AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 201


__ADS_3

Sedangkan Hery dan Rena semakin memupuk cintanya, Roy sedang mondar mandir di dalam kamar Nur.


Nur tak peduli dengan Roy yang sibuk menelpon Debora. Nur tetap fokus pada Dramanya.


"Astaga.. Dia gak bisa di hubungi.." Gumam Roy.


Nur hanya melirik dari ekor matanya. Roy sejak tadi mencoba menghubungi Debora tapi hasilnya sama saja. Sepertinya Debora tak mengaktifkan ponselnya sehingga satu pesan dari Roy jangankan di balas, di baca saja tidak.


"Huuuhhh" Roy membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


"Roy.. Tenanglah.. Besok juga pasti Debora balik lagi ke sini.." Nur mendekati Roy.


"Nur.. Haaahh.." Roy ingin berkeluh kesah.


Nur mengelus elus kepala Roy. Menenangkan rasa tidak tenang yang di rasakan Roy.


"Debora baik baik saja.. Dia pasti juga senang nginap sama Rena." Ucap Nur lagi sambil terus mengelus Roy.


"Rena..? Hery...?" Roy sepertinya masih tak percaya kalau Rena dan Hery saling mencintai.


"Besok akan aku tanyakan lebih detail lagi." Ucap Roy.


"Apanya Roy..?" Nur masih tak tahu apa apa tentang Rena.

__ADS_1


"Gak ada kok... Ayo kita tidur Nur.." Ajak Roy, ia tersenyum manis pada Nur, tidak ada rasa canggung atau pun takut yang Roy rasakan bila bersama Nur, seperti dulu.


***


Adel tertidur juga sedangkan Stuart bekerja keras menyembunyikan keberadaannya. Sesekali ia menoleh pada Adel. Sangat nyenyak dan tak ada yang bisa menganggunya.


Stuart merasa matanya perih karna terlalu lama menatap laptop. Ia bangun dulu dari tempat duduknya dan berjalan menuju Adel di tempat tidur.


Stuart membiarkan Adel tidur di tempat tidurnya bersama Foppa kucingnya. Stuart mengelus elus bulu Foppa di samping Adel. Tapi mata Stuart tertuju pada bibir indah Adel.


"Saat tidur pun kamu cantik, kenapa Bisma menjadikan kamu istrinya kalau dia gak bisa memberikan cinta yang sebenarnya. Kamu gak akan dapat cinta dari uang yang kamu dapatkan. Cihhh..." Rasa kesal di hati Stuart sangat mencuat karna melihat betapa polos dan lugunya Adel sehingga mau menjadi istri Bisma.


"Aku memang pernah di mainkan wanita, tapi kalau ada yang memainkan wanita juga, aku gak suka." Stuart mengepal tangannya kuat.


Stuart sepertinya juga lelah dan matanya mulai terpejam seperti Adel.


***


Pagi menyapa, Adel membuka matanya. Foppa ada di depannya. Adel sangat senang melihatnya. Kucing itu rupanya juga tidur dengan nyenyak. Adel sedikit bangkit dan melihat Stuart juga berbaring di tempat tidur yang sama.


"Apa yang dia lakukan di situ.. Dia tidur juga di tempat tidur ini..?" Adel membulatkan matanya.


Adel meneliti dirinya, tidak ada yang aneh dengan dirinya. "Dia gak berbuat apa apa.." Lirihnya.

__ADS_1


Bip bip bip bip..


Laptop Stuart terus berbunyi. Adel bangun dari duduknya. Ia berjalan ke arah Stuart.


"Stu.. Stuart..?" Adel membangunkan Stuart.


"Eemmm..?" Stuart meleguh dari tidurnya.


"Stu.. Buka matamu.." Pinta Adel.


"Eeemmm?" Stuart meleguh lagi.


"Stu.." panggil Adel lagi.


Saat Stuart membuka matanya, saat itu ia langsung melihat Adel dengan kemeja yang kebesaran di tubuh Adel. Kemaja Stuart yang di gunakan Adel semalam, Adel tak punya baju yang lain, Stuart pun meminjamkan satu kemejanya. Kemeja berwarna hitam pada Adel, Adel pun menggunakannya hingga pagi ini.


Karna kemeja itu kebesaran membuat bagian atasnya terbuka saat Adel menunduk membangunkan Stuart. Stuart melihatnya dengan jelas. Saat matanya terbuka bagian itu terlihat terlebih dahulu.


"Aaahh?" Stuart jadi salah tingkah.


"Itu laptop kamu bunyi terus.." Adel tidak membungkuk lagi di depan Stuart.


"Oohh ya kah..?" Stuart segera bangun dari baringnya.

__ADS_1


"Oohh tidak..." Stuart menjambak rambutnya.


Tok tok tok..


__ADS_2