
Jam berlalu cukup cepat, sudah hampir sore.
Hery sudah deg degan menunggu kedatangan sang kakak. Bisma sudah tahu di mana rumah Hery dan Bisma melarang Hery untuk menjemputnya. Ia bisa menuju rumah Hery sendiri.
Tapi itu membuat Hery tegang sendiri. Rena melihat suaminya, kadang Rena menggelengkan kepalanya. "Setakut itu Hery kakaknya ke sini." Gumamnya.
Ting tong..
"Aaah'Haaaa.. " Hery memegangi dadanya.
"Kamu kenapa sayang..." Rena mengelus dada Hery juga.
"Aku liat dulu ya.. Kamu tunggu aja di sini.." Pinta Hery dan ia segera menuju pintu.
Ceklek.
Hery membuka pintu, " Tuan ini mobilnya." Anak buah Hery menyerahkan kunci mobil kepada Hery.
"Kamu..?" Hery melihat sekeliling.
"Ya tuan.. Siapa lagi..?" Ucap anak buah Hery yang tak lain adalah Roby.
"Aah gak apa apa.. Makasih ya.." Roby mengangguk dan pergi dari kediaman Hery dengan taksi yang sudah ia pesan.
Saat taksi yang di tumpangi Roby pergi, Hery baru saja ingin berbalik tapi terhenti. Ada lagi taksi lain yang berhenti di depan rumah Hery.
Detak jantung Hery langsung sangat cepat, orang dari dalam taksi itu pun turun. Hery semakin ternganga.
Rambut pirang, kulit putih, gigi berjejer rapi, bibir pink muda, mata biru muda. Itulah Bisma Jaya Krisnata.
"Ooohhh kakakku..." Hery mengigit bibirnya. Jujur ia sangat rindu Kakakny ini. Tapi rasa takut akan cemburunya nanti menggangu Hery.
"Hai..." Bisma melambaikan tangannya.
"Bisma.." Hery juga melambaikan tanganya dan berjalan menyambut Bisma.
"Masih bisa bahasa Indonesia kan...?" Tanya Hery dan memeluk Bisma.
"Ya masihlah.. Tapi mungkin ada yang sudah aku lupa dan kadang acao acak gitu..." Bisma juga memeluk adiknya ini. Meski pun Hery dan Bisma beda ibu dan terjadi banyak masalah dalam masa lalu mereka, tapi hubungan mereka layaknya kakak dan adik seperti biasnya.
Rena yang mendengar Hery menyambut sang kakak pun pergi untuk menengok juga.
Rena berdiri di depan pintu. Bisma juga langsung menangkap sosok Rena yang baru keluar.
"Hei. Itu adik iparku kah..?" Hery berbalik dan melihat Rena.
"Ya itu istriku.." Jawab Hery.
__ADS_1
"Wahh cantik sekali..." Bisma berlalu dari hadapan Hery dan menuju Rena.
"Hai aku Bisma, Boleh nama kamu tahu...?" Hery menepuk keningnya.
"Boleh tahu nama kamu..?" Hery menyusul Bisma juga dan membawa koper Bisma. Ia juga memperbaiki ucapan sang kakak yang belepotan.
"Oohh iya.. Itu maksud aku tadi.." Bisma mengikuti yang Hery maksud.
Rena tertawa melihat kakak dan adik yang lucu ini. "Namaku Rena.." Jawab Rena dan tersenyum pada Bisma.
"Oowww aku suka bibir kamu cantik kalau tersenyum." puji Bisma yang adalah warning untuk Hery.
"Kak.. Eeem ayo masuk dulu tadi Rena sama temannya ada buat es buah gitu kak.. Kakak pasti suka, ayo kak.." Hery langsung mendorong Bisma.
"Hely aku masih mau bicara sama adik ipar.." Bisma hanya bisa pasrah di dorong Hery.
"Hely..?" Rena tak mengenali nama ini.
"Ya Baby.. Ini Hely.." Bisma langsung memutar tubunya dan menunjuk Hery.
"Baby..?" Hery tak terima.
"Hery..?" Rena mengulanginya lagi.
"Ya.." Bisma mengangguk bersemangat.
"Maaf ya sayang kakak aku ini terlalu bodrok.." Ucap Hery yang di dengar Bisma.
"Apa itu bodlok..?" Bisma manaikan satu alisnya.
"Kiyowo... Kak.." Bisma makin tak paham.
"Apa itu Hel..?" Bisma mengelengkan kepalanya.
"Cute.." ralat Hery agar sang kakak tak ambil pusing.
