AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 38


__ADS_3

Sedangkan Dion yang tak sengaja melihat Roy yang masuk ke dalam unit Rena hanya bisa menghela nafasnya.


''Mungkin Rena memang bukan jodohku. Mungkin dia memang di takdirkan untuk Roy." Dion membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya di dalam unitnya.


***


"Debora sayang kamu yakin akan menyusul Roy, Eyang bukannya melarang tapi, yang Eyang lihat tadi, Roy itu benar benar marah sekali. Takutnya Roy akan bertindak nekad padamu Debora." Eyang dan Debora sedang di dalam kamar Debora dan Debora sedang mengemasi barang barangnya dan barang Roy yang Roy tinggalkan saja karna Debora terus mengganggunya saat hendak berkemas.


"Tidak apa apa Eyang.. Aku akan menbujuk Roy dan Roy tidak pernah menolak diriku jika aku sudah memaksanya apalagi bila sudah di kamar.. Eeemm Eyang tak perlu khawatir." Debora masih percaya diri dan sangat yakin. Percaya diri itu bagus dan yakin akan pasangan itu juga bagus, tapi pikirkan dulu apa yang kamu lakukan sehingga pasanganmu itu seperti itu Debora.


"Aku akan coba hubungi Roy dulu..." Debora menelpon Roy tapi ponsel Roy di matikannya tadi saat di perjalanan pulang ke apartemen. Jadi Percuma saja Debora menghubungi ponsel Roy.


"Heemm... Sepertinya Roy mematikan ponselnya." Debora sedikit sedih.


"Tidak apa apa. Aku akan hubungi Hery. Roy pasti sudah kabari Hery dan mengatakan kepulangannya dan Hery juga yang mengatur pakaian dan apalun yang Roy butuhkan di sana" Debora mencari nomor ponsel Hery dan menelponnya juga.


"Halo.." Suara dari sebrang telpon Debora.


"Halo Hery... Apa tadi Roy ada menghubungimu? Aku tidak dapat menghubunginya. Eyang juga tadi menghubungi rumah tapi kata para pembantu di rumah, Roy tidak pulang ke rumah. Kamu pasti tahu dia di manakan..?" Tanya Debora langsung.


"Iya nyonya saya tahu, tuan sedang enak enak di tempat istri mudanya di atas ranjang." Ingin sekali Hery mengatakan itu langsung tapi ia hanya mengatakannya di dalam hati saja itu sudah cukup.


"Iya nyonya.. Maaf sebelumnya, tuan Roy baru saja naik ke kamar, Roy sedang bersama saya. Dia bilang tidak ingin pulang beberapa hari ke depan karna kemarin ada masalah sedikit di perusahaan jadi Roy tidak ingin membiarkan aku menghadapi masalah itu sendirian, apalagi ini menyangkut perusahaan ini. Harus di tangini ahlinya seperti tuan Roy. Dan ya.. Nomor ponsel tuan tidak ia aktifkan karna tak ingin ada gangguan dulu, mungkin besok baru tuan aktifkan lagi" Jelas Hery berbohong dengan mengatakan bila Roy ada bersamanya sekarang.

__ADS_1


"Ooohh makanya kamu kerja yang betul, masa hadapi masalah perusahaan aja gak becus, gimana sih kamu.. Yang namanya asisten CEO itu harus pintar, bisa sendiri.. lah kamu..? Masalah sedikit aja Roy harus pulang tinggalin saya di sini padahalkan Eyang masih rindu sama dia. Aaahh sudahlah oh ya katakan pada Roy.. Aku merindukannya." Hery mengumpat dalam hatinya.


''Seharusnya aku katakan saja yang seperti di dalam hatiku tadi. Biar ni orang tahu rasanya. Bisanya komentarin orang aja, dia aja dapat uang juga dari perusahaan ini tapi songong amat" Ada yang setuju dengan Hery? Pasti semua orang setuju dengan Hery.


"Baik nyonya" Jawab singkat Hery dan Debora langsung Mematikan Telponnya.


Hery melihat ponselnya yang telponnya terputus itu. "Cih... An*j*ng.."


