
Ceklek..
Bisma menoleh ke arah suara. Seseorsng memasukki kamar ini.
"Hai sayangku yang tampan.." Sapa Aiko.
Bisma ketakutan seketika. "Eemmm?" Bisma mundur beberapa langkah.
"Sayang.. Kok takut gitu.. Aku baik kok.." Aiko menutup rapat pintu kamar.
"Jangan dekat dekat.. Jangan dekat dekat..!" Bisma meneliti ruangan ini apa ada tempatnya bersembunyi atau semacamnya.
Aiko berhasil mendapatkan Bisma dan Bisma hanya terus melawan tanpa suara.
Aiko menarik tangan Bisma ke tempat tidur. Bisma terjatuh di tempat tidur, Aiko menyeringai jahat.
"Aku suka kamu Bisma.. Kenapa kamu gak paham.. Aku suka liat ketampanan kamu.. Aku sangat mengagumi kamu.." Aiko memulai aksinya.
Bisma meringis dalam hati, melihat yang du lakukan Aiko pada tubuhnya membuat Bisma jijik.
Meski memiliki rasanya memang berbeda tapi untuk Bisma itu tidaklah menyenangkan.
"Tolong.." Bisma bersuara.
Aiko mengambil kendali tubuh Bisma.
"Aaahhh.." Bisma sebisanya mengeluarkan suara.
"Jika tuan membutuhkan pertolongan.. Berteriaklah tuan..!" Pesan dari Maid Bisma menggema di pendengarannya.
"L-e-p-a-s.." Bisma berusaha bersuara.
__ADS_1
"Apa sayang.. Nikmat..?" Ledek Aiko.
"L e p a s..." Bisma mengeraskan suaranya.
"Oohh sayang apanya yang dilepas..?"
"To-longg.." Bisma mengeraskan suaranya.
"Tolong...!!!!" Bisma berhasil mengeluarkan suara yang lebih keras.
"Aiko..?" Rafa masuk ke dalam kamar pribadinya dan menyaksikan kebejatan Aiko pada Bisma.
"Papa.. To-long.. Bisma..!!" Bisma meraih Rafa.
"Bisma..?" Rafa terkejut mendengar Bisma bisa berucap bahkan memanggilnya.
"Papa Tolong.. Aiko jahat..!" Bisma tak tahan lagi.
"Aiko dia.. Dia bicara.." Rafa terlihat senang. Bukannya segera menolong Bisma, Rafa malah seperti mendukung Aiko.
"Sayang.. Sedikit lagi.. Ayo.. Sayang.. Liat dia.. Dia sudah dewasa..! Kita liat apa dia bisa sepertimu juga..!" Aiko sangat bersemangat.
"Iya.. Mungkin ini cara terbaik agar Bisma bisa berbicara.. Lanjutkan Aiko.." Bisma menggila dengan semua kenyataan pahit ini. Rafa membiarkan Aiko sesukanya menjamah tubuh kecil Bisma.
Bisma melakukan pelepasan pertama kalinya. Nafasnya terengah engah, sudah tak mampu untuk melawan Aiko lagi.
"Waaaahhh dia sangat mirip kamu sayang lihat..!" Aiko menunjuk sesuatu di di kakinya.
"Ya.. Anakku sudah besar.." Rafa membelai Bisma.
"Bagus nak.. Kamu pasti akan seperti Papa nak.." Rafa terlihat bangga pada Bisma.
__ADS_1
Orang tua macam apa sebenarnya Rafa. Bukanya prihatin dan menolong Bisma ia malah melakukan yang sebaliknya.
Tubuh Bisma bergetar, kedua kakinya terlebih lagi. Matanya sayu menahan lelah.
"Sayang." Bisma menoleh pada Aiko dan Rafa yang tengah bercinta pula.
Bisma kecil segera bangkit dari tempat biadab, rasanya tubuhnya sangat kotor. Lengket tapi licin. Keringat di mana mana. Rambut acak acakkan. Barang intinya terasa berbeda.
Bisma ketakutan. Bisma panik. Bisma melihat dengan jelas apa yang kini tengah di lakukan Rafa dan Aiko. Rasa tak suka pada seorang wanita bermula dari sini.
Bertahun kemudian berlalu. Bisma semakin menguatkan tekad untuk bicara dan dia sudah bisa bicara dengan lancar di usianya 16 tahun. Ingin rasanya Bisma menceritakan kisahnya saat di Singapura kepada Marry. Tapi saat itu pula kebenaran tentang Hery dan wanita simpanan Rafa ketahuan.
Bisma juga di usianya ini sudah belajar dengan benar. Ia mengetahui yang di lakukan Aiko padanya itu di sebut apa dan akan berdampak apa.
Saat mengetahuinya Bisma semakin terpukul. Terbayang bayang olehnya jika Aiko hamil anaknya atau anak Rafa. Rasa takut Bisma itu terus mengganggunya.
Fakta Hery terungkap dan dengan baraninya Rafa membawa anak yang tak berbeda jauh usianya dengan Bisma ke rumahnya ini.
Saat itu, Bisma melihat Hery. Berkali kali Hery berusaha kabur. Akhirnya Bisma mendekati Hery.
Ia tanyakan bagaimana rasa Hery saat ini. Hery yang kala itu sangat lemah hanya bisa menangis tidak tahu. Ia juga tidak tahu kenapa ia ada di dunia ini dan kenapa ia dianggap bersalah. Ia hanya diciptakan dan di lahirkan untuk mendapat tudingan ini semua.
Bisma mengerti keadaan Hery. Bisma orang pertama yang menerima Hery di keluarganya. Karena Bisma memiliki lebih banyak lagi rasa sakit yang melebihi sakit yang di terima Hery.
Sejak saat itu Bisma menjauhi wanita. Ia tidak berteman dengan wanita, dekat dengan wanita, bahkan terkesan sangat takut pada Wanita.
Tapi saat ia bersama sesama laki laki, Bisma merasa nyaman. Dan dari sanalah tercipta Bisma yang sering di sebut GAY. Dan setiap Bisma melihat keintiman pasangan pria dan wanita, banyanggan kelam masalalu Bisma muncul. Bayang Rafa dan Aiko yang Sedsng bercinta itu terulang lagi di ingatan Bisma.
Sering kali Bisma tiba tiba pingsan hanya karena temannya membawanya menonton film dewasa.
Flashback Off..
__ADS_1
Sangat panjang ya Guys.. Maaf ya.. Perjalanan panjang Bisma memang sulit untuk di bawangkan.. Eh salah bayangkan.. Hihihi.. Hai readers tercinta.. Makasih sudah mampir.. Kamu..! Iya kamu yang lagi baca.. I love You..