
Rena cengengesan menatap Hery.
"Nakal terus.." Cup cup cup.. Hery tak habis habisnya mengecup Rena.
"Mereka juga hebat.. Mereka larang papanya dekat dekat cewek.." Rena memeluk Alf.
"Ya.. Betul sekali.. Tumben sekali anak tampan ini goda papanya ya kan.. Biasanya ya ampun.. Kayak gak kenal aja.." Hery sangat gemas pada Alf.
"Biasanya Alf diam diam aja.. Papa ajak biacara jual mahal..." Hery menoel noel hidung hidung Alf yang sedang di gendong Rena.
"Makasih sayang.." Rena memeluk tubuh kekar Hery.
"Apa?" Hery sangat gemas pada Rena.
"I love you..." Rena duluan yang mencium Hery.
"Kalau aku ingat ingat.. Ini pertama kalinya kamu cium aku.." Hery menatap langit langit ruangan itu.
"Ya kah...?" Rena juga coba mengingat ingat.
"Iya.. Ini baru pertama kalinya sejak nikah.." Rena menganga.
"Iya juga ya.. Mau lagi kah..?" goda Rena.
"Nanti malam" bisik Hery lembut.
***
"Albert kamu.." Bisma lemas di sofanya setelah bermain dengan Albert.
"Ya Bisma.. Ini aku.. Aku cinta kamu.." Albert mengelus rambut Bisma.
"Haaaahh..?" Bisma merasa aneh setelah hubungannya dengan Albert ini. Tak ada kepuasan seperti biasanya.
Tiba tiba terlintas kenangan masa lalu buruk Bisma saat masih kecil.
__ADS_1
"Aaaahh" Bisma memegangi kepalanya.
"Bisma..?" Albert pun terkejut.
"Bisma kamu gak apa apa..?" Albert berusaha menenangkan Bisma.
"Stu keadaan Bisma memburuk aku.. Bingung.." Albert menghubungi Stuart.
"Gak apa.. Aku ke situ sekarang."
***
"Bisma gak bisa di hubungi..?" Adel mencoba menghubungi Bisma sejak tadi tapi tak ada jawaban dari Bisma atau pun secarik pesan singkat dari Bisma lagi.
"Ini kok nomer Stuart...?"
"Ya Haloo.." Satu panggilan dari Stuart pada Adel.
"Hah.. Ya kah.. Kamu yakin..?" Adel menutup mulutnya terkejut.
Tak peduli apa yang tengah ia kenakan saat ini.
***
"Bisma..!" Adel tiba di ruangan Bisma dan di sana sudah ada Bisma di temani Albert dan Stuart.
"Adel..?" Bisma masih lemas.
"Kamu gak apa apa kan..?" Adel langsung menemui Bisma di sofa.
Keadaan Bisma yang berantakan tak membuat Adel jijik atau pun takut. Adel menyentuh lengan Bisma lembut.
"Adel.." Seulas senyum di bibir Bisma.
"Kamu kenapa.. Apa ingatan lagi..?" Adel mengusap kening Bisma yang berkeringat.
__ADS_1
Stuart tak peduli dengan percakapan Adel dan Bisma yang ia inginkan hanya menandang Adel. Wanita cantik itu datang seadanya dan tetap terlihat cantik.
"Kamu akan jadi milik aku Adel sayang.." Hati itu terus meronta.
"Adel.. Kok kamu pakai celemek..?" Bisma mengingatkan Adel.
"Hah..?" Adel menatap apa yang ia gunakan saat ini.
"Oohh tadi aku masak untuk makan siang kita.. Kamu tadi pagi bilang kamu hari ini pulang cepar, jadi aku mau masakkan kamu sesuatu yang kamu suka, aku dari tadi juga sudah hubungi kamu tapi gak bisa." Cerita Adel.
"Maaf.." Bisma hanya bisa mengatakan itu.
"Ini salah aku, harusnya aku gak temui Bisma.." Albert mulai actingnya.
"Oh.. Albert. Stuart..? Makasih sudah kasih kabar aku.. Belakangan ini Bisma memang kurang sehat.. Bayangan trauma waktu kecilnya masih menggangu, jadi kadang dia ingat dan begini jadinya." Bisma tiba tiba menggenggam tangan Adel.
"Del.. Aku mau sambal tempe buatan kamu.." Bisma membuat Adel berdecak.
"Aku masak itu tiap makan malam Bisma.. Gak pernah abis kok kamu makan.." Adel berdecak kesal.
"Aku makannya pas sudah tengah malam, mana kamu tahu.. Makanya tiap pagi udah gak ada kan.." Bisma malah mengajak Adel berdebat.
"Eh.. Iya juga ya..?" Adel sangat polos. Bisma terkekeh melihat ekspresi Adel yang tadinya kesal tapi tetap mengiyakan.
Stuart juga begitu suka melihat betapa lucunya Adel. Mata biru itu menatap dari bawah hingga atas, tak ada kekurangan yang di miliki Adel.
Kecantikkan seorang Adel juga tidaklah kurang, bibir tipisnya yang sangat menggoda niat Stuart untuk sekedar mencobanya. Rambut yang ingin di acak acak oleh Stuart, di cepol tinggi dan beberapa helai di pinggiran pipi Adel menambah kesan imutnya.
"Sekali kamu jadi milik aku.. Maka selamanya kamu akan jadi milik Aku Adel.. Aku cinta kamu.." Stuart sangat yakin dengan perasaannya.
Bisma yang di anggapnya tak bisa apa apa itu adalah batu loncatannya saja. Dengan alasan itu Stuart yakin Ia akan mendapatkan Adelnya.
***
"Kamu liat kan.. Dia sangat cantik.."
__ADS_1
Stuart...