AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 7


__ADS_3

"Jangan berkedip???" ulang Roy ucapan anak buahnya.


Baru saja Roy mengulang kata kata anak buahnya, terdengar suara langkah kaki yang begitu anggun dari luar kamar Roy saat ini.


Dan muncullah Rena menggunakan kebaya yang Roy titipkan pada anak buahnya untuk Rena pakai di hari pernikahan mereka hari ini.


Flashback


Rena masih bingung apa ia harus menerima ajakn pernikahan konyol milik Roy atau terus berkerja di tempat itu.


Saat Rena masih sibuk berpikir tuba tiba ia mendengar suara erangan seorang wanita dari sebelah kamarnya.


Erangan itu sangat mengganggu. Bahkan bukan hanya erangan ******* juga ada.


"Kalau aku tetap di sini mungkin saja nanti aku yang akan berteriak seperti itu di sini. Bukankah lebih baik jika aku tidak. melakukannya di sini tapi aku juga mendapat upah yang sesuai, jika di sini maka aku harus membagi upahku dengan nyonya Vallen, tapi jika aku menikah dengan Roy maka ia akan menghidupi aku tanpa aku harus membagi uang yang aku dapatkan. Baiklah keputusanku sudah bulat..." kini Rena sudah selesai berpikir panjang.


"eemmm boleh aku minta bantu kamu Untuk mendandani aku. Karna jujur aku kurang bisa merias diri." ungkap Rena dengan kelemahannya.


"Baiklah nona saya memang di tugaskan untu merias nona. Mari saya bantu."


Dengan bantuan dari orng yang Roy kirimkan kini Rena sudah tampil cantik dengan rambut yang di sanggul kecil dan sedikit di tinggalkan di daerah telinga untuk menambah kesan cantiknya. Kebaya putih bersih membuat semuanya semakin sempurna.


"Ayo kita berangkat..." ucap Rena lada anak buah Roy yang sudah menunggunya di depan kamarnya.


"Baik nona. " ucap ketiganya bersamaan.


"Oohh iya bagaimana dengan Nyonya Vallen, aku belum bilang apa apa padanya." Rena menghentikan langkah kakinya.


"Kamu tidak perlu khawatir, kamu boleh pergi Rena."


Rupanya nyonya Vallen sudah berada di belakang Rena, Rena pun terkejut melihat kedatangan nyonya Vallen secara tiba tiba.


"Kamu benar benar beruntung, semoga saja pria yang menjadikan kamu istrinya menjagamu dengan baik ya.." ucap Vallen terharu melihat Rena yang bar berkerja padanya dalam hitungan jam kini sudah mendapat calon suami dari tempatnya. Sungguh beruntung.


"Pria itu sudah membebaskan kamu dari tempat ini, kamu tidak perlu lagi membagi hasil denganku. Kamu akan memiliki kehidupan sendiri." jelas Vallen.


"Apa maksudmu nyonya? Rena tidak paham" ucap polos Rena yang masih tidak paham dengan jual beli di tempat ini.


"Laki laki itu sudah membelimu. Dia berjanji akan menjagamu sepenuh hati. Dia bilang ia perlu orang sepertimu. Dia akan senang jika kamu bersedia bersamanya. Tapi jika kamu tidak bersedia, semua uang yang pria itu berikan harus aku berikan padamu Semua. " jelas Vallen lagi.


"Jadi dia membeliku?? Tapi aku tidak melakukan apa apa??" Rena sungguh masih bingung.


"Iya tapi kata pria itu kamu memberikannya semangat yang amat berharga untuknya." Vallen terus mengatakan apa yang ia dengar dari Roy saat Roy menelponnya tadi subuh.


"Ooohh begitu.... " Rena menunduk.


"Apa ucapanku sungguh seberharga itu?" Rena berguman dalam hatinya.


"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu. Terimakasih untuk kebaikan nyonya beberapa jam yang lalu." ucap Rena berpisah dengan Nyonya Vallen.


"Iya Rena semoga kamu bahagia." setelah berpelukan dengan nyonya Vallen Rena pun keluar dan di ikuti para pengawalnya dan juga satu wanita yang juga menemaninya tadi.


Banya pasang mata yang melihat Rena


(wahh dia sudah di beli...)

