AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 305


__ADS_3

Flashback On


Dion menidurkan Debora dengan cepat, sedikit belaian dan juga kecupan berhasil membuat mata Debora terpejam.


"Kapan kamu bisa terima aku ya..? Apa aku seburuk itu di pikiran kamu.. Aku gak mungkin bisa gak suka kamu.. Alasan aja.. Hamil anak mantan.. Alasanlah janda.. Perempuan tetap perempuan.. Gak ada sangkutannya janda atau perawan.." Gumam Dion kesal mendengar dan mengingat ucapan Debora tadi.


"Akan aku buktikan nanti sayang.. Dan hai..!" Dion mengelus perut buncit Debora.


"Hai manis.. Aku yakin sekali.. Kamu mirip mama mu.. Aku gak tahu kenapa.. Tapi akh rasa kamu cantik.." Dion mendekatkan tubuhnya dan tubuh Debora, mendekapnya dan tidur bersama.


.


.


.


Saat tiba jam 5 subuh, Dion terbangun. Di tatapnya wajah Debora. Wanita cantik itu masih terlelap di lengannya.


"Sayangku.. Aku mau temani kamu sampai pagi, tapi.. Agar kamu yakin semalam itu mimpi.. Aku harus pergi.. Tapi tenang.. Mimpi mimpi selanjutnya, aku akan hadir.." Cup.. Dion mengecup kening Debora.


Sebelum benar benar keluar, Dion menghubungi Hery. Lewat pesan singkat.


"Her.. Aku mau pulang.. Buka pintu..!"


3 menit kemudian..


"Pintu apa?" Pesan singkat dari Hery.


"Ck.. Pintu keluar.."


"Kamu masuk lewat mana..?" Tanya Hery.


"Jendela.."

__ADS_1


"Ya udah keluar aja dari jendela.. Apa susahnya.." Cibir Hery.


"Sayang kamu subuh subuh chat sama siapa..?" Rena menegur.


"Dion.." Hery mendekap tubuh berisi Rena.


"Hah.. Dion..? Jam segini.. Dia mau apa..?" Rena bermanja di dada Hery yang tak tertutup itu.


"Dia di kamar Debora.." Hery mengelus perut Rena.


"Eeeemmmm? Debora.. Kamar..?" Rena membuka matanya.


"Iya.. Semalam.. Aku kabari Dion.. Aku bilang Debora gak bisa tidur.. Jadi dia kayaknya nekad datang dan tuh di tidur di kamar Debora sama Debora.. Entah Debora sadar atau gak.." Hery turun ke perut Rena dan menhujaninya dengan kecupan.


"Selamat pagi sayang.. Sapa Papa donk.." Selanya saat mengecup perut Rena yang terlihat agak membulat.


"Oohhhh gitu.. Kayak kamu donk.." Sindir Rena.


"Kamu kan tidur sama aku diam diam"


"Eeemmm??" Hery tak bisa mengelak dari fakta yang di katakan Rena.


"Iya.. Karena aku cinta kamu.." Hery memeluk Rena.


Brruukkkk...


"Eehh sayang.. Apa itu..?" Rena terkejut. Bahkan Hery pun ikut terkejut.


"Jangan jangan..?" Hery segera bangkit dari tempat tidur.


"Sayang..?" Rena juga ingin mengikuti Hery tapi Hery melarangnya.


"Jangan keluar dari kamar pakai baju kesukaan aku itu..!" Tunjuk Hery pada tubuh Rena.

__ADS_1


Rena tersipu malu. Di saat yang seperti ini Hery masih saja mengingat untuk cemburu dan posesif padanya.


"Oke.. Aku temani baby Alf dan Elf aja ke sebelah.." Rena membuka pintu di samping kamar mereka dan pintu itu langsung masuk ke kamar Baby Alf dan Baby Elf.


***


"Sssttt... Aaawwww.." Dion meringis.


"Di... Dion..?" Hery membuka pintu dan berjalan ke samping rumah, arah suara taix berasal.


"Her.. Aawww.. Sakit.." Ringisnya lagi.


"Iya ya.. Sini aku bantu.." Hery menopang Dion.


"Kamu jatuh..?" Hery menoleh ke atas. Arah jendela yang mungkin menjadi tempat masuk dan keluar Dion.


Jendela itu terletak di lantai 2 rumah Hery.


"Ck ck ck... Kasian.." Ledek Hery.


"Diam.. Antar aku ke mobil..!" Titah Dion, sedangkan Hery bukan main menahan tawanya.


"Gara gara kamu gak bukain aku pintu keluar..!" Cicit Dion.


"Hahahahaa.. Oke oke.. Aku tanggung jawab.. Aku minta Mang Adi antar kamu.. Dan tambahannya Siangnya aku bawa Debora jenguk kamu.. Mau kan..!?" tawar Hery.


"Pantasan perusahaan kamu makin maju.. Punya CEO yang pintar tawar menawar rupanya." masih sempat bicara tentang perusahaan saja.


Hery tertawa ria dan Dion menahan sakit dan luka di lengannya.


"Ck.. Tadi lengen ini tempat Debora tidur tahu.. Kok malah luka.." Batin Dion.


Flashback off..

__ADS_1


__ADS_2