AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 141


__ADS_3

Debora dan Roy pulang ke rumah mereka dan Roy sangat antusias menceritakan pada Eyang apa yang ia lihat di rumah sakit tadi.


"Anak Hery kembar..?" Eyang juga terkejut.


"Iya Eyang, ya ampun mereka manis sekali, kalau yang satu nangis yang satu nangis juga Eyang.." Eyang menundukn kepalanya.


"Kenapa Eyang..?" Roy berhenti sejenak.


"Gak apa apa Roy.." Terlihat raut wajah sedih Eyang.


"Apa Eyang Rindu Rio...?" Duga Roy.


"Eeemm" Dengan lemah Eyang menggangguk.


"Kalau begitu besok kita berkunjung ke tempat Rio ya Eyang..?" Debora baru ikut bergabung dengan Eyang dan Roy.


"Rio... Siapa itu..?" Debora tidak pernah mendengar nama itu dari keluarga Roy.


"Besok kamu ikut juga biar kamu tahu siapa itu Rio.." Ucap Roy dan menggengam Debora.


"Anak anak yang lucu. Apa mereka nanti akan tahu kalau Roy juga ayahnya, bahkan ayah kandungnya. Apa mereka hanya akan tahu Hery ayahnya...?" Beberapa pertanyaan seperti itu terus menghantui Debora.


***


Setelah makan malam Debora memilih untuk beristirahat di kamarnya.


Baru saja ia bersandar di headboard tempat tidur Roy masuk kamar juga dan membawa laptopnya.


"Aahh.. Debora.. Pijit aku bisa kah..?" Panggil Roy, ia duduk di sofa.


"Eeemm bentar pake vitamin rambut kayak bisanya ya..?" Debora hendak menuju meja Rias.


"Gak usah kamu pijit aja.." Roy menatap Debora.


Debora tersenyum dan berjalan ke arah Roy.


"Tumben gak pake vitamin Rambut...?" Debora heran.

__ADS_1


"Aku cuma mau di pijit sama kamu aja, cukup wangi aroma tubuh kamu.." Debora sudah duduk di samping Roy.


"Iihh gombal.." Debora mulai memijit kepala Roy.


"Eeeemmm nikmat.." Roy menikmati pijitan yang Debora berikan.


Roy berlarut dalam nikmat pijitan Debora, sedangkan Debora larut dalam pikirannya sendiri.


"Gabriel Alfaro Gunha Krisnata dan Gabriela Elfira Gunha Krisnata....??" Susah payah Debora berpikir.


Mungkin sudah lebih dari 10 menit pijitan Debora barulah ia memilih untuk bertanya saja pada Roy tentang maksud nama Alf dan Elf. Debora rasa sebagai ayah dari kedua anak itu Roy pasti tahu kenapa nama mereka terdapat nama perusahaan Roy. Pikir Debora.


"Roy.. Ada yang mau aku tanyakan.." Roy membuka matanya.


"Apa...?"


"Roy... Tadi kamu ingatkan nama Anaknya Rena..?" Debora mencoba memancing Roy.


"Iya Ingat.. Kenapa..?" Roy tertarik karna ini tentang kedua anak kembar itu.


"Eeeemm Roy kenapa Hery memasang nama Gunha di nama anaknya.. Bukankah Gunha adalah nama perusahaanmu..?" Rasa yang Debora simpan sejak tadi ia keluarkan.


"Ya kan itu perusahaan kamu.. Tapi kok...?" Debora malu untuk terus menanyakannya.


"Haaaaahh.. Sepertinya sudah saatnya kamu tahu semuanya.." Debora seketika panik.


"Tahu apa Roy.. Jangan jangan kamu benar benar mau ceraikan aku.. Tapi selama ini kita..?" Nafas Debora tak beraturan.


"Gak sayang dengar dulu aku ngomong apa..!" Roy memegangi bahu Debora.


"Lalu..?" Debora mencoba tenang.


"Aku mau kamu tenang dulu dan terima dengan baik apa yang akan aku katakan ini. Karna ini yang sebenarnya." Roy menantap serius Debora. Debora menarik nafasnya.


"Ya aku siap.." Debora yakin pasti Roy lebih memilih Rena di banding dirinya. Pasti masalah ini yang ingin Roy sampaikan padanya.