__ADS_1


(Aku dengar dia di beli oleh laki laki kaya raya. Sungguh beruntung dia.. Aku kapan ya..)


(Aku melihat laki laki semalam yang bersamanya. Laki laki itu benar benar tampan dan gagah perkasa... aaahhh aku juga mau....)


Bisik bisik dari mulut ke mulut yang Rena dengar saat ia dalam perjalanan keluar dari tempat hiburan itu.


Rena masih pasang telinganya mendengarkan kata kata dari para wanita yang iri padanya.


"Semalam kalian mengejekku. Tapi pagi ini kalian iri padaku. cih..." Rena mengingat semua kata kata para wanita itu semalam. Tapi kini Rena langsung memasang wajah bahagia bak seorang tuan putri yang di jemput oleh pangerannya.


Perjalan pun mulai Rena tempuh. Karna supirnya handal mengemudi, tidak sampai tiga puluh menit mereka tiba di sebuah hotel yang anak buah Roy katakan adalah tempat pernikahan Roy diadakan.


Para anak buah Roy turun dari mobil dan hendak membukakan pintu untuk Rena. Tapi Rena memberhentikan gerakan mereka.


"Tunggu dulu aku ada ide sedikit." Rena berpikir akan sedikit menggoda Roy.


"Dengar aku ingin sedikit mengoda tuan kalian. Apa kalian bisa membantuku?"tanya Rena pada para laki laki yang ada di sana.


Mereka bertiga saling tatap satu sama lain.


"Tapi nona, nanti tuan marah." kata salah satu laki laki itu.


"Aahh kamu tenang saja tidak akan marah dia... Aku mohon bantu aku sedikit saja. Nanti kalian bertiga masuk duluan ke tempat tuan kalian, dan tolong katakan kalau aku berpesan untuk jangan berkedip." Rena memberi intruksi pada anak buah Roy itu.


"Baiklah nona kami akan bantu nona" kata ketiganya.


Ketiganya masuk dan terdiam sebelum tuan mereka bertanya duluan pada mereka.


"Cepat katakan apa yang dia sampaikan???" Roy sudah tidak sabar


"Nona itu berpesan untuk jangan berkedip" kata anak buahnya menjawab pertanyaan Tuannya.


Dan tibalah saat Rena masuk dan menampakan dirinya yang sudah di rias cantik untuk Roy hari ini.


Roy terpana bukan main melihat Rena yang datang dan langsung mengunakan pakaian yang ia minta di sebuah butik untuk calon mempelainya dan rupanya Rena langsung menggunakannya dengan rapi dan di tambah sedikit riasan natural membuat Rena tampak semakin sempurna di mata Roy.


"Bagaimana tuan Roy.. Apa aku cocok mengenakan ini?" Rena menutar tubuhnya memperlihatkan baju yang ia kenakan kini.


Bukan hanya Roy yang terpesona anak buah Roy juga ikut mengagumi kecantikan yang di miliki Rena.


Roy yang menyadari Anak buahnya juga memperhatikan Rena merasa terganggu.


Roy melotot pada anak buahnya.


"Kalian keluar...!!" titahnya.


"Ba... Baik tuan." Semua anak buah Roy keluar dari kamarnya itu.


Setelah para anak buahnya keluar, barulah Roy tersenyum pada Rena. Rena pun sama. Kini rona di wajahnya juga semakin terlihat.


Roy maju ke arah Rena tanpa melepaskan pandangan ke arah lain. "Kamu sangat cantik. Aku... Aku sampai jadi linglung begini. Tapi godaanmu barusan hampir membuatku menagis." kata Roy sambil terus memandang wajah cantik Rena.


"Kenapa? aku hanya menyuruhmu untuk tidak berkedip?" tukas Rena.


"Iya aku kira kamu berpesan untuk jangan berharap aku akan bisa tidur. Aku menghabiskan 1 miliar hanya untukmu. kalau kamu menolaknya berarti aku bukan apa apa dari pada pria hidung belang yang selalu berkunjung ke tempat hiburan itu." jelas Roy.

__ADS_1


"Jadi kamu membarikan 1 miliar kepada Nyonya Vallen??" Rena terkejut mendengar nominal yang di sebutkan Roy.


"Iya.. " jawab santai Roy.


"Kenapa banyak sekali...???" Rena kesal mendengar gaya bicara Roy yang mengentengkan 1 miliar.


