AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 172


__ADS_3

Rena menganggukan kepalanya.


"Beberapa hari yang lalu.."


Flashbakc on..


Debora keluar dari rumah mencari ketenangan di luar. Ini kejadian sebelum badai dan ketidak tenangan Debora akan Roy dan Nur di sana.


Debora melihat Hery sedang bersama Baby Elf.. Dan baby Alf sepertinya sedang bersama Bisma.


Debora pun ingin bergabung dengan mereka.


"Eeem Debora bisa gendong baby Elf dulu aku mau ke toilet.." Pinta Hery.


"Iya sini aku memang mau main dulu sama baby Elf.." Debora sangat senang.


"Hai Elf.." Debora memainkan pipi baby Elf.


"Eehh ini..?" Debora melihar sesuatu di atas bibir Baby Elf. Memang masih kecil tapi karna kulit cerah yang di miliki Baby Elf membuat tahi lalat yang ia miliki terlihat jelas.


"Kamu mirip Papa Hery ya.." Debora menoel hidung kecil itu.


Tiba tiba terlintas di pikiran Debora, hubungan Roy da Rena dulu. Apa Alf dan Elf adalah hasiknya. Melihat dari kembarnya baby Alf dan Elf, Debora percaya kalau ini adalah anak Roy dan Rena.


Tapi semua anggapan itu berubah ketika Hery sudah kembali dari toilet. Debora mulai menyamakan wajah baby Elf dengan Hery. Berkali kali Debora melirik Hery lalu memindahkan padanngannya cepat ke baby Elf.


"Kenapa kamu sangat Mirip Hery..?" tiba tiba ada pertanyaan besar di dalam otak Debora.


Flashback off.


"Gitu Ren.. Aku kok kalau liat baby Elf itu malah mirip Hery.. Kalau baby Alf kan mirip banget kamu.. Tapi baby Elf mirip Hery. Aku kira Alf dan Elf adalah anak kamu dan.." Debora tak melanjutkan ucapannya karna Rena meletakan satu jari telunjuknya di bibir Debora.


"Ya.. Yang kamu bilang itu betul.. Elf mirip Hery sepenuhnya. Bahkan tahi lalat imutnya itu juga ada di Elf. Debora.. Aku.. Malu.." Rena menatap Debora takut takut.


"Rena..?" Debora di buat semakin penasaran.


"Apa yang lebih buruk dari perselingkuhan aku sama John Rena.. Aku dan John bahkan gak ada malunya pake ranjang Roy untuk bercinta.." Debora mengingatkan masa lalunya.


"Debora.." Rena menarik nafasnya dalam dalam.


"Alf dan Elf memang anak Hery.."


Dunia Debora seakan terhenti mendengarnya.


"Maksud kamu.. Alf dan Elf bukan anak kamu dan Roy..?" Debora mengulangi pertanyaannya.

__ADS_1


"Ya.. Alf dan Elf anak Hery sepenuhnya.." Debora menggenggam tangan Rena.


"Bagaiamana bisa kamu dan Hery..?" Debora tidak bisa menyambungkan semua fakta mengejutkan ini.


"Malam itu.."


Rena mulai menceritakan cerita yang pernah Hery ceritakan padanya. Semuanya ia katakan sejujur jujurnya pada Debora. Debora kadang menutup mulutnya tak percaya dengan cerita Rena.


"Dan beberapa waktu lalu aku tes DNA baby Alf dan Elf, DNA aku dan Roy gak cocok, aku pusing, aku stres pikirnya Debora.. Mereka anak siapa.. Aku gak tahu.. Aku frustasi banget waktu itu. Hery gak tahan liat aku gitu. Jadi untuk tenangin aku, dia tes DNAnya. Dan dia cocok seratus Persen sama Baby Alf dan Baby Elf. Dia Papa kandungnya.. Aku sampai nangis nangis satu hari itu.. Dan ya.. Aku harus tepati janji aku sama Hery.. Yaitu punya baby lagi.." Rena malu malu mangatakannya.


"Kamu gak bohong kan Ren..?" Debora menangis juga.


"Ya gak lah.. Nanti kalau kita sudah pulang aku perlihatkan hasil tesnya Hery dan Baby Alf dan Elf.." Rena memegangi bahu Debora.


"Rena.." Debora langsung memeluk Rena.


"Aku kira selama ini.. Alf dan Elf.. Rena.. Aku menyayangimu.." Debora menangis sambil tertawa sekaligus.


"Debora aku kira kamu akan marah.." Rena terkejut dengan reaksi Debora.


