AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 165


__ADS_3

Flashback on


Hampir seminggu Adel dan Bisma di Jerman. Marry sibuk mengatur acara pernikahan Adel dan Bisma. Ia ingin pernikahan yang meriah untuk anaknya.


"Hahh.. Adel.. Kamu lagi apa.?" Bisma menghampiri Adel yang sedang belajar sendiri. Ia sedang belajar bahasa Jerman.


"Kenapa bahasa Jerman susah sekali Ma. Aku sulit mengingatnya..." Keluh Adel.


"Eeem ya.. Bahasa Jerman susah untuk orang Indo.. Aku malah mudah belajar bahasa Indo dari pada Jerman. Dulu aku juga cuma bisa bahasa England, tapi sekarang seiring berjalannya waktu, aku bisa bahasa German dan juga England. Plus.. Indo dari Hery." Bisma bangga.


"Haaahh ya aku ini gak bisa gimana.." Adel pusing sendiri. Karna nanti pasti akan menggunakan bahasa Jerman untuk Akad nikah mereka.


"Gimana kalau kita atur aja bahasa pernikahanya pakai bahasa England. Kan aku bisa dan kamu juga bisa bahasa England..." Saran Bisma.


"Eeemm boleh juga itu.. Gak apa apa kan.." Adel menutup bukunya.


"Ya tapi sebelum itu temani aku jalan jalan dulu.." Bisma mengedipkan matanya.


"Kemana..?" Adel tidak mengerti yang di rencanakan Bisma.


"Maaf Adel aku sudah gak tahan.." Bisma bergumam dalam hati.


"Ayo.."


Mereka pergi dari rumah dengan alasan jalan jalan membawa Adel berkeliling karna baru di Jerman.


Adel yang tak tahu apa apa hanya mengikuti kemana Bisma mengajaknya. Saat tiba di salah satu perumahan barulah Bisma yakin akan mengatakan yang sebenarnya pada Adel.


"Adel.. Ada yang mau aku bilang" Adel mulai fokus pada Bisma.


"Apa..?"


"Aku dan teman aku sudah janjian.. Eeemm aku.." Malu tapi mau. Tapi bingung mengatakannya seperti apa.


Bisma lalu berbisik pada Adel.


"Hah????" Adel benar benar terkejut.


"Aku mohon Adel aku sudah gak tahan.." Bisma memohon pada Adel.

__ADS_1


"Eemm anggaplah ini hari terakhir aku bujang." Bisma terus meminta.


"Astaga Bisma.. Aku gak percaya ini kamu.. Astaga.." Adel memijit keningnya. Rasanya pusing bercampur malu mendengarnya.


"Aku mohon Adel.. Terakhir kalinya aja. Setelah ini aku akan fokus sama hidup kita. Dan aku tahu, aku gak akan bisa kasih kamu lebih. Tapi aku janji akan bahagiakan kamu.. Meski bukan kayak suami istri pada umumnya. Tapi aku janji. Eeemm kalau kamu mau cari laki laki yang normal aku gak larang juga. Misalkan kamu mau anak, atau keturunan. Kamu bisa minta tolong siapa pun yang kamu mau, aku gak akan larang kamu untuk melakukannya sama orang lain. Karna aku juga mengerti rasanya.." Bisma mencoba menjelaskan semunya pada Adel sebelum mereka akan sah menjadi suami istri.


"Tapi bukannya itu namanya selingkuh...?" Adel tak sepenuhnya setuju dengan ide Bisma.


"Ya selingkuh, dari suami GAY. Hehehehe.. Gak salah kok.. Bahkan kalau kamu memang mau, aku akan carikan yang kamu mau.. Yang matanya biru atau mata Elang, yang bermata coklat mungkin.." Bisma sudah menawarkan saja.


"Bukan gitu nanti gimana pandangan orang sama kita berdua, apa lagi aku, kalau aku sampai seperti yang kamu bilang itu. Apa gak stres Mama..?" Adel sudah memikirkan bagaimana kalau semua itu benar benar terjadi.


"Kamu kan punya aku.. Aku pastilah dukung kamu.. Dan kalau kamu punya anak juga sama pacar kamu nanti, aku juga pasti terima dia, dia akan sepenuhnya dapat haknya sebagai anak. Bukan anak kamu aja tapi juga anakku.. Untuk Mama.. Kamu tenang aja kita akan saling menjaga rahasia satu sama lain. Jadi gak ada yang bakal tahu kalau kita berdua cuma nikah karna keperluan masing masing semuanya akan terlihat normal aja di mata semua orang.. Kamu tenang aja, yang penting kamu mau dulu Del.." Bisma mengajak Adel bernegosiasi dengan hubungan dan status mereka nanti.


"Haaaahhj tapi aku rasa ini gak baik.. Kita bohongi orang banyak.." Adel masih memiliki malaikat baik di sampingnya.


"Ya.. Mau gimana lagi Adel.. Aku gak bisa kasih pilihan yang lebih baik dari ini." Bisma kehabisan ide untuk mengecoh Adel.


