AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 41


__ADS_3

Rena baru tiba di unitnya dan mendapati Roy sudah menunggunya di dapan pintu. Rena sudah menduganya.


"Roy.." Sapa Rena dan hendak menyalami Roy.


"Kenapa baru pulang? Aku dari tadi tungguin kamu sampe lumutan." Sepertinya Roy kesal dengan Rena yang pulang sedikit terlambat itu.


"Maaf Roy aku tadi singgah di.."


"Aah iya.. Cepat masuk ada yang aku mau tanyain." Roy tak mau mendengarkan penjelasan Rena dari mana ia dan mengapa terlambat.


Rena lagi lagi hanya bisa menuruti Roy dan ikut Roy masuk. Suasana yang sedikit berbeda dari biasanya. Biasanya Roy akan sengat bahagia melihat Rena dan akan langsung bermanja manja pada Rena.


"Kenapa orang ini mengenal kamu?" Roy menunjukan Foto saat John dan Rena sedang berbicara di pasar tadi.


"Oohh itu laki laki yang pernah menabrak aku di Mall dia masih ingat aku tapi aku sudah gak ingat dia Roy." Ucap Rena menjawab seadanya.


"Tapi kenapa dia tahu kalau kamu punya kertu Gold?" Tanya Roy sedikit menambahakan oktaf ada ucapannya


"Iya kan dia nabrak aku tuh.. Ku pas itu mau bayar pake kartu gold. Nah kartu aku tuh jatuh, nah dia ambilin terus balikin ke aku." Jelas Rena lagi seadanya juga.


"Ooohh astaga Rena.. Apa di melihat nama di kartunya?" Tanya Roy lagi sudah sangat khawatir.


"Entah.. Memangnya aku tahu?" Rena sedikit kesal dengan pertanyaan Roy yang sedikit memojokannya itu.


"Kamu tahu Rena dia itu selingkuhannya Debora. Kalau dia tahu itu kartu aku pasti dia bakal bilang sama Debora dan Debora pegang kendali semuanya. Aku bisa bisa ketahuan simpan kamu Rena, Eyang juga bakal marah besar sama aku. Ck.. Aduhhhh..." Roy semakin Frustasi.


Rena tak bisa berbuat apa apa hanya bisa diam. Lagi pula apa selama ini ia tahu seperti apa selingkuhannya Debora. Wajah Debora saja mungkin Rena sudah lupa karna sudah lama sekali ia melihat Debora di televisi.


"Aahhhh ya sudah, aku ke rumah Hery dulu." Roy berlalu tanpa melihat Rena yang sekarang sedih mendengar ucapan Roy yang akan pergi.


Roy sudah pergi dan Rena seorang diri di tempat yang sama sedari tadi.

__ADS_1


"Aku kira malam ini malam yang akan membahagiakan kamu Roy, tapi rupanya..." Rena sangat sedih dan meneteskan air matanya.


***


Roy kini di kediaman Hery. Masih tampak pusing dan uring uringan Hery juga sama berusaha menenangkan Roy.


"Tapi Roy.. Kenapa John dan Debora tidak langsung saja menyerang Rena atau mengintimidasi Rena. Karna kalau tipe Debora pasti ia akan melakukan itu, bahkan saat tahu tentang Rena yang memegang kartumu dia pasti sudah memarahi Rena saat itu juga. " Analisis Hery.


"Benar juga ya.. Kenapa Debora tidak melakukan itu? Aku jadi bingung Her.." Roy tak sanggup.


"Tenanglah tuan. Aku akan mencari pergerakan Debora dan John." Hery mengutak ngatik Laptopnya mencari informasi.


"Eeehhh Roy ini ada di salah satu sosmed John pada hari di mana kamu bilang Rena ke Mall. Isi sosmednya 'Baru kali ini ketemu yang emas emas tapi punya orang' itu yang ada di kutipan John tapi fotonya malah foto Dion Wigara. Sepertinya John berusaha mendekati Dion Wigara. Tapi yang emas emas maksudnya?" Hery juga tak paham.


"Aku akan mencoba lihat sosmed Dion." Hery mengutak ngatik lagi laptopnya.


"Ooohhh Roy lihat ini, Dion di hari yang sama juga mengunjungi Mall itu dengan kutipan 'mencari hadiah adik adikku.' singkat tapi banyak yang like satu postingan itu.


"Hehhhh Rena...?" Roy tak percaya yang ia lihat Rena ditolong Dion dan John benar benar menabraknya saat itu.


