
Debora terduduk di tepi ranjangnya. "Apa Roy tahu?" Debora berbicara dengan dirinya sendiri kini.
"Tidak ini tidak boleh terjadi." Debora ingin mengejar Roy tapi ia mengurungkan niatnya dan memilih tidur karna malam sudah larut dan mengajak tidur.
Pagi kini menyambut Roy yang sudah rapi dengan jasnya dan menuju dapur untuk sekedar sarapan karna ia pagi ini merasa sangatlah lapar.
Sesampainya di meja makan Roy melihat Debora sudah makan dengan lahapnya seperti tidak terjadi apa apa. "Tumben kamu makan pagi biasanya sama sekali tidak bisa makan pagi seperti ini" Ucap Roy dan menarik kursinya dan membalik piringnya.
"Hari ini aku sangat lapar Roy makanya aku sarapan dan ini sudah kedua kalinya aku tambah." Debora melanjutkan makannya tanpa memperdulikan Roy yang belum mengambil nasi dan lauk pauknya. Dan Roy malah meperhatikan Debora.
''apakah benar yang aku lihat ini...." Roy tak percaya yang ia lihat, kenapa malah Debora sama sama merasa lapar seperti Roy pagi ini dan benar saja setelah Debora menghabiskan nasinya Debora masih saja mengambil puding di dalam kulkas dan memakan setengahnya. Mata Roy membulat melihatnya. Apa di depanya ini Debora biasanya? Aah mungkin hanya lagi doyan, pikirnya.
Roy berangkat kerja dan melihat Debora kini hanya duduk di sofa dan menikmati cemilan di dalam toples, Roy pun menghampiri Debora " Kamu gak kerja?" Tanya Roy dan pura pura mengambil cemilan yang ada di atas meja lainnya dan memakannya di depan Debora.
Debora menoleh sebentar dan kembali mengambil cemilannya dan memakannya, " Entahlah.. Aku lagi mager. Malas banget jalan sana sini.. Mending nonton tv aja." Ucap Debora dan terus menikmati cemilannya.
"Ya udah aku pergi dulu." Roy berlalu dan Debora sama sekali tak mengejarnya. "Wahh.. Benar benar aneh.." Roy masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan mobilnya.
Debora keluar dari rumah dan juga masuk kedalam taxi yang sedari tadi sudah menunggunya. Deboda hari ini ingin mengikuti Roy, karna Debora merasa ada yang Roy sembunyikan darinya. Debora tak ingin ada yang mengganggu rumah tangganya dengan Roy.
Debora Sengaja mengikuti Roy dengan mobil taxi agar Roy tak tahu kalau itu Debora yang mengikutinya. Kalau Debora menggunakan mobilnya maka dengan mudah Roy akan mengenalinya dan mungkin Roy akan menhentikan aksi Debora itu.
Hari ini Roy langsung menuju Kantornya karna ada rapat penting hari ini. Jadi Roy tidak lewat Rena terlebih dahulu karna janji semalam Roy akan ke apartemen Rena ada jam pulangan saja.
Debora kini menunggu Roy di luar gedungnya dengan gelisah dan juga mulai meragu.
"Mbak.. Mau sampai nih kita di sini... Saya juga mau cari penumpang lainnya." protes Sopir Taxi itu.
"Iihh ini nih.. Tetap bantuin saya.. Saya bayar mahal kok.." Debora melemparkan beberapa lembar uang kepada Sopir taxi itu dan sopir taxi itu menuruti keinginan Debora.
Waktu terus berlalu dan kini sudah pukul 5 sore, barulah terlihat Roy keluar dari dalam gedung bersama Hery. Roy dan Hery kemudian berpisah, Roy naik mobilnya dan begitu pula dengan Hery.
"Pak pak.. Ikuti mobil hitam itu ya pak.. Itu mobil suami saya..." Debora memberitahukan mana targetnya.
__ADS_1
"Baik mbak.." Sopir itu menjalankan mobilnya dan mengikuti mobil Roy.
***
"Halo.. Sayang.. Aku dalam perjalanan ke situ ya tunggu aku.." Ucap Roy mengirimkan pesan suara pada Rena dan mengabari dirinya yang tengah dalam perjalanan tanpa tahu ada yang mengikutinya.
Roy sampai di apartemen Rena dengan semangatnya Roy masuk ke dalam apartemennya dan Debora dengan cepat juga berusaha mengejar Roy.
Roy masuk ke dalam Unit Rena dan Debora berhasil melihatnya "Oohh jadi di sini persembunyian p*l*k*rnya.. Cih..." Debora segera pergi dari apartemen itu dan pulang ke rumah John dan menceritakan semuanya pada John.
***
"Sayang kita harus beri pelajaran wanita simpanan Roy itu, berani sekali dia mengambil Roy darimu, jangan jangan nanti semua harta Roy akan di habiskan oleh simpanannya itu..." Panas hati Debora dan di tambah angin yang meniup niup kobarannya maka besarlah api tersebut.
