
Pukul 9 waktu Jerman, Hery dan rombongannya sudah tiba di rumah sakit tempat Merry di rawat.
Olin memijit mijit jari jarinya, gugup bercampur senang juga bisa bertemu langsung dengan sang Ibu yang melahirkannya.
"Eemm kak, kakak, Olin tunggu di luar aja ya.."
Ketika Hery akan mendorong pintu kamar rawat Merry, di tahan Olin dengan ucapannya.
"Ayolah Olin.. Gak apa apa.. Ada kakak kakak kamu di sini.." Bisma merangkul Olin gemas.
"Bukan gitu kak, nanti Mama kaget liat Olin gimana.. Nanti Mama marah gimana, nanti Mama?" Olin akhirnya mengatakan ketakutannya sejak berangkat tadi.
"Eemmm ya udah Olin sama aku tunggu di luar, kalian masuk aja duluan, kalau Mama sudah siap, panggil aja kami berdua.. Aku ngerti keadaan Olin" Adel mengelus rambut Olin lembut. Sepertinya Adel sangat mengerti apa yang sedang di rasakan gadis muda itu.
"Heemmm oke lah.. Yukk Her, Ren" ajak Bisma.
"Titip Olin dulu ya sayang, nanti aku panggil masuk." Bisma berpesan pada Adel.
"Tenang aja"
"Selamat pagi Mama sayang" Sapa Hery terlebih dahulu memasukki ruangan Merry.
"Oowwwww anak anak Mama, aahh cucu grandma.." Antusias Merry.
"Ya ampun kangen banget.. I love you.." secara bergantian Merry mengecup Baby Alf dan Elf.
"Ehh mana menantu Mama yang satunya lagi.. Rena aja.. Adel mana Bisma?" Merry mengabsen kedua menantunya.
"Adel ah ada yang dia ambil ke mobil Ma" Jawab Bisma. Jika berbohong, Bisma jagonya.
__ADS_1
"Kenapa kamu gak temani Adel, Bisma?" Bentak Merry.
"Hehehehe.. Jangan marah marah Ma.. Mama gimana keadaannya..?" Bisma mengalihkan pembicaraan.
"Mama udah baik baik aja kok, tadi pagi pagi banget ada dokter temui Mama, katanya Mama udah boleh pulang sayang" Merry mengelus lengan Hery dan Bisma bersamaan.
"Glenma udah boleh main sama Elf?" Si manja Elf bercicit manis.
"Iya sayang Grandma mau banget.." Merry memanjakan kedua cucunya.
Basa basi antara Hery, Bisma dan Rena pun di mulai, di tambah lagi ocehan manis Alf dan Elf yang bergantian, atau kadang bertengkar kecil dalam perdebatan mereka sendiri.
Hery rasa ini sudah saat yang tepat.
"Ma.. Sebenarnya, kami ke sini gak sendiri juga, ada yang mau jenguk Mama juga ke sini" Ucap Hery memulai pembicaraan ini.
"Oh ya..? Tapi yang ini bukan Ny. Letta. Tapi.." Bisma ikut menimpali tapi tak kuasa menlanjutkan, di tatapnya wajah Hery.
"Masuklah Adel.." panggil Bisma lagi.
Ceklek..
Pintu ruanga perawatan Merry di buka dari luar. Merry mengernyitkan keningnya melihat Adel dan seseorang di belakangnya.
"Hei.. Adel sayang.. Eemm siapa di belakang kamu?" Merry tentu langsung penasaran.
"Ini...". Adel menoleh ke belakang, mengisyaratkan sudah siap.
"Olin.." Adel langsung sedikit bergeser agar Olin menampakkan dirinya pada Merry.
__ADS_1
Olin tidak mengangkat wajahnya, ia hanya tertunduk malu di hadapan Mamanya selama ini yang ia cari.
"Hai Olin.. Hm nama yang bagus.." Merry tersenyum manis.
"Olin.. Angkat wajahmu" Imbuh Hery.
"Iya Olin.. Bibi mau liat wajah cantik kamu sayang" Tambah Merry membujuk Olin.
"Mama, aku anakku..!" Hati Olin bergemuruh.
"Olin" panggil Bisma lembut.
Perlahan tapi pasti Olin mengangkat wajahnya. Menyeka sedikit rambut yang menghalangi wajahnya.
Deggghhhh..
Mata Merry membulat. Seakan dunianya berhenti berputar. Sangat sukar Merry mencoba menelan saliva.
Olin juga menatap wanita cantik yang bersandar di sandaran dipannya.
"Kamu..?" Ucapan Merry tercekat.
"Mama" Panggil Hery pelan.
"Hery.. Bisma.. Mama.. Ini dia.. Kenapa.. Dia.. Mama mirip..?" Hati Merry bergemuruh melihat wajah yang sedang ia tatap ini.
Olin...
Mulai sekarang author lanjut lagi ya, meski hanya satu bab satu hari.. Maafkanlah..
__ADS_1