"Sebenarnya, aku bukan pemilik Gunha Group." Debora terdiam bukan karna terkejut tapi karna tak paham.

__ADS_1


"Aku bukan pemilik Gunha Group dan bukan CEO yang sebenarnya." Tambah Roy lagi.


"Maksudnya Roy..?" Debora menatap kedua bola mata Roy.


"Dengar ini lagi. Aku bukan pemilik Ginha Group, aku bukan CEO yang asli, aku sebenarnya hanya seorang satpam." Debora mengelengkan kepalanya.


"Iiihh kamu becandanya kurang asik aaah..?" Debora memperbaiki rambutnya.


"Gak Debora.. Aku tu dulu cuma satpam. Aku kerja sama Hery. Hery bos yang sebenarnya Debora." Roy berusaha memberi tahu Debora uang yang sebenarnya.


"Tapi bukanya dia cuma asisten CEO...?" Itu yang Debora tahu.


"Gak Debora, Hery itu CEO dan pemilik asli dari Gunha Group. Dia anaknya Rafa Krisnata, orang pertama yang membangun Gunha. Sebenarnya bukan Gunha, tapi Guna Group. Tapi karna Hery yang mengambil kuasa maka ia menambahkan huruf H di kata Guna dan jadilah Gunha. H Itu sendiri melambangkan nama Hery. Dulu aku dan Hery berteman baik sejak sekolah seperti yang kamu tahu, Hery sangat senang ikut kemana pun aku pergi, tapi itu dulu karna dia selalu di jaga oleh bodiguardnya. Kalau ada aku, bodiguard gak perlu takut kalau Hery kenapa kenapa. Hery juga jadinya makin takut sama Wartawan dan Bodyguard setelah rahasia si ayahnya terbongkar. Dia minta aku yang jadi CEO karna dia takut pada Wartawan. Dia tawarkan harga mahal untuk posisi yang akan aku duduki itu." Roy berhenti sejenak bercerita.


"Roy.. Jadi selama ini kamu..?" Debora mulai mengerti.


"Iya.. Aku cuma anak buah Hery. Aku cuma kerja di meja, bukan mengurus perusahaan, yang urus perusahaan tetaplah Hery. Tapi jika bertemu dengan wartawan dan yang lainnya aku yang urus itu. Dulu aku juga sudah menolak tapi kamu yang buat aku terima tawaran Hery. Kamu pas itu di culik dan penculik itu minta uang yang cukup besar nominalnya. Makanya Aku terima tawaran Hery. Dan sampai sekarang posisi itu masij sama aku." Roy menjelaskan semuanya pada Debora.


"Lalu apa Rena tahu masalah ini..? Apa hanya aku yang gak tahu..?" Debora berusaha menahan amarahnya.


"Bukan cuma mau, Eyang juga gak tahu, tapi Rena.. Sepertinya dia tahu. Pasti Hery sudah cerita semuanya." Roy menunduk.


"Roy.." Debora tiba tiba merasa sedih.


"Karna aku kamu bohong begini..?" Debora tak bisa menahan harunya.


"Ya aku cuma mau selamatkan kamu, aku gak akan pikir resikonya bakal bohong sama keluarga begini." Roy sangat malu.


"Debora.. Kamu sudah tahu kebenarannya. Apa kamu masih mau sama laki laki yang tak punya apa apa ini. Hanya bersembunyi di kursi kebesaran orang lain..?" Roy menatap Debora.


"Roy.. Rasa cinta aku ini gak akan hilang hanya karna kamu bukan CEO yang asli, aku tetap cinta kamu Roy." Di luar dugaan Debora malah makin cinta pada Roy dan memeluk Roy dengan erat.


"Ya Sayang dan ada satu lagi rahasia yang belum kamu tahu. Tapi besok aku janji kamu tahu yang sebenarnya. Besok kamu ikut aku sama Eyang ya.." Roy mengelus rambut Debora. Tak ia sangka cinta Debora kali ini benar benar dalam untuknya.


"Kemana..?" Debora menghapus air matanya.


"Ikut aja..." Roy mengedipkan matanya.

__ADS_1


"Sudah ayo kita tidur..."


Off dulu ya gusy... Komn dan Like ya..


__ADS_2