"Ya John.. Lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya. Aku akan cari tahu dulu siapa perempuan itu." Debora tiba tiba teringat sesuatu. Debora mengambil ponselnya "Halo.. Bi.. apa tuan ada dirumah malam ini?" Debora rupanya menghubungi orang rumahnya dan menanyakan Roy.
"Oohh Nyonya maaf tuannya gak ada di rumah. Belum pulang kali nya.." Ucap Pembantu di rumah Roy.
Debora langsung saja mengakhiri panggilannya dan melapor lagi pada John.
"Sayang kalau kamu grebek mereka sekarang nanti kayak apa kamu mau kasih pelajaran simpanannya itu, pasti Roy akan selalu membawa simpanannya dan mungkin menyembunyikannya di tempat lain yang kamu gak tahu di mana, tentang ini aja susah kamu tahunya."
FLASHBACK ON
Deboda yang masih di kamar mandi membuka chat yang masuk dari Rena kepada Roy, dan di situ banyak sekali chat penuh kasih sayang antara keduanya.
Dari sinilah Debora tahu Roy memiliki wanita lain. Saat Debora ingin mengulik lebih banyak lagi informasi, Debora mendengar suara Roy masuk ke dalam kamar mereka dengan segera Debora pura pura baru menemukan ponsel Roy dan baru hendak membuka kontak di ponsel Roy. Dan saat itu juga Roy mengambil ponselnya dari tangan Debora.
Debora bersikap biasa dan terus memberi tahu kehamilannya tapi Roy malah keluar dari kamarnya, Debora tak mengejarnya karna ia merencanakan pengintainnya hari ini.
Oleh karna itu Debora bangun pagi dan pura pura sarapan dan juga bermalas malasan di rumah dan setelah Roy berangkat Debora pun mengikutinya dan menemukan fakta tentang hubungan Roy dan Rena.
FLASHBACK OFF
__ADS_1
"Benar John jika bukan karna ponsel Roy tertinggal di kamar mandi maka aku tidak akan tahu kebenaran ini John." Dada Debora kembang kempis memikirkannya. Sementara John tersenyum dalam hati dengan penuh kemenangan.
"Sayang aku akan selalu ada di sampingmu, dan aku juga akan membantumu memberi pelajaran pada wanita rendahan itu." John memegangi tangan Debora dan Debora berasa dirinya di dukung pun semakin menjadi jadi.
***
Roy dan Rena sedang menikmati malam yang hangat mereka di atas ranjang mereka, bukan berbuat yang macam macam hanya saja kini keduanya sedang bermanja manja dan berbincang bincang ringan.
"Sayang rencana perceraianku dengan Debora sudah 50 persen, dan itu pasti akan dapat meyakinkan Eyang, jadi perceraiannya akan berjalan dengan lancar." Roy bercerita tentang rencana perceraiannya dengan Debora.
"Roy... Bisa kamu katakan apa yang membuatmu harus mempersiapkan semua rencanamu itu, rencana seperti apa itu sebenarnya?" Rena tak mengerti apa yang tengah Roy rencanakan sehingga butuh waktu lama.
"Begini sayangku... Debora dan Eyang itu sangat dekat, Eyang akan selalu mendukung Debora kalau persiapanku biasa saja Eyang tidak akan percaya, tapi rencana ini sudah aku susun matang matang dan agar Eyang gak terlalu kaget nantinya, takutnya kalau Eyang kaget dia down.. Dan ya aku tidak mau itu terjadi sayang. Semua ini sangat susah aku lalui, ini seperti sekali tepuk dua lalat yang kena.." Ucap Roy pada Rena.
"Ooohh ya Roy.. Jika itu yang terbaik maka aku akan mendukungmu.."
.........
OOO'OO KAMU KETAHUAN PUNYA SIMPANAN... ahhahahaha.. udah dulu ya... besok sambungannya.. silahkan hujani Debora dengan kata kata mutiara sesuka kalian... Author persilahkan... 👍👍
Say say... Author mau promo bentar... Author ada novel baru loooo.. judulnya MENGUBAH TAKDIR : DENDAM 100 KILOGRAM.
ini cuma cuplikannya ya.. karna author tau Readers lebih suka baca promo, makamya bentar bentar aja.
"Molly coba kamu kurusakan badan kamu itu kamu lambat banget geraknya" Dumel tika pada menantunya Molly.
"Ini kamu pergi kepasar dan beli semua yang ada di catatan ini." Molly sekilas membaca catatannya itu.
" Uangnya bu.." Tika menyerahkan 100 ribu pada Molly
"Itu kalau kurang pake uangmu sendiri."
Katanya tadi membeli bahan masakan di dapur tapi di catatan itu hanya lebih banyak belanjaan kecantikan milik Tika dan anak gadisnya Wika.
__ADS_1
oke segitu aja ya kalau penasaran kisahnya silahkan mampir..