AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 243


__ADS_3

Wigara mengelengkan kepalanya. " Aku mohon.. Aku lapar, mau makan tapi gak ada yang temani makan, mana Enak makan sendirian.. Ya kan.. Jadi kamu harus temani aku makan ya.."


"Tapi.. Ini sudah lewat jam pulang aku.. Tadi aku janji sama teman aku balik sebelum jam 3 sore.." Alasan Debora.


"Temamu.. Laki laki..?" Pancing Wigara.


"Bukan perempuan, namanya Rena.. Dia khawatir sama aku nanti.."


"Ya udah hubungi dulu dia bilang kalau kamu mau makan siang dulu di sini.. Pasti dia bolehin.." Saran Wigara lagi.


"Ya ampun... Kamu selalu punya cara ya.." Debora terkekeh.


"Eemm kamu mau makan apa aku pilihkan tempatnya gimana..?" Tanya Wigara dengan semangat karna yakin Debora mau makan siang dengannya.


"Aku gak mau makanan di mall ini.." Debora memanyunkan bibirnya.


"Hah..? Terus di mana..?" Wigara mebgaruk tengkuknya.


"Sebentar.. Tuh kan dia telpon..." Debora memperliharkan ponselnya yang berdering dan ada nama Rena tertera di layarnya.


"Halo.. Ya Rena..?" Debora menerima panggilan itu.


"Debora belum pulang kah..? Ini sudah mau jam 3 looo.. Nanti kamu kecapek'an looo.." Rena sudah seperti ibu Debora sendiri yang sangat mengkhawatirkan Debora.


"Iya.. Eeemm Rena aku mau makan di warung yang hari itu Rena.. Makanannya enak banget, aku mau ke situ dulu boleh ya.." Rayu Debora.


Wigara melirik Debora dan tersenyum. "Mereka benar benar sudah akur seperti saudara.. Kamu hebat juga Rena.."


Reba terpaksa mengizinkan Debora untuk pergi makan ke tempat yang di maksud Debora tadi dari telponnya.

__ADS_1


"Di mana tempatnya..? Apa makanannya benar benar enak..?"


"Ya donk.. Mau ikut aku..?" Tawar Debora.


"Ya mau lah..." Wigara bersemangat.


Keduanya meninggalkan mall dengan saling menenteng belanjaan mereka tadi.


Debora menjadi mata jalan Wigara mebuju tempat makan yang Debora maksud. Mata Wigara memincing ketika melihat hanya warung kecil kecillan bahkan bisa di bilang gerobak.


"Kita makan di sini.. Kamu yakin..?" Wigara menatap Debora tak percaya selera Debora seperti ini.


"Ya.. Di sini enak kok.. Kalau gak percaya coba aja nanti.." Debora turun terlebih dahulu dari mobil meninggalkan Wigara sendiri.


Tak lama kemudian Wigara juga turun dan menyusul Debora yang sedang memesan menu yang ada.


"Aku suka di sini makanannya enak enak.. Wanginya tuhh.. Heeeeemmm.." Debora menghirup wangi makanan yang semerbak saat pemilik garung menuangkan kuah.


Pesann Debora datang dan betapa terpananya Wigara terlebih dahulu ketika melihat pesanan Debora.


Debora memesan bakso, soto betawi, ayam kecap dan masih ada beberapa menu lainnya yang sangat menggoda.


Debora membersihakan tangannya dengan  hand spraynya dan menyantap makanannya.


"Cobalah.." Ajak Debora pada Wigara.


"Aaaa.." Wigara meminta Debora menyuapinya.


"Issshhh.." Debora menyuapi Wigara meski ia berdecih terlebih dahulu.

__ADS_1


"Eeemmmm.." Wigara kagum dengan rass yang ia terima saat makan yang Debora suapkan itu masuk mulutnya.


"Ya ampun ini enak banget.." Puji Wigara.


Karna masih penasaran Wigara memesan menu yang sama seperti yang Debora pesan.


Mereka pun mulai berbincang bincang ringan dan bercanda. Debora tak pernah bisa mudah dekat dengan orang asing seperti ini.


Wigara juga sangat menikmati kebersamaannya ini bersama Debora. Senang melihat wanita yang hatinya tersakiti ini tersenyum lepas dan bahkan tertawa bebas.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hery  dan Rena mengunjungi Bisma untuk mengetahui keadaan terkini Bisma.


Mereka malah melihat Adel dan Bisma sedang bermesraan di pikiran mereka, tapi menurut keduanya mereka hanya sedang bermain main dan tak ada unsur mesranya sama sekali.

__ADS_1


Hery...


__ADS_2