"Selama ini aku kira Alf dan Elf adalah anak Roy.. Aku dan anakku bukan apa apa untuk Roy. Roy pasti akan sangat mencintai Alf dan Elf. Tapi.. Aku senang tahu kalau sekarang.. Cuma anak yang aki kandung ini adalah anak Roy satu satunya.." Debora mengelus perutnya.


"Ya Debora.. Makanya aku bilang.. Jaga kandungan kamu baik baik, jaga kesehatan kamu dan Babynya. Karna kalian berdua adalah harta terindah untuk Roy.." Rena mengusap pipi Debora.


"Tapi.." Tiba tiba Debora teringat sesuatu.


"Ada yang mau aku ceritakan lagi sama kamu.." Debora mulai menceritakan keluh kesahnya lagi.


Sangat panjang kali lebar dan Rena siap mendengarkannya.


"Debora.. Aku punya rencana untuk itu.." Rena menganggukkan kepalanya. Debora setuju.


"Aku juga akan minta tolong Hery secepatnya.. Kamu tenang aja ya.." sekarang yang paling di percaya Debora hanyalah Rena. Debora setuju dan siap mengikuti langkah langkah selanjutnya yang Rena dan Hery persiapkan.


***


"Besok kita sudah bisa pulang. Jadi hari ini carilah apa pun yang kalian inginkan. Untuk oleh oleh misalnya.." Hery, Rena, dan Debora sedang berada di mall terbesar dab tercanggih di Jerman.


"Aku mau cari sesuatu.. Eemm.." Debora membisikkan sesuatu di telinga Rena.


"Heeemm boleh juga itu.. Ayo.." Rena dan Debora langsung saja pergi meninggalkan Hery di belakang mereka.


"Hei.. Tunggu aku lah.." Hery terpaksa berlari untuk mengejar mereka berdua.


"Ini.." Debora dan Rena memperlihatkan benda yang ingin mereka beli.

__ADS_1


"Ini.." Hery melihat dan mencari tahu kelemahan dan kelebihan benda itu.


"Eeemm ini cukup bagus, gambarnya juga nanti cerah dan suaranya jernih.." Penilaian Hery.


"Ya kami beli 5.." Rena dan Debora bersamaan.


"Sebanyak itu..?" Hery menggelengkan kepalanya.


"Okelah apa lagi.." Hery hari ini siap menjadi budak dari istrinya sendiri. Tentu tidak gratis, pasti ada keuntungannya untuk Hery.


***


Ini sudah jam malam di Indonesia. Roy dag dig dug saat mula memasuki kamar Nur.


"Ohhh mataku.. Apa bisa aku berjalan dengan mata tertutup...?" Gumam Roy saat membuka pintu kamar.


Tidak ada siapa pun di kamar Nur. Sama sekali tidak terlihat keberadan Nur.


"Kemana dia..?" Roy meneliti kamar itu.


"Gak ada syukurlah.." Roy segera berbaring di tempat tidur.


Karna ini masih jam 8 malam. Tidak ada rasa kantuk yang Roy rasakan, beruntungnya Nur tidak ada di kamar dan meresahakan Roy.


Karna bosan, Roy membuka ponselnya. Ia menonton video video singkat yang ada di salah satu aplikasi. Awalnya Roy menonton video video yang normal normal saja, mulai dari komedi, film film, tutorial, dan tak sengajalah tiba giliran video wanita cantik memamerkan lekuk tubuh.


Awalnya ragu ragu, tapi lama kelamaan Roy menyukainya. Apalagi video itu sangat sesuai dengan suondnya. Terdengar menggoda dan video pas dengan suondnya juga. Senyum bahagia seorang laki laki timbul di sudut bibir Roy.


"Kalau suka yang kayak gitu kok gak bilang bilang..?" Nur tiba tiba sudah ada di hadapan Roy.


"Nur kamu.." Roy langsung mematikan ponselnya.


"Kamu suka liat videonya padahal kamu bisa lang praktek.." Nur berdiri tegak di samping Roy yang berbaring di tempat tidur.


"Bukanya gitu.." Roy berusaha menolak tuduhan Nur.


"Kalau mau itu bilang aja, aku juga pintar kok kayak gitu.. Mau liat..?" Tawar Nur.


"Gak Tertarik.." Roy menggeleng.


"Ayolah nonton sekali aja Livenya dari aku.. Di depan mata lagi.." tangan Nur mulai nakal di dada Roy.


"Ohh ya.." Roy pura pura peduli.


"Aku jamin kamu lebih suka yang Live dari pada pengulangan.." Nur mengedipkan matanya.

__ADS_1


Roy..


Off dulu say.. Aduh kok makin panas ya.. Eemm itu tadi Debora mau ngapain sih sama Rena..?


__ADS_2