
"Pyuhhh ini sangat menyenangkan Roy.." Eyang menyenggol Roy.
Serangkaian olah raga mereka sudab selesai. Mereka hanya duduk dan bersantai melakukan pendinginan di halaman yang luas ini.
"Eyang senang benget hari ini kita bertiga bisa olah raga bareng.. Semoga hari hari berikutnya kita bisa gini lagi.." Eyang mengelapi keringatnya.
"Baguslah kalau Eyang suka.." Nur memberikan air minum pada Roy.
Roy menerimannya dan menimun sedikit. Nur mengambil lagi botol air minumĀ Gyff ia berikan pada Roy dan meminum air dari botol itu. Otomatisi ia bergantian bibir dengan Roy.
Roy hanya mampu menggelengkan kepalanya, melihat kenakalan Nur yang tak ada habisnya.
***
Keran air di kamar mandi menyala. Roy menikmati air yang menghujaninya.
Setelah olah raga dan pendingan yang cukup, Roy memilih untuk membersihkan diri dari keringat yang di ciptakan dari kegiatan olah raganya tadi.
"Aaaauuu.." suara seseorang dari belakang tubuh Roy bersuara.
"Nur..?" Roy benar benar terkejut.
"Kamu ngapain di sini..? Aku lagi mandi Loooooo..." Roy menutupi bawahnya karna ia yakin Nur pasti mengincar yang itu.
"Ayolah Roy.. Kita kan suami istri mandi bersama itu di Sunahkan looo.. Ayo.." Nur malah bergabung bersama Roy di bawah kucuran Shower.
"Nur.. Pergi sana.. Ini belum malam.." Roy mendorong Nur.
"Sayang ku Roy.. Hari ini cuaca di perkirakan bagus looo di Jerman, fasilitas di Jerman juga akan segera aktif seperti biasanya, listrik, jaringan, dan semuanya.. Kayaknya Debora mau telpon.. Apa kamu gak ingat perjanjiannya..?" Nur sudah membaca berita tadi pagi.
Nur mendekati Roy. "Ayolah.. Sebentar lagi Debora pasti pulang.. Aku mau habiskan waktu waktu ini sama kamu.. Apa kamu juga gak mau..?" Nur menarik tangan Roy agar menyentuh asetnya.
"Tadi malam sudah.. Robek nanti.." Ledek Roy.
"Roy.. Ini itu di ciptakan elastis kok.. Gak akan robek.." Nur mengoyang goyangkan tubuh Roy.
"Nur.. Nanti aku masih mandi.." Alasan Roy.
"Yang nanti ya buat nanti juga.. Yang sekarang harus sekarang.." Roy lengah dan Nur berhasil mendapatkan mangsanya.
"Aaahhh sstt.. Nur.. Pelan pelan.." Roy mengerang.
***
03.45 Jerman
Debora tidak tenang dalam tidurnya. Ia terus membayangkan Roy dan Nur bersama dan melakukannya lagi lagi dan lagi.
"Isssshh otak Ini.." Debora menggelengkan kepalanya.
Badai masih terjadi di luar. Debora belum mendapat kabar kalau cuacanya akan membaik. Setidaknya kalau ia tidak bisa pulang, ia bisa menelpon Roy di Indonesia. Tapi karna badai ini, jangankan pulang, menelpon saja tidak bisa. Satu batang sinyal pun tak ada di ponselnya.
"Haaaahh.." Debora menghela nafasnya mencari ketenangan.
__ADS_1
***
"Aku suka badai ini.. Sangat suka.." Hery bermanja manja pada Rena di dadanya.
"Ya kamu suka kan.. Lama gak akan pulang ke Indonesia, lama gak kerja,.."
"Bisa main main sama Istri di ranjang.. Cepat produksi lagi. Somoga jadi secepatnya.." Hery sudah main potong saja ucapan Rena.
"Ya.. Untuk suami aku apa sih yang gak.." Rena sangat memanjakan Hery di peluknya.
Dan yang seperti kita lihat, Hery semakin buka bukaan dalam ucapannya pada Rena. Terkadang sangat terbuka, tapi untuk sementara ucapan itu hanya di sekitar mereka berdua saja, jika di luar kamar maka kembali menjadi Hery yang berkarisma dan juga stay cool.
***
"Aaaaa.. Kamu curang Ma.."
"Eeehh mana ada.. Kamu yang payah main.." Bisma mengelak.
"Issshh Bisma masa sama perempuan gak mau ngalah.." Adel merajuk.
