AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 264


__ADS_3

Rena tiba di kantor Hery. Semua orang dan pekerja itu tahu siapa Rena dan tak heran mereka selalu menunduk bila berpapasan dengan Rena.


"Siang Nyonya." Sapa Roby. Ia sudah tahu kalau nyonyanya ini akan tiba di kantor.


"Tuan Herynya sibuk gak..?" Rena tak ingin menggangu Hery.


"Gak Nyonya bahkan tuan sudah menunggu nyonya sejak tadi dengan rengekkannya.." Roby mempersilahkan Rena menuju ruangan Hery.


"Rengek..?" Rena berkedip beberapa kali memikirkan apa yang terjadi pada Hery.


"Silahkan liat sendiri nyonya.. Saya tidak bisa tangani tuan." Rena pun masuk ke dalam ruangan Hery dengan rasa penasaran dengan yang di maksud Roby ia tidak bisa menangani Hery.


"Sayang.....!!?" pelukkan tiba tiba yang di dapat Rena.


"Sayang..?" Rena mengelus punggung Hery.


"Aku sudah lapar benget.. Mana makananku.. Ada bawa permen..?" Hery mengambil tas dari kain milik Rena dan membukanya sendiri.


"Sayang.. Permen apanya..?" Rena tak merasa Hery punya pesanan permen.


"Aku kan ada kirim pesan untuk bawa permen juga, aku lagi pengen banget permen.." Wajah Hery memelas dan sangat imut.


"Ahahahaha.. Sayang.. Mau permen apa.. Kita minta Roby belikan ya.. Hmmm aku juga mau permen deh.." Tawar Rena.


Setelah merajuk sedikit lama barulah Hery mau dan mengangguk setuju.


"Ya..?" Roby datang.


"By.. Belikan aku dan Hery permen ya.. Permen coklat gitu.." Rena masih menenangkan Hery dan memberi perintah pada Roby.


"Oke.. Siap.." Roby tersenyum sekilas melihat pasangan itu.


Roby keluar dengan sedikit menggeleng samar.

__ADS_1


"Sayang.. Ayo makan nasinya dulu.. Aku sudah masakkannya looo tadi.. Masa kamu gak mau coba gitu.." Rengek Rena balik lagi.


"Iya Iya.. Mana sini aku makan.." Akhirnya Hery luluh juga.


Rena menyiapkan semuanya di hadapan Hery. Dan Hery makan dengan lahapnya.


"Enak sayang..?" Rena menambahkan lauknya lagi ke dalam piring Hery.


"Iya.. Enak tapi aku cuma mau lauknya yang banyak.. Besok besok banyakkin lauknya ya.. Dan tambah lebih banyak bumbunya.. Aku suka masakkan berbumbu." Cicit Hery sambil mengunyah makanannya.


"Bukannya kamu gak suka yang banyak bumbu..?" Rena tahu sekali selera Hery.


"Entah.. Aku mau gitu sayang.. Eemm pokoknya enak kalau banyak bumbunya.." Senyum lebar Hery dan ia menghabiskan ayam dengan bumbu merah itu.


"Ada lagi kah..?" Hery ingin menghabiskan semua lauknya.


"Aha.. Iya sayang ini masih ada.. Habiskanlah..." Rena menyodorkan semangkuk lauk itu lagi. Mungkin masih ada sekitar 2 sampai tiga potong lauk dan berserta sedikit kuah kentalnya.


"Eemmmmm" Hery terlihat sangat menikmatinya.


Tok tok tok..


"Masuk.."


Rena menoleh dan melihat arah pintu. Roby kembali dengan kantung plastik di tangannya.


"Eemm maaf nyonya aku lupa tanya berapa banyak belinya, jadi aku beli segini.." Roby menyerahkan hasil belanjanya.


"Waaahhh..?" Rena membukanya dan banyak sekali permen coklat yang di beli Roby.


"Waahh banyak makasih Roby.. Aamm" Hery mengambil kantung plastik itu dari tangan Rena dan mengambil isinya lalu membuka bungkus permennya dan memasukkan permen manis itu ke dalam mulutnya.


"Sayang..?" Rena menggelengkan kepalanya sambil memijit keningnya.

__ADS_1


"Hehehe.." Roby tertawa melihat tuan dan Nyonyanya yang tampak lucu.


"Makasih ya By..." Rena terlihat tak mampu menahan rasa jengkel pada Hery.


"Sama sama Nyonya.. Saya permisi.." Roby dengan senyumnya pergi dari ruangan Hery.


.


.


.


.


.


"Ayolah.. Dion.. Sudah donk.. Banyak nih.. Kamu gak capek bawa itu banyak banyak..?" Debora menoleh pada Dion yang kini tangan kanan dan kirinya penuh dengan paperbag.


"Gak apa apa.. Aku senang kok.. Lagian ini kan uang dana tiba tiba.." Cicit Dion dari belakang Debora.


"Ck kasian kamu.. Sini aku bantu.." Pinta Debora.


"No.. No.. No.. Kamu mau apa..? Bantu aku..? Buat apa..? Aku kuat kok.." Senyum manis Dion tak luntur sejak tadi saat bersama Debora.


"Ck.." Debora berdecak kesal.


"Ayolah.. Jangan merengek.. Masih ada di sana.. Aku mau beli sesuatu di sana.." Ajak Dion.


"Masih ada..?" Debora membulatka mata sipitnya.


"Hehehe.. Oh ya aku minta troli dulu ya.. Biar enak bawa ini semua.." Debora mengangguk dan menunggu Dion.


"Debora..?" Debora menoleh ke arah yang memanggilnya.

__ADS_1


Debora..


__ADS_2