
Braaakkk..
Hery mendobrak pintu kamar mandinya.
"Sayang...?" Rena mendengarnya dan segera keluar dari toilet untuk melihat keributan apa yang di buat suaminya.
"Sayang.. Aku sudah bilang aku mau ikut kamu masuk ke dalam sini.." Protes Hery.
"Aku sudah gak sabar sayang.." Rengeknya lagi.
"Ya udah ayok.." Rena menarik tangan Hery untuk ikut ia ke dalam toilet.
"Itu.. Tinggal angkat dan liat hasilnya. Dari tadi itu lama karna aku gak berani angkatnya.. Aku.. Deg degan gak karuan.." Rena memegangi dadanya.
"Sayang ku.." Hery sangat gemas. Ia mengecup Rena terlebih dahulu. "Apa pun hasilnya aku tetap cinta kamu sayang.." Ia mendekati gelas kecil yang berisi beberapa stik kecil itu.
Satu tangan Hery akan mengambil satu Stik. Tapi tiba tiba ia urungkan. "Ini bisa di ambil sekarang kan sayang..?" ia malah bertanya dulu.
"Iya sudah bisa di liat hasilnya..." Sahut Rena juga.
"Oke.." Hery menarik nafas panjang dan langsung mengangkat satu stik itu. Ia memercikkan airnya dan setelah itu bari ia melihat hasil di tengah stiknya.
__ADS_1
Matanya biasa saja, tak terlalu terkejut atau apa pun. Rena yakin hailnya negatif dengan melihat ekspresi wajah Hery.
"Sayang.." Panggil Hery lembut.
"Apa hasilnya sayang..?" Rena sangat penasaran.
Bukannya menjawab Hery malah menggedong Rena ala bridal dan membawanya keluar dari kamar mandi.
Sampai di tempat tidur Hery langsung mendudukkan Rena perlahan. Lalu setelah itu baru ia memeluk Rena dengan Erat.
"Sayang apa hasilnya..?" Rena masih tidak mengetahui hasilnya jika seperti ini.
"Sayang... Makasih.." Hery menangis di pelukkan Rena.
"Aku cinta kamu dan makin cinta sayang.." Gumam Hery lagi dari tangisnya.
"Sayang hasilnya..?" Barulah Hery melepas peluknya.
"Ini sayang ku.." Hery menyerahkan stik
Kecil itu tadi.
__ADS_1
Mata Rena yang membulat melihat hasilnya. "Ini hasilnya sayang.. Ini.. Aku hamil lagi..?" Rena juga meneteskan air matanya.
"Sayang.." Rena langsung menarik Hery lagi dalam peluknya.
Baru kali ini ia benar benar senang mengetahui dirinya tengah mengandung orang yang sangat ia cintai. Berkali kali Rena mengucapakan syukur pada penciptanya. Begitu pula Hery.
Hery menghampiri Baby Alf dab Elf yang masih tertidur pagi ini "Baby Alf.. Baby Elf.. Sayang.. Kalian punya adik lagi.." Hery menciumi pipi kedua anaknya itu. Lalu setelah itu ia kembali lada Rena lagi dan memeluknya serta menciumi perut rata Rena.
"Tadi kenapa gak bilang langsung di kamar mandi.. Kenapa harus keluar dulu.. Itu tadi masih banyak loo di dalam gelas.." Ucap Rena lagi.
"Aku gak mau di dalam sana sayan sayangannya.. Takut kenapa kenapa Babynya jadi makanya aku bwa keluar dulu baru aku sayang sayang kamu... Oohh ya aku ambil dulu sisanya di dalam ya.." Hery bangkit lagi dan berlalu ke dalam kamar mandi. Ia keluar lagi dengan segenggam tes pack di tangannya. Ia melihat satu persatu hasilnya. Dan tetap menunjukkan hasil yang sama pula.
Rena juga belum puas dan ikut ikutan melihat hasil dari yang lainnya ini. Kebahagiannya bertambah karna sudah yakin dengan semua hasilnya.
Pelukkan dan ciuman langsung menghujaninya dari Hery. Rasa bahagia Hery juga tak terhingga.
***
"Bisma.." Bisma menoleh dan Stuart langsung mencium Adel di depan mata Bisma.
Adel membulatkan matanya. Ia berusaha mendorong tubuh Stuart tapi tenaganya tak cukup untuk melawan seorang Stuart.
__ADS_1
Stuart..