AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 311


__ADS_3

Rasa penasaran Bisma semakin besar saja. Semakin ingin cepatnya ia juga bisa berbicara dan bertanya langsung.


Hari baru tiba lagi, hari ini Aiko bilang tidak enak badan dan kelelahan, maka Rafa tak membawanya ke kantor.


Aiko memperhatikan Bisma yang tengah menatap luar jendela besarnya.


"Hai.." Sapa Aiko pada Bisma. Bisma hanya mengangguk dan menatap mata Aiko.


"Dia tampan tapi sayang masih kecil.." sindir hati Aiko.


Bisma tak terlalu menggbris Aiko di sampingnya. Bisma hanya fokus kearah kota besar ini.


Jam istirahat siang Bisma tiba. Bisma pulang ke dalam kamarnya. Meminum air di dalam botolnya.


Kali ini otaknya tak bertanya tanya lagi tentang Aiko. Ia hanya ingin beristirahat siang ini.


Mata Bisma mulai terpejam. Tapi Bisma merasa ada yang mengganggu wajahnya. Ada elusan elusan lembut yang Bisma rasa. Bisma membuka matanya dan menemukan Aiko di atas tubuhnya.


Bisma tak bisa berkata apa apa, protes saja tidak. Aiko dengan tatapan anehnya serasa membelah tubuh Bisma.


"Aku cuma mau liat kamu tidur.. Boleh kan..?" Aiko sangat centil dan itu sangat mengganggu Bisma kala itu.

__ADS_1


Bisma menggelengkan kepalanya. "Hei! Jangan begitu.. Aku berniat baik.." Aiko mengelus dada Bisma.


Ingin rasanya Bisma menolak dan mengatakan tidak.


"Kamu tampan banget.. Aku suka.. Aku juga mau tahu yang ini.." tangan Aiko meraba barang Bisma.


Bisma menghalanginya dengan tangannya. Wajah pucat pasi Bisma, rasa takut dan panik ia rasakan bersamaan. Kembali terlintas pengelihatannya, di mana Papanya dan Aiko di kamar tanpa busana. Mungkinkah Bisma akan melakukan hal yang sama seperti itu. Pikirnya tak mengerti maksud pekerjaan itu sendiri.


Aiko ******* bibi Bisma. Bisma tak melarangnya dan merasakan bibir Aiko yang manis dan lembut itu.


Tangan Aiko membawa tangan kecil Bisam untuk berkeliling di tubuhnya. Sungguh hal yang menakutkan untuk anak usia Bisma. Apalagi dengan kepolosannya ini.


Setelahnya Aiko melepaskan pengutannya. Di tatapnya mata Bisma mata indah itu. Entah berbinar atau sayu. Tapi ternyata penuh kebingungan dan ragu.


"Apa kamu suka..? Nikmat gak..?" Aiko menelisik ke balik baju Bisma.


Bisma merasa geli dan semakim takut saja di buat Aiko. Entah apa yang di inginkan gadis ini.


"Aku suka kamu.." Akui Aiko.


Aiko meraba lagi bagian inti Bisma. Matanya berbinar. "Aku ingin melihatnya boleh..?"

__ADS_1


Bisma menggeleng cepat. Ia tak ingin ada yang menggangu barang itu. Apalagi gadis seperti Aiko.


"Ayolah.. Nikmat looo.." Tawar Aiko lagi.


Kiiik kiiiikk...


Suara klakson dari luar rumah. Itu pasti Rafa yang sudah pulang dari kantornya.


Aiko segera bangkit dari tempat tidur Bisma. Tapi ia kembali lagi lalu mengecup sekilah bibir Bisma.


"Aku suka kamu.." Cicitnya setelah mengatakan itu Aiko berlalu keluar dari kamar Bisma.


Bisma baru bisa menghela nafas lega setelah Aiko keluar. Rasa yang tak pernah ia rasa baru saja di tawarkan oleh Aiko padanya.


Memanglah cantik dan manis, tapi Bisma tak terlalu menangkap jelas yang di inginkan Aiko padanya. Ia hanyalah anak kecil yang berusia 12 tahun. Apa yang di pungut Aiko padanya. Pikir polos Bisma.


Setelah itu Bisma mengintip dari balik pintu, Bisma melihat Aiko bergelayut manja di lengan Rafa beberapa kali Rafa juga mencium Aiko sesukanya. Persis seperti yang Aiko lakukan pada Bisma tadi.


"Apa hal seperti itu sudah biasa di kalangan dewasa..?" Bisma hanya bisa bertanya di dalam hatinya.


Off dulu..

__ADS_1


__ADS_2