
Debora tersenyum lepas hari ini.
Di hari yang bahagia ini Ia tak ingin lagi terpuruk dalam kesedihan, Dion selalu ada di sisinya, curahan cintanya sangat memuaskannya.
"Sayang Rena dan Herry gak ada di sini, aku kangen dia. Harusnya dia senang juga liat pernikahan kita ini" Ucap Debora.
"Iya sayang aku tahu, oleh karena itu ..." Dion mengambil tabletnya dan membuka suatu aplikasi.
"Taraaaa" Dion memperlihatkan layar tabletnya dan memperlihatkan wajah yang baru saja Debora gumamkan ada di sana.
"Waaaahhhhh Debora!" Teriak senang Rena dari VC ini.
"Ya ampun Rena!" Debora juga sama senangnya.
"Sayang liat, Debora nikah yank!" Panggil Rena pada Hery.
"Hah? Nikah? Debora?" Hery datang menghampiri Rena.
"Oohhhh Dion!" Heru Hery juga ikut senanh melihat temannya itu menikahi Debora.
"Ya ampun kebelet banget ya?" Ledek Hery.
"Sstttt rahasia" ucap Dion nakal.
"Eehhh kok malah kalian berdua yang cerita cerita, kan aku mau ngomong sama Rena!" Kesal Debora.
"Eeehh istri istri memang ya, Her.. Mana ponselmu, kita VC pake ponsel aja" Seru Dion.
"Iya biarkan para istri menang" Jawab Hery setuju.
Saling bertukar cerita dan rasa bahagia menyeruak. Debora menceritakan kisahnya belakangan di tinggal Rena dan yang lainnya ke Jerman.
Rena juga menceritakan rupanya Mama Merry bisa menerima Olin dengan baik. Olin merasa bahagia kini, dan mungkin beberapa hari ke depan mereka akan segera pulang.
Melepas rindu dengan sahabat dan teman terdekat. Sedangkan Dion dan Herry, hampir sama dengan yang di lakukan Rena dan Debora, kedunya juga berbagi cerita belakangan ini dan mulai membahas masalah pekerjaan. Maklum laki laki.
Sedangkan kehidupan Roy kini tak menentu, rasa sedih senang dan penyesalan yang menghantuinya. Untungnya ada Nur yang siap menghiburnya.
Mendengar pernikahan Debora dan Dion sedang di laksanakan membuat hati Roy bergemuruh. Tapi apalah dayanya, ia sudah tidak memiliki Debora, dia bukan siapa siapa lagi dari seorang Debora.
***
__ADS_1
Pagi menyapa di Jerman, udara sangat dingin.
Rena? Apa yang di lakukan wanita ini? Ia sedang diam di kamar mandi seorang diri. Pagi pagi sekali ia meninggalkan suami dan kedua anaknya sendiri di tempat tidur.
Segera melakukan sesuatu di kamar mandi.
"Astaga!" Serunya tapi wajah sumbringah melihat stick tipis yang di pegangnya ini.
Bergaris dua dan bukan hanya satu stick tapi 10 stick dengan hasil yang sama pula.
Ya sepertinya Rena kembali mengandung anak Hery untuk yang kedua kalinya. Dengan gemuruh di dada, Rena keluar dari kamar mandi, diliriknya Herry sedang nyaman terlelap.
"Sayang" Panggilnya pelan demi tak membangunkan kedua malaikat kembarnya.
"Eeemm apa?" Hery berusaha bangun dari tidurnya.
Setelah matanya terbuka lebar barulah Rena menyerahkan semua tes pack itu kepada Hery.
Mata Herry semakin melebar. "Sayang! Akhirnya ... Waaaaahhh kembar dapat dede bayi!" Pekik Hery.
"Sayang kok malah berisik nanti Alf dan Elf bangun!" Rena menutup mulut Herry.
"Sayang ini berita besar. Kamu hamil lagi sayang, sudah aku bilang aku ni topcer..." bangga Hery.
"Satu gak masalah. Aku janji aku yang akan urus Alf dan Elf. Kamu tenang aja. Atau nant, nanti aku sewa babysiter lebih banyak lagi untuk jaga Alf dan Elf. Gimana?" Hery tak main main.
"Aaaahh sayang" Rena pasrah.
Kehamilan Rena ini menjadi berita besar untuk semua keluarga di rumah ini, Merry sangat senang mendengarnya sedangkan Bisma ia sangat bersungut untuk memilikinya juga.
"Aku akan kerja lebih keras lagi untuk punya baby juga. Masa beberapa tahun ini Hery sudah kasih 3 cucu untuk Mama, ya masa aku kakaknya kalah" Cicit Bisma.
"Hahahahaha yang semangat!" ledek Hery.