"Roy berarti John tidak tahu Rena. Yang John maksud dengan emas emas itu pastilah kartu Dion dan Rena saat itu hanya korban yang di tabrak John dan tak sengaja malah di bantu Dion. Jadi pasti untuk menghibur Rena yang tertabrak John dengan di traktir menggunakan yang emas emas seperti yang di ucapkan John." Hery menyimpulkan semuanya.


"Oohh benar juga.. Tadi kata anak buahku juga Rena mengaku kartu itu adalah milik Temanya saja, makanya bisa dapat kartu Gold. Berarti John tak tahu hubunganku dangan Rena." Rasa lega menghampiri Roy. Tapi setelahnya rasa bersalah pun melandanya. Tadi baru saja menyalahkan Rena yng memang tak tahu apa apa tentang semua ini.


"Aatag Her.. Aku malakukan kesalahan lagi. Aku tadi tidak sadar paati sudah menyakiti Rena dangan menyalahkannya."


Roy mulai sadar.


"Ya kamu menyalahkannya seakan di sudah mengenal John, wajah dan tampang John saja Rena gak tahu tapi kamu masih juga menyalahkan dia. Pasti dia sedih sekalu sekarang dan semoga saja dia mau menghukummu Roy." Jengkel dengan Roy yang main saja menyalahkan Rena akan hal yang sama sekali tak di pahaminya.


"Iisss kamu ini.. Jelek banget lagi doanya. Dah lah.. Aku mau pulang ke apartemen Rena saja." Ucap Roy ingin berlalu daru hadapan Hery.

__ADS_1


"Hati hati.. Pinnya udah di ubah.. Amin.." Ucap Hery lagi masih meledek Roy. Roy melotot menghadap Hery bukannya takut Hery malah menjelerkan lidahnya. "Kmu bukan bosku malam ini, kamu hanya Roy.." ucap Hery sambil melipat kakinya dan meminum susu hangatnya.


"Cih.." Roy berdecih dan meninggalkan kediaman Hery dan menuju Apartemen Rena.


Sedangkan Rena saat ini berada di kamar mandi, ia masih manangis dan semakin sedih karna apa yang baru saja Rena ketahui.


Kini Rena sedang mengandung, mengandung anak Roy, dan tadi saat perjalanan pulang Rena sempat singgah ke suatu tempat itu adalah apotek dan Rena membeli tes pack di sana. Tapi saat sampai di rumahnya bukannya di tanya baik baik malah di suguhkan dengan berbagai macam omongan yang kurang sedap di telinga bumil muda sensitif ini.


Roy baru memasuki apartemen tapi lampu di tengah ruangan masih mati dan gelap. Roy pun meyalakan lampu itu. Roy kemudian masuk ke dalam kamarnya dan Rena kamar itu juga gelap tak berlampu. Roy pun menyalakan lampu itu. Masih tidak menemukan keberadaan Rena.


Roy pun mencoba membuka pintu kamar mandi yang di kunci Rena dari dalam. "Rena kamu di dalam?" Tanya Roy dari luar kamar mandi.


Rena hanya terus diam meski pun mendengar suara Roy yang memanggilnya.


Roy yang tak mendengar jawaban dari Rena merasa panik, apakah semarah itu Rena padanya?


Roy pum memutuskan untuk mendobrak pintu kamar mandi itu tampa meminta persetujuan Rena karna sudah sangat panik.


Draaaakk..


Sekali dobrak pun pintu kamar mandi itu terbuka. Roy melihat Rena yang sedang menangis di pojokan kamar mandi.


"Rena sayang.. Maafkan aku.." Roy berjalan mendekati Rena tapi kakinya menginjak sesuatu. Roy pun memperhatikan benda yang ia injak. Itu adalah Tes pack Rena yang Rena hambur hamburkan di dalam kamar mandi.


Barulah Roy sadar di dalam kamar mandi ini berhamburan tes pack yang pastinya milik Rena. Roy membaca hasil tes pack itu yang menyatakan Rena tangah berbadan dua.


"Sayang.. Ini.." Roy melihat ke arah Rena yang masih menangis. Kembali Roy di landa kepanikan setelah kebahagiaan yang baru saja menerpanya.


"Rena.. Rena sayang.. Sayang.." Panggil Roy pada Rena berkali kali tapi Rena malah menutup telinganya dan berteriak juga dan akhirnya Rena pingsan tak sadarkan diri.


Roy..

__ADS_1


__ADS_2