
Bisma memegangi lehernya,meraba jakunnya.
"Aku juga gak tahu kenapa dulu aku bis begitu.. Papa bawa aku berobat ke mana mana.. Hasilnya tetap sama, aku gak bisa di obati.."
Hati Adel terenyuh melihat air di pelupuk mata Bisma.
"Bisma.." Adel mengusap air itu.
"Makasih Del.." Bisma menatap Adel.
"Del.. Kalau aku bisu, apa kamu mau jadi istri aku.. Maksudnya.. Kalau dulu aku tetap bisu dan gak bisa bicara, apa kamu mau jadi istri aku..? Mungkin kalau aku masih bisu, aku laki laki normal.." asumsi Bisma.
"Kamu begini pun aku mau jadi istri kamu.. Aku gak masalah tuh.. Kamu bisu atau bisa bicara, kamu normal atau gak normal, aku tetap mau jadi istri kamu.. Bukan juga masalah uang yang tiap bulan kamu kasih ke aku, tapi itu sudah aku anggap nafkah dari kamu.. Aku juga senang kerjakan pekerjaan rumah seperti seorang istri pada umumnya."
Adel menoleh pada Bisma yang terus menatapnya. "Aku tetap mau jadi istri kamu.. Kalau memang kita jodoh.. Gak akan kemana dan gak akan lepas... Mau kamu normal, bisu, sakit.. Kamu akan tetap jadi suami aku.."
"Ya semoga aja kita memang jodoh.." Tak terasa satu tetas air mata Bisma jatuh di pipinya.
"Ck.." Adel dengan cepat mengusapnya. Menghilangkan jejak air mata itu.
"Aku cengeng ya.." Bisma mengucek kedua matanya.
__ADS_1
"Bukan cengeng, tapi manja.." Adel menarik Bisma agar bersandar padanya.
"Adel.." Bisma tak menolak yang Adel lakukan padanya.
"Ini informasih tambahan untuk Hery.. Aku yakin Hery membutuhkannya." Sepertinya Adel dan Hery merencanakan sesuatu untuk kesembuhan Bisma.
**
"Mereka bermesraan..?" Stuart mengepalkan tangannya.
"Ck.. Sudah aku bilang.." Albert malah meledeknya.
**
Bisma melakukan pemeriksaan selama kurang lebih satu jam lamanya. Adel senantiasa bersamanya. Menenangkannya bila Bisma tegang tiba tiba.
"Heemmm jadi itu yang kamu rasakan..? Apa nyonya Adel pernah coba membantu..?"
"Hah..?" Adel dan Bisma bersamaan.
"Maksudnya..?" Adel masih belum mengerti.
__ADS_1
"Oke nanti aku jelaskan ya.."
Setelah semuanya selesai, Dona memanggil Adel sendiri untuk menemuinya.
"Adel.. Aku tahu dari Hery kalau pernikahan kalian ini hanya.. Ya kalian juga tahu. Tapi melihat kamu yang begitu yakin Bisma akan kembali normal, aku yakin kamu punya rasa yang lain untuk Bisma, benar kan..?" Adel gelabakan mencari jawaban.
"Eemmm itu.. Aku kan istrinya, aku tentu gak mau dia gitu.. Jadi aku.. Dukung dia dalam pengobatan ini.." Alasan Adel.
"Iya aku tahu.. Karna kamu istrinyalah kamu punya hak untuk Bisma. Kamu boleh mendekatinya. Aku liat dari penjelasan Bisma tadi, dia tiba tiba punya rasa aneh itu, adalah rasa ingin.. Rasa ingin yang baru ia rasa, dia belum pernah rasakan itu. Aku harap kamu bisa bantu dia untuk kembangkan rasa itu.. Misalnya tampil cantik, godai dia layaknya seorang istri.. Eemm ya begitu paham kan..?" Dona mengedipkan matanya pada Adel.
"Layaknya Istri..?" Adel melongo.
"Bisma bisa merasakan itu, mungkin saja kan pas kamu godain dia.. Dia pengen dan berubah.. Alangkah bagusnya.. Kamu kan istrinya, dia berhak atas kamu dan kamu berhak atas dia.. Jangan sampai dia cari pelampiasan lainnya." Dona mengingatkan.
"Bisma.. Mau..? Gak mungkin.. Aku dari dulu sama Bisma itu. Dia gak punya rasa Pengen Sama aku.. Waktu baru nikah, pas malam pertama, aku susah buka baju pengantin aku, dia bantu dan baju itu robek.. Bukan cuma baju aku aja, tapi br* aku juga robek dan kasih liat.." Adel memegangi dadanya.
"Dia gak tertarik sama sekali kayak laki laki.. Pernah juga, aku mandi di kolam renang.. Aku kira cuma aku aja, jadi semua pakaian aku itu sksi.. Ternyata ada Bisma.. Di liatin aku dari aras sampai bawah, dan sama aja kok.. Dia gak tertarik.." Cerita Adel.
"Mungkin pas itu dia belum rasakan yang seperti dia rasakan sekarang. Itu yang harus kamu perjuangkan bukan? Kamu mau dia jadi laki laki sepenuhnya kan.. Mencintai wanita, bisa menjaga wanita, memiliki rasa cinta pada lawan jenisnya, dan hubungan s*k yang bagus juga.. Cobalah Adel.. Gak ada yang lebih baik dari kamu istrinya.. Dia pasti punya rasa sama kamu entah kamu sadar atau gak, karna Bisma yang rasa sendiri.
Adel..
__ADS_1