampiri Eyang dan melihat apa yang Eyang katakan cantij tadi. Debora melihat ada beberapa foto rumah dan desain yang cantik cantik, mungkin ini yang di maksud Eyang.


"Cantik cantikkan rumahnya..?" Ucap Eyang dan memperlihatkan beberapa pilihanya.


"Iya yang ini besar dan cantik.." Debora juga suka dengan desain rumah pilihan Eyang.


"Tapi ini untuk apa, apa Eyang akan membeli Rumah baru..?" Debora pun ikut duduk di dekat Eyang.


"Bukan Eyang tapi Roy. Tadi sebelum Roy jalan dia minta Eyang pilihkan rumah untuk Hery dan calon istrinya." Ucap Eyang raut wajah Debora langsung berubah.


"Untuk Hery..?" ulangnya.


"Iya.. Mungkin ini hadiah dari Roy untuk Hery dan Istrinya." Tambah Eyang.


Eyang terus menilai gambar rumah rumah itu tapi Debora sudah tidak peduli, ia kira rumah rumah cantik itu untuknya dan anaknya nanti, hadiah lahiran mungkin. Tapi nyatanya untuk Hery dan otomati itu juga untuk Rena.

__ADS_1


***


"Hery ada yang ingin aku bicarakan sama kamu.." Ucap Roy ketika keduanya sudah sendiri di kamar Hery.


"Apa..?" Hery juga tertarik dengan apa yang ingin di katakan Roy.


"Hery kita jujur saja ya sama Debora.." Roy menundukan kepalanya.


"Maksudnya..?" Hery masih tak peka.


"Yang sebenarnya.." Hery membulatkan matanya.


"Jangan Roy.. Kamu kenapa, itu kamu yang minta.. Kamu yang mau aku hanya menawarkan, aku sudah nyaman kayak gini Roy." Hery berdiri dari duduknya.


"Hery.. Kalau kita katakan sebenarnya pada Debora maka tidak ada lagi yang yang akan ganggu Rena. Bahkan mungkin Debora akan mundur. Dan Eyang, aku akan berusaha mengatasinya, aku yakin Rena juga mau begitu.." Roy sangat yakin.


"Roy aku mohon jangan gegabah..." Hery terus menolak.


"Aku memangnya mau apa..? Kamu tahu apa tentang kemauan aku..?" Rena tiba tiba masuk juga dalam kamar Hery.


"Rena.." Roy dan Hery bersamaan


"Ya.. Apa..?" Rena memasang wajah tak bersahabat kepada keduanya.


"Rena.. Sebenarnya kami.." Hery mebungkam mulut Roy dengan tanganya.


"Tidak ada Ren... Eeemm kami hari ini akan turun ke kantor.. Itu yang di maksud Roy.. Tidak apa kan kalau aku dan Roy ke kantor..?" Hery tidak ingin ada yang tahu akan rahasianya dan Roy.


"Oohh ya.. Boleh kok.. Oohh ya katanya Aku dan Hery akan menikah.. Kapan..?" Kali ini Rena duluan yang bertanya pada Roy.


Roy tersentak mendengar pertanyaan Rena. "Rena kamu benar benar mau menikah dengan Hery..?" Roy tak percaya dengan yang ia dengar barusan.


"Iya.. Aku mau kok.. Makanya aki tanya kapan.." Tambahnya lagi. Bukan hanya Roy yang terkejut tapi Hery lebih terkejut.


"Kapan..?" Rena makin tak sabar.


"Rena dengar, aku sangat sayang kamu dan anak kita. Ini hanya sementara ya.. Aku janji gak akan lama kok.." Roy memegangi tangan Rena.


Rena..


Off dulu kawan.. Eh mampir donk Budak Cinta Sang Mafia, dah makin seru loooo..

__ADS_1


__ADS_2