***


"Roy boleh ya... Aku mohon... Aku ingin tetap berkerja.. Aku sangat menyukai pekerjaanku itu." Rengek Rena pada Roy masih di posisi yang sama


"Rena sayang aku tidak ingin pasti banyak laki laki yang melirikmu yang paling cantik di pasar itu nanti bagaimana?"Roy masih tidak memperbolehkan Rena untuk terus berkerja. Padahal dari tadi Rena sudah merengek rengek untuk tetap bekerja.


"Benarkah? Tapi benar juga ya aku saja tidak pernah menginjakkan kakiku di pasar. Eeeemm baiklah.. Kamu boleh berkerja tapi dengan satu syarat.." Ucap Roy sembil memainkan bibir manis Rena.


"Apa?" Rena sangat antusias hingga bangun dari baringnya. Bahkan lupa bila ia tidak mengunakan sehelai benang pun saat ini dan menunjukannya semua pada suaminya tercinta.


Tatapan nakal dan penuh keinginan di mata Roy. Tak bisa melepaskan pandangannya dari barang barang itu.


"Roy.. Apa syaratnya.. Cepat." Desak Rena tak sabar dan Roy malah sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Aku ada tiga permintaan padamu. Yang pertama, anak buahku akan mengawasimu dan tidak ada tawar menawar untuk itu. Yang kedua, layani aku lagi dan yang ketiga, aku ingin anak yang imut darimu.." Permintaan pertama Roy masih biasa saja, di permintaan kedua dan ketiga di bisikan di telinga Rena dengan suara seksi Roy yang menggoda.

__ADS_1


"Roy..." Pipi Rena memerah dan Roy melakukan apa yang ia inginkan dengan janji membolehkan Rena berkerja.


Roy juga tidak ingin mengekang Rena, Roy juga ingin membuat Rena bahagia dengan caranya sendiri. Selama itu masih di bawah pengawasan Roy, maka akan Roy izinkan.


"Terimakasih Roy.. Aku sangat mencintaimu.. Dan aku sangat siap jika kamu memberikan aku bibit saktimu" Rena pun mengedipkan matanya juga pada Roy membuat hati Roy berbunga bunga.


"Akan aku lakukan dengan cepat dan kamu akan mendapatkannya dengan cepat pula sayang" Roy memilih untuk menanamkan benihnya di Rena saja dari pada memilih Debora.


Sedangkan Debora gelisah dan memilih menghubungi John. "John.. Aku bingung kenapa Roy lebih memilih pekerjaannya dari pada aku yang sudah siap mengandung anaknya. John aku menginginkan Roy.. Aku ingin memiliki anak darinya. Kamu lihatkan Ester, dia sedang mengandung dan suaminya mengucurinya dengan kasih sayang dan aku juga menginginkannya" Debora mengeluarkan unek uneknya pada John.


"Sayang tenanglah.. Aku di sini, aku siap memberikan kamu anak. Apa kamu mau?" Tanya John dengan wajah yang berseri seri.


"John... Aku hanya ingin perhatian Roy. Aku ingin sangat di cintai Roy lagi seperti dulu. Bahkan bila aku harus gemuk dan jelek saat aku mengandung, aku siap kok yang penting perhatiannya..." Mata Debora sudah penuh dengan airmatanya.


"Sayang apa susahnya? Kamu tinggal hamil anakku dan kamu bilang jika itu a anaknya Roy gampangkan sayang..." Bujuk John sudah dengan rencananya ysng sudah ia susun rapi itu.


"Iya juga ya John kamu ada benarnya juga, kan kemarin kataku kalau Roy tidak bisa memberikan aku anak, maka aku akan meminta anak padamu saja... John.. Apa kamu mau memberikannya padaku?" Tanya Debora dengan malu malu pada John.


"Ya ampun sayang.... Apa sih yang gak aku kasih buat kamu... Kita mulai kapan sayang?" Tanya John sudah tak sabar.


"Secepatnya John.. Secepatnya..." Debora sudah sangat yakin dengan rencananya dan John akan berjalan dengan lancar.


Tapi mereka lupa Roy bukanlah lelaki yang sebodoh itu. Bahkan Roy sudah memikirkannya terlebih dahulu dari pada Debora dan John. Jika John dan Debora akan melaksanakan rencana mereka Roy dan Rena juga menjalankan misi mereka, misi pasutri.

__ADS_1


__ADS_2