Hery lagi lagi menjadi seorang suami yang sangat protektif pada Rena. Sekali lagi dirinya menjadi suami siaga.
Alf dan Elf juga di jelaskannya perlahan tentang kehadiran sang dedek yang masih di dalam kandungan Rena.
Kedua balita kembar itu sangat senang bahkan tak sabar. Tiap harinya bertanya kapan dedek mereka akan tiba.
Rena hanya bisa menepuk keningnya mendengar ocehan keduanya, yang sangat mirip dengan sang Papa.
__ADS_1
Hery mengurangi waktu kerjanya, jika biasanya ia bekerja dari pagi sampai sore, kini ia hanya kerja dari pagi hingga siang hari saja, setelahnya pulang dan menanjakan Rena sesuka hatinya.
4 tahun kemudian,
Alf dan Elf sudah genap 6 tahun. Keduanya sudah masuk taman kanak kanak.
Wajah imut dan lugu keduanya sangat manis, Alf yang pintar berbahasa Inggris sedangkan Elf malah menguasi bahasa Jerman.
Keduanya di masukkan sang Papa kesalah satu Taman kanak kanak internasional membuat kepintaran keduanya meningkat pesat.
"Selamat pagi Mama Papa, Pagi Elf Eeuumaacchhhhh eeeuummaaccchhh..." Alf datang dan menyapa semua yang ada di meja makan.
Tak lupa ia mengecup pipi kedua adiknya, pipi Elf dan pipi Rihanna.
Rihanna yang baru berumur 3 tahun sangat senang bila sang kakak tertua memanjakannya. Sedangkan Elf memang senang bermanja manja dengan sang kakak yang hanya beda 5 menit dengannya.
Alf sangat dari rupa yang sangat mirip wajah Rena, tapi menuruni sikap Hery yang begitu penyayang. Sedangkan Elf sangat manja dengan wajah copypast Hery.
Rihanna kecil sangat ceria dan senang menyanyi dengan bahasa bayinya sendiri.
Dan Rena, wanita berparas cantik itu kini mengandung lagi. Yaaahhh permintaan sang suami sangat banyak, Hery mengharapkan kehadiran anggota keluarga baru mereka. Dan inilah, masih ada satu anggota lagi di dalam kandungan Rena. Kandungan Rena sudah berumur 5 bulan.
Semua anak anaknya memiliki jarang yang sangat dekat membuat banyak kisah seru setiap harinya, Rena begitu menikmati kehidupannya sebagia ibu dari 3 orang anak ini dan satu lagi yang masih di kandung plus suami yang sangat bucin padanya makin tahun ke tahun.
Debora juga sama, wanita itu juga sedang mengandung buah hatinya yang kedua. Hasil pernikahannya dan Dion.
Anak pertama Debora di beri nama Devira Wigara. Gadis kecil yang selalu menempel pada Dion kemana pun sang Ayah pergi.
Devira mengetahui juga kalau Roy adalah Ayahnya tapi seperti pilih kasih, Devira tak ingin menemui Roy, meski ia sudah mengatakan jika memaafkan pria malang itu.
Rasa cinta Devira pada Dion lebih besar dari apa pun. Kadang Debora merasa tersingkirkan jika keduanya sudah berkumpul. Tapi ia merasa senang, Dion benar benar hebat menjadi seorang ayah untuk anak yang bahkan buka darah dagingnya. Rasa sayang pada Devira tidak ada bandingannya juga.
Oleh karena itu Debora sangat bersemangat dengan kehamilannya yang sekarang menginjak 7 bulan, dari hasil pemeriksaan bayi yang tengah di kandungnya bayi laki laki, bayi laki laki yang akan menjadikannya cinta pertama nanti.
Bisma dan Adel pasangan yang sangat romantis itu kini di karuniai 2 putra dan 1 putri cantik. Dalam waktu 4 tahun ini itulah rejeki yang di dapat Bisma. Kedua putranya berbeda 1 tahun sedangkan putrinya dan kakak keduanya berbeda 2 tahun. Jarak yang sangat dekat juga. Ketiga anaknya di lahirkan dengan cara normal oleh Adel.
Bisma begitu senang saat pertama kali melihat bayi bayi kecilnya, wajahnya boleh mirip Adel tapi mata dari kedua putranya memiliki warna yang sama dengannya.
Itulah perjalan lika liku kehidupan semuanya. Banyak hal hal tak terduga yang terjadi. Tapi meski demikian, mereka masing masing memiliki jalan hidupnya. Dan akhirnya mereka menemukan jati diri mereka hingga bahagia seperti ini.
Keluarga adalah segalanya, kini masing masing dengan keluarga kecilnya dan penuh warna. Semoga selamanya akan selalu seperti ini.
__ADS_1
TAMAT