AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 213


__ADS_3

Dan tiba tiba musik menyala, lampu remang remang berwarna biru tua menyala juga.


Nur pun berlenggang ke arah Roy. Roy tak bisa melepaskan pandangannya pada Nur. Tubuh indah itu mencuri perhatiannya. Wajah cantik itu juga menghiasi penampilan sempurna Nur.


"Nur kamu..?" Roy tersenyum.


"Ayo sini.. Joget sama aku.." Rayu Nur.


"Aaaiissshh" Roy tak pikir panjang lagi ia menanggalkan bajunya, berjalan ke arah Nur dengan sensualnya. Kamar itu terasa panas seketika. Apalagi dengan penampilan Nur dan baju dinasnya yang tembus pandang.


"Yaaaahhhh.." Nur meregang saat dua jari nakal Roy memasukki area terlarang.


"Lanjut gerakkannya sayang.. Aku dan jari ku suka.." Mau tak mau meski rasanya sangat sulit bergerak dengan adanya hari nakal itu, Nur tetap melanjutkan aksinya.


"Ya sayang kamu sangat Se*si.." Roy mengecup punggung Nur.


Adegan pun semakin panas. Banyak gerakan yang tak bisa di jelaskan dengan kata kata.


Roy menarik Nur ke tempat tidur. Di sanalah perang yang sebenarnya. Tak seperti biasanya, Nur yang selalu ambil bagian dari awal di kalahkan Roy. Roy sepertinya ingin ia yang menguasai permainan malam ini.


"Kamu sangat nikmat Roy.." Nur mengelus dada Roy.


"Mantapkan..? Bukan cuma kamu yang pintar goyang.. Aku juga bisa kok.." Roy dengan ritme pelan tapi teraturnya mengobrak abrik gua primadona.


"Aaaaiihhhh" Nur tak bisa menahan mulutnya untuk terus berucap indah karna aksi Roy ini.

__ADS_1


"Sakit Roy.. Itu.. Besar.." Erang Nur.


Baru kali ini ia di hajar habis habisan olej Roy di ranjang itu. Biasanya ia bisa mengatasi tapi sepertinya malam ini Roy tak bisa menahan hasratnya untuk ini.


***


Nur membuka matanya. Rasanya perih di area selang**gannya.


"Oohh ya ampun Roy kamu ganas sekali.." Nur memegangi bagian yang perih.


"Kenapa..?" Roy juga bangun dari tidurnya.


"Perih.." Rengek Nur dengan manja pada Roy.


"Roy.. Aku sayang kamu.. Makanya sampai perih.." Nur mengelus rambut Roy.


"Eemmm Aku suka.. Aku pelayanan kamu.." Roy sebenarnya masih mengantuk dan ingin melanjutkan tidurnya. Tapi karna mentari sudah mengganggunya dan memintanya untuk bangun.


Sarapan pagi bersama. Eyang sudah berada di sana juga. Dia sangat senang melihat kedekatan Nur dan Roy. Nur dengan senang hati melayani Roy, seperti mengambilkan nasi, lauk, sayur, dan airminum.


Tapi Eyang melihat kejanggalan yang aneh di Nur. Gaya jalannya aneh sekali seperti menahan rasa sakit.


"Nur.. Sayang kamu gak apa apa kan..?" Eyang berinisiatif bertanya.


"Gak apa apa kok Eyang.. Kenapa..?" Nur duduk di samping Roy.

__ADS_1


"Eyang liat kamu seperti menahan sakit, makanya jalannya kayak bebek.." Nur menyelipkan rambutnya di telinganya karna malu di perhatikan.


"Gak apa apa kok Eyang.."


**


Roy akan berangkat kerja, Nur menemaninya. Ketika hendak berangkat Roy memiliki permintaan pada Nur.


"Nur.. Apa nanti siang bisa ke kantor..?" Roy memeluk pinggang Nur.


"Kantor..? Siang nanti? Tapi ini masih sakit Roy.." Nur memegangi bagian bawahnya.


"Oohh iya ya. Ah aku lupa.. Ya sudah tunggu aku pulang aja ya.. Layani aku lagi...!" Bisik Roy.


"Oke.. Siang ini aku obati dulu biar nanti malam bisa puaskan kamu lagi sayang.." Balas Nur juga.


"Oke.. Aku berangkat dulu.." pamit Roy.


Debora melihat semuanya dari kejauhan, renacanya tadi ia ingin memperlihatkan surat yang beberapa hari lalu ia minta Hery dan Rena buatkan. Tapi setelah melihat kemesraan Roy dan Nur membuat Debora merasa sia sia.


Roy memang akab bahagia bersama Roy. Dan Roy mungkin memang bukan jodohnya lagi. Debora siap melepaskan Roy dengan tenang.


***


Di kantor..

__ADS_1


__ADS_2