Adel menantap Bisma. Wajah sedih Bisma sangat terlihat. Adel juga paham ini sangat tidak nyaman untuk Bisma, apalagi dengan Kondisi GAYnya. Adel menunduk sejenak berpikir.


"Haaahhh.. Oke Bisma.. Aku percaya sama kamu.. Pergilah.. Teman kamu pasti tunggu di dalam.." Adel menyimpulkan senyuman untuk Bisma.


Adel mengangguk. " Pergilah.. Aku akan ke tempat makan itu dan menunggu kamu selesai. Cepatlah.. Jangan lama lama.. Oohh ya.. Nanti mandi dulu ya.." Pinta Adel.


"Oke siap.. Aku janji gak akan lama.." Bisma segera keluar dari dalam Mobil.


Adel mengelengkan kepalanya. "Kenapa Bisma bisa begitu..? Padahal dia sangat tampan, bertubuh layaknya seorang laki laki, wangi seorang laki laki.. Bersih lagi." Gumam Adel.


"Dan aku menjadi istirnya.. Istri seorang GAY. Aku.." Adel sempat mikirkan yang ia dan Bisma lakukan ini adalah salah.


Adel mengelengkan kepalanya. Ia menantap ke arah rumah itu. Entah apa yang di lakukan Bisma di dalamnya. Meski merasa geli mau tak mau Adel mebiarkn calon suaminya untuk melakukan itu, semoga itu bisa membuatnya lebih nyaman untuk sementara.


Adel turun dari mobilnya. Ia berjalan ke arah restoran di yang ada di depan rumah itu. Ia menghabiskan banyak waktu di sana. Untungnya tempat itu tempat yang nyaman kalau tidak Adel tidak akan tahan berlama lama di sana.


Di restoran itu ada kolam ikan, taman mini yang indah juga. Sport foto yang bagus juga. Jadi Adel tidaklah jenuh menunggu Bisma selesai dengan kegiatannya.


Tak terasa sudah 3 jam Adel menunggu akhirnya ia duduk diam di mejanya dan memesan beberapa makanan di restoran itu. Mulai dari menu utamannya, minumannya, makanan ringannya, sampai dessertnya pun ia coba.


"Haaahh.. Astaga Bisma lama sekali.." Akhirnya Adel mengeluh juga setelah sekian lama ia menunggu.

__ADS_1


Bisma akhirnya keluar dari rumah itu, ia mengelap wajahnya dengan sapu tangannya. Setelah itu ia turun ke lehernya. Membasahi bibir dengan lidahnya. Melihat mobil yang kosong tak ada orangnya.


"Eeehh Adel di resto itu pasti.." Bisma berjalan menuju restoran yang di tempati Adel.


"Adel..?" Bisma melihat Adel.


"Kamu lama banget.. Capek aku tahu.." Adel mengerutkan keningnya.


"Hehehe.. Maaf.. Ya sudah ayo kita pulang.." Bisma langsung membawar semua makanan yang di pesankan Adel soerang diri.


"Jera aku ikut kamu lagi Ma.. Lama banget.." Keluh Adel tak ada habisnya.


"Tenang aja nanti aku temani kamu juga, terserah kamu mau lama juga atau sebentar aja." Bisma sangat senang sedangkan Adel yang tertekan.


Belum lagi wangi Bisma yang sangat menyengat di dalam mobil membuat Adel terasa mabuk menciumnya.


"Bisma.. Kamu pake parfum apa sih.. Mabuk aku ciumnya." Adel membuka kaca Mobil di sebelahnya.


"Ooohh maaf.. Aku suka wanginya tadi.. Jadi aku pakai banyak.." Bisma tak ragu mengataknnya pada Adel.


"Oohhh Tuhan..." Adel benar benar jera.


Flashback off.


Oleh karna itu Adel tidak mau Bisma melakukan itu lagi. Kalau ia ingin bertemu dengan teman kecannya lebih baik jangan membawanya lagi. Sudah menunggu lama, di suguhi wangi yang sangat menyengat lagi.


**


Hery membantu Marry menyiapkan acara pernikahan Bisma sebaik mungkin. Rena dan Debora menamani Adel.


Bisma ia sedang berusaha untuk menerima keadaan. Ia kini sedang di obati oleh seorang Psikiater. Berharap Bisma bisa menerima dan melakukan tugasnya sebagai Suami nantinya.


Sebenarnya Bisma bukannya tidak bisa berhubungan dengan wanita. Tapi dari yang di lihat psikolog ini sepertinya Bisma memiliki ingatan yang buruk tentang seorang wanita yang membuatnya justru menyukai sesama laki laki.


Beberapa kali Psikolog itu bertanya dan meminta Bisma untuk jujur dengan yang ia rasakan tapi sepertinya itu sangat sulit. Psikolog itu juga sudah mengatakan hal ini pada Marry, Marry juga tidak mengetahui apa yang membuat Bisma bisa seperti itu. Marry juga sudah mengatakan hal ini pada Hery. Hery juga tidak tahu apa apa.


Ia juga bingung harus membantu bagaimana. Tapi tak apa sedikit demi sedikit semuanya pasti terbongkar.


Off dulu guys..

__ADS_1


__ADS_2