AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 197


__ADS_3

Roy mulai bingung karna Debora tak ingin mendengarkan penjelasan darinya.


Rena dan Hery hanya saling pandang satu sama lain.


"Debora.. Aku cuma kesianggan aja.. Aku juga gak nyadar kalau aku kesiangan.." Roy mulai menceritakan ceritanya.


"Ya karna kamu malamnya begadang sama Nur di ranjang..!" Sarkas Debora.


"Gak gitu sayang.. Aku tuh kesiangan karna memang capek dari kantor sayang.." Hery yang mendengarnya hanya memicingkan matanya.


"Padahal kerjaan kamu di kantor kemarin gak berat berat amat. Aku yang kerjakan semuanya sendiri bisa aja.." Ledek hati Hery pada Roy. Sayangnya tak terdengar oleh Roy.


"Eeemm Rena Hery.. Aku bawa Debora pulang dulu ya.." Pamit Roy.


"Loohhh kok pulang..?" Nada bicara Debora naik seketika.


"Ya sayang kita bicara di rumah aja, kamu pasti paham.." Roy mencoba meyakinkan Debora.


"Enggak.. Kenapa kamu malah paksa aku..? Aku gak mau pulang sama kamu.." Debora semakin marah.


"Debora.. Jangan gini.. Kasian baby kita..." Roy tahu kelemahan Debora adalah baby mereka.


"Kalau kamu kasian sama baby jangan ganggu aku.." Debora menghempas tangan Roy yang terus memeganginya.


"Debora.." Roy sudah kehabisan cara.

__ADS_1


"Roy..!" Panggil Hery.


"Eemm?" Roy menoleh pada Hery. Hery memberinya kode untuk mengikutinya ke suatu tempat.


Roy bangkit dan ikut kemana Hery membawanya. "Hery aku mau bawa Debora pulang dia pasti bisa mengerti kalau aku jelaskan di rumah kalau di sini dia gak akan mau dengarkan aku.." Roy terus mengoceh dan Hery tak mendengarkannya.


"Roy..." Panggil Hery lagi.


"Apa..?" Roy sudah tak sabaran.


"Kamu kesini cuma bikin Debora makin marah. Dia di sini tadi baik baik aja sebelum kamu datang dan buat perasaan dia makin buruk. Gak usah paksa dia untuk pulang ke rumah yang buat dia menderita.. Aku sudah pernah bilang. Jangan terlalu berlebihan.. Liatkan hasilnya...?!" Hery melipat tangan di dadanya.


"Ya makanya aku mau jelaskan sama Debora.." Elak Roy lagi.


"Rena..?" Roy berbalik dan melihat Rena di belakangnya.


"Debora nginap di sini.." Ucap Rena.


"Tapi.. Mana bisa gitu Rena..?" Roy menaikkan nada bicaranya pada Rena.


Hery membulatkan mata, tatapan tajam seperti ingin membunuh Roy.


"Berani kamu bicara dengan nada kasar gitu sama istri aku..?" Hery berucapa dengan nada biasa saja tapi terdengar sangat penuh penekanan.


Roy mendengar pertanyaan Hery dengan jelas. Roy menoleh pada Hery dengan takut. Karna Roy tahu dia bukanlah lawan yang tepat untuk berhadapan dengan seorang Hery.

__ADS_1


Mata tajam Hery memicing saat Roy menatapnya. Rasa takut Roy semakin menjadi, Rena dengan santainya masuk dalam peluk Hery mengecup Hery dengan lembut. Hery menatap Rena tapi dengan tatapan yang berbeda. Penuh cinta dan kasih sayang. Hery memeluk Rena erat di dadanya.


"Kalian berdua benar benar saling cinta..?" Roy menatap tak percaya yang ia lihat ini.


"Kenapa..? Hery memang sayang aku, Hery cinta aku.." Rena menjawab dari balik peluk Hery.


"Aku kira.. Selama ini kalian cuma pura pura mesra mesraan dan romantisan di depan orang orang.." Hery merasa lucu mendengarnya.


"Ya.. Kalau aku cuma pura pura, kenapa sekarang Rena hamil anak aku..?" Hery mengecup kening Rena.


"Hah..? Rena hamil..?" Roy membuka mulutnya lebar lebar.


"Rena lagi hamil.. Hamil anak aku. Apa kamu kira itu pura pura juga dan Tes pack yang kami pakai juga pura pura positif..?" Roy semakin membuka mulutnya lebar lebar.


"Tapi aku kira kalian cuma.." Roy menggelengkan kepalanya.


"Makanya tadi aku larang bicara sembarangan sama Istri aku.." Hery memicingkan matanya lagi pada Roy.


"Jangan bicara bagaikan Rena masih punya kamu.. Sekarang dia adalah Nyonya Krisnata." Peringatan Hery.


"Dan Debora.." Rena lagi yang maju menghadapi Roy.


"Biarkan dia bahagia dengan caranya, jangan paksa paksa dia.." Roy tak berani melawan. Ia mengangguk setuju saja.


Sedangkan itu..

__ADS_1


__ADS_2