"Eehh gak ya.. Ayo coba kita ulang lagi.." Adel dan Bisma sedang bermain video game di tablet yang Bisma miliki.
"Iissshh tu kan.. Bisma.."
Keduanya sedang menghabiskan waktu malam ini dengan barmain. Keduanya tak tampak seperti suami istri, lebih terlihat seperti kakak beradik yang sama sama nakalnya.
Mereka menghabiskan malam, bahkan subuh ini dengan bersenang senang. Adel, Hery dan Rena terbiasa dengan waktu di tanah air. Bisma ia menemani Adel yang tak bisa tidur.
Mereka tidur sebelum malam tiba sepenuhnya, dan bangun saat subuh. Seperti itu setiap harinya di sini.
***
"Roy.." Nur tiba tiba berbalik.
"Apa lagi..?" Roy menjawab dengan lesu.
"I Love You.." Nur mengucapkannya sambil tertawa.
Setelah itu Nur meninggalkan kamar Roy dan Debora. Mereka hanya meminjam kamar mandi saja untuk permainan panas mereka.
Meski awalnya Roy menolak berkali kali tapi jika Nur sudah beraksi dengan lidahnya. Maka Roy hanya bisa mendesah dan merengang.
"Sial.." Roy meremas rambutnya.
"Kenapa aku terbuai terus.. Cih.." Roy takut ia akan kecanduan dengan pelayanan Nur dan meminta lagi lagi dan lagi. Bila Roy jujur, pelayanan Nur memanglah nikmat. Tapi rasa cinta yang Roy miliki hanya untuk Debora seorang. Untuk Nur, Roy tak memiliki rasa apa apa.
***
"Hari ini juga bandara di tutup. Belum ada pesawat yang berani melakukan penerbangan.." Bisma baru mendapat kabar dari temannya yang bekerja di bandara.
"Haaahh gak apa Bisma. Aku masih betah di sini kok.." bohongnya.
"Debora aku tahu.. Kamu Khawatir sama Roy dan Nur di rumah.. Makanya nanti kalau penerbangan sudah aktif lagi secepatnya kita pulang.." Rena berjanji.
__ADS_1
"Ya Rena makasih.. Ya setidaknya jaringan ini.." Debora melihat ponselnya yang seperti tidak ada gunannya tanpa jaringan.
"Eeemm memangnya belum bisa, tadi aku bisa.." Bisma melihat ponselnya.
"Ya kamu kan telpon di dalam negara, bukan luar negara. Debora mau coba telpon ke Indonesia, tapi belum bisa. Kalau di dalam negara ini juga bisa, kayak kamu dan teman kamu itu.." Sahut Hery lagi.
"Oohhh ya ya.." Bisma mengangguk baru sadar.
"Sabar ya Debora.." Rena menyemangati Debora.
"Ya Ren.. Aku sabar kok.. Eeemm jaringan ini.." Debora sangat gemas.
***
"Debora belum ada menghubungi.. Eeemm waktu yang pas.." Nur keluar dari kamarnya.
"Roy.." Nur masuk lagi dalam kamar Roy.
"Kamu mau apa lagi..?" Roy sedang menatap laptopnya sudah hafal dengan panggilan tiba tiba ini.
"Roy.. Aku boleh masuk..?" Padahal ia sudah masuk kec dalam kamar Roy.
"Kamu mau apa lagi..?" Roy sudah lelah menghadapi Nur.
"Apa kamu kurang puas yang tadi.. Aku aja looo masih capek ni.." Roy bersandar di sofanya.
"Aku cuma mau temani kamu kok.." Nur langsung duduk di samping Roy.
"Ini pekerjaan dari Hery..? Ada sudah ada jaringan di Jerman.. Tapi kok Debora belum kasih kabar..?" Nur membaca Email yang sedang di baca Roy.
"Ini Email dari Hery satu hari yang lalu. Dk sana kan gak ada libur jadi dia sempat kirimkan Email ini.." Roy menjelaskan.
"Oohhh" Nur malah bersandar di bahu Roy.
"Nur.." Roy menggoyangkan bahunya.
"Aku cuma mau nyandar nyandar kok.." Nur memeluk Pinggang Roy.
"Ini tangan.." Roy sangat terganggu.
"Aku sayang kamu.." Bisik Nur.
"Sudah.. Sudah berkali kali aku dengar itu.." Roy tak peduli.
***
"Yeeeyy ada Jaringan.." Debora kegirangan mendapat jaringan.
"Eeehh apa ini...?" Debora mendapat pesan singkat.
"Ini..?"
Debora membulatkan matanya.
__ADS_1
Debora..