"Iya demi mendapatkanmu dari situ. Maka aku harus mengeluarkan banyak uang." kata Roy lagi.


Ren merasa sedih mendengar apa yang Roy berikan hanya untuk membelinya. Membeli Gadis biasa sepertinya dengan dengan nominal yang pantastis.


Roy yang cepat menyadari perubahan air wajah Rena langsung menangkup pipi Rena dan mengunci pandangannya satu sama lain.


"Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu menyesal memilihku?" Roy mencoba mencari tahu apa yang terjadi kepada calon istrinya ini.


"Tidak.. Aku hanya.." Rena tidak bisa meneruskan ucapannya karna bingung harus mengatakan apa pada Roy.


"Jangan berkecil hati. Kamu adalah gadis yang paling berharga untukku. Jangan memikirkan uang yang aku keluarkan untuk membawamu ke sini. Tapi pikirkan kedepannya. Dan ingat, kalau baru 1 miliar aku bisa memberikannya lagi padamu. Bahkan berapapun kamu minta akan aku berikan Rere." Roy mencubit pipi Rena dengan gemas.


"Terima kasih Roy.." Rena juga memegangi tangan Roy yang masih menangkup pipinya.


"Baru kali ini aku merasa di hargai." Rena masih sedih dengan dirinya sendiri.


"Sudahlah Rena kita sudah membuat penghulu menunggu lama, jangan bersedih lagi ya.. Ini adalah hari bahagia untuk kita berdua. Hari ini kita berdua akan keluar dari masalah yang mengekang kita berdua. Mari kita melangkah keluar bersama." Ajak manis Roy kepada Rena.


Rena pun menganggukan kepalanya dan mereka berdua keluar bersama menuju temapt ijab kabul.


Pernihakah keduanya berjalan dengan lancar, ada beberapa orang yang hadir dai antaranya Hery dan keempat orang yang menjemput Rena dan beberapa orang kepercayaan Roy juga ada di sini.


Sementara itu di tempat lain Debora dan John berada di kediaman Roy dan juga keluarganya.


"Dimana suamimu? aku tidak melihatnya?" John menanyakan kebaradaan tuan rumah yang cukup besar ini.


"Oohh mungkin dia sudah berangkat kerja, aku akan mencoba menghubunginya." Debora baru saja ingin mengambil ponselnya tapi John menghentikannya.


"Jangan dulu sayang... Kita ada perkerjaan lain." John membisikkan beberapa kata pada Deboran dan di anggukan oleh Debora. Dan hanya mereka berdua yang tahu apa yang terjadi setelahnya.


****


Kini pernikahan Roy dan Rena sudah selesai. Rena dan Roy tampak sangat bahagia. Tapi kebahagian itu di renggut oleh telpon yang masuk ke ponsel Roy.


Wajah Roy berubah Gusar.


"Roy ada apa kenapa kamu sedih seperti itu?" tanya Rena yang menyadari perubahan Roy.


"Maaf Rena aku ada keperluan sebentar. Dan tolong dengarkan aku. Aku sudah menyiapkan apartemen khusus untukmu. Nanti jika masalahku sudah selesai maka aku akan langsung menyusulmu ke sana oke. Nanti anak buahku yang akan membawamu ke sana. Dan kalian... Jaga nyonya Filip kecil sebaik mungkin. Jangan sampai dia lelah atau apapun aku tidak peduli dia harus sehat walafiat seperti sekarang ini. Paham!!!!" titah Roy pada anak buahnya.


"Jaga dirimu baik baik ya.... aku akan segara kembali." ucap Roy lagi meyakinkan Rena.


"Iya Roy... " Rena kemudian tersenyum dan Roy mengelus rambut Rena lalu ia kecup kening Rena dengan lembut membuat Rena mambulatkan matanya karna Roy mengecupnya di depan banyak orang dan orang orangnya itu adalah anak buah Roy.


"Kenapa masih keget?? Bukankah kita berdua sudah halal." Roy mengedipkan matanya sebelah dan membuat Rena tersipu malu.


***


Kini Roy sudah sampai di kediamannya. Langkah besar penuh wibawanya menyapu jalannya masuk dalam Rumahnya.

__ADS_1


Sedangkan Debora dan John....


panjang itu bonus untuk para pembaca novel ini....


__ADS_2