Rena tertawa mendengarnya. Hery dan kakaknya sangat lucu.
"Kak aku antar kakak ke kamar kakak ya. Kamu kan abis perjalanan jauh tuh... Capek kan..?!" Ucap Hery dan siap menenteng Koper lagi.
"Tapi tadi kamu tawarkan aku Es buah buatan Si manis Baby.." Bisma menunjuk Rena.
"Si manis Baby..?" Rena dan Hery bersamaan.
"Ya kamu Baby.." Bisma menunjuk Rena.
"Ooohh astaga..." Hery memegangi keningnya.
__ADS_1
"Ya udah aku siapkan dulu ya Sayang kamu temani aja kak Bisma di sini, aku sebentar ya.." Rena menuju dapur dengan senyum yang terus melekat du bibirnya.
Bisma terus memandang Rena yang di matanya sangat cantik. Tapi walaupun di mata Bisma sangat cantik, Ras untuk milik seorang yang cantik seperti itu tidak ada di hatinya.
"Kamu beruntung Hel.. Kamu akan punya Baby, kamu juga punya istri yang cantik, senyumnya manis, baik hati lagi." Ucap Bisma sambil tersenyum pada Hery.
"Ya kak.. Makanya aku minta kakak untuk pengobatan. Terapi atau semacamnya biar kakak bisa punya baby juga dan punya istri cantik.." Ucap Hery, ia memegangi bahu Bisma.
"Hel.. Kamu tahu itu susah.. Aku sudah pernah coba sama wanita, tapi aku gak bisa.. Rasanya aneh.." Bisma menggeleng.
"Haaa.. Dan kamu ke sini pasti terjadi sesuatu kan sama kamu dan Mama Marry?" Duga Hery.
Bisma mengangguk. Bisma tak pernah pergi meninggalkan Mama Marry, jika ia pergi pasti terjadi sesuatu di antara mereka berdua.
"Mama Tahu tentang aku yang sebenarnya. Mama marah, mama larang aku pergi pergi keluar ketemu teman aku.. Mama gak mau aku begitu.. Mama mau aku punya istri dan anak.." ucapan Bisma mungkin agak belepotan tapi Hery bisa memahaminya.
"Ini Es buahnya.." Rena datang dan Bisma langsung mengubah ekspresi sedihnya menjadi senang dan antusias.
"Waoooww.. Kayaknya sedap.." Hery tersenyum melihat sang kakak bisa menutupi rasa sedihnya. Tapi Hery tahu itu pasti sulit.
**
"Aku pakai ini kamu pakai itu...!"
"Kamu aja yang potong bawangnya aku yang masak..."
Keributan dari dapur rumah Hery malam ini pun terjadi. Sedari tadi Hery dan Bisma berebutan untuk memaska makan malam untuk mereka malam ini, Hery ingin dirinya karna selama ini ia yang memasak untuk Rena, dan di tambah sang kakak yang menjadi tamunya ini. Maka ia tak mau kalah saing dengan sang kakak.
Bisma ia ingin menunjukan kebolehannya memasak pada Hery dan tentu saja Rena. Ia juga tak mau kalah dengan Hery.
"Kamu kan sudah sering masak, jadi malam ini biar aku aja yang masak.." Mereka berdua rebutan spatula.
"Ya kan kakak baru datang.. Kakak itu capek jadi duduk aja di sana.. Biar Hery yang masak.." Hery tak mau kalah.
"Stop.." Rena menengahi.
"Bisa gak sih masaknya berdua. Gak apa apa kok.. Atau kalian berdua mau aku yang masak untuk aku sendiri. Sudah mau satu jam kalian dua rebutan.." Rena berkacak pinggang.
"No... Hamil hamil gak boleh masak.. Ya gak boleh... Biar kami laki laki masak.." Jawab Asal Bisma.
"Ya sayang kami aja yang masak, sayang tunggu sambil nonton aja ya.. Oke.. Tenang gak sampe 30 menit makan malam sudah siap.. Aku sama kak Bisma kerja sama. Oke.." Hery mengedipkan matanya pada Bisma dan Bisma memberikan jempolnya ke hadapan Rena.
Rena...
Off dulu kawan..
"Hai hai pembaca, apa kabar kalian nihh, bagi yang berpuasa selamat menunaikan ibadah puasanya ya.. Semangat!! Ooohh ya auhtor mau numpang promo nihh.. Boleh ya..!! Liana Kiezia dan novelnya menunggu kedatangan kalian ke kandangnya tu..Hehehehe Novelnya juga seru looo penasaran silahkan mampir"
__ADS_1