AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 334


__ADS_3

"Hah...?" Rena dan kedua anaknya bersamaan.


"Hahahahahahahaahahaaaa.." Hery menggendong Elf dan membawanya ketempat tidur bersama Rena dan Alf.


"Sekarang waktunya kalian tidur siang.. Ayo tidur sama Mama dan Papa ya.." cup Cup.. Hery mengecup pipi kedua putra putrinya.


"Kami sayang Papa dan Mama" Alf dan Elf bersamaan.


Sangat harmonis, itulah keluarga kecil Hery. Rasanya ia sangat betuntung memiliki anak, istri dan satu lagi calon bayinya. Tidak ada yang bisa menandingi kenyamanan ini.


.


.


.


.


Deru mobil berhenti di depan rumah Hery. Hery dan Rena bisa menebak siapa yang datang sore sore begini.


"Aunty..." Sapa Alf dan Elf bersamaan.


"Hai sayang.." Debora memeluk Alf dan Elf.


"Hai Twins...." sapa Dion juga dari belakang Debora.


"Hai Uncle.."


Rena menatap Debora dengan tatapan menggodai Debora yang tengah berbunga bunga.


"Ck.." Debora sudah tahu ia akan mendaoat tatapan itu dari Rena.


"Apa kamu baik baik aja..? Dion jaga kamu dengan baik'kan..? Semalam Dion chat Hery. Dia bilang kamu bermalam di rumah dia.." Serangkaian pertanyaan Rena.

__ADS_1


"Aku bisa jaga dia dengan baik kok Ren.." Sahut Dion merasa tidak di percayai Rena.


"Ck.." Debora berdecak.


"Aku baik baik aja kok.. Dion jaga aku dengan baik.. Kamu gak perlu khawatir.." Debora memegangi bahu Rena.


"Hmmmmm baguslah.." Rena turut senang.


"Bagaimana keadaan Bisma Her..?" Dion milih bergabung dengan Hery yang sedang menemani Alf dan Elf makan buah.


"Ya.. Dia sudah baik baik aja.. Tadi pagi, kami berempat pulang dari rumahnya. Syukurlah mereka berdua bisa mengatasi masalalu itu. Aku benar benar salut sama Adel.." Cerita Hery.


"Hmmm... Stuart ya..?" Hery mengangguk. Dion memicingkan matanya.


"Kayaknya kalau gak salah Stuart Leonir, dia itu seorang penyintas Indo dan Jermani.. Dia bisa membantu orang ysng ingin ke Jerman dengan cepat dan bagitu pula sebaliknya. Aku beberapa kali bertemu dengan dia di salah satu Eskpor, dan karena aku perlu akses cepat, maka aku pakai jasanya." Ucap Dion. Setelahnya, Dion menoleh pada Debora yang berada tak jauh dari mereka.


Debora seolah memberikan tatapan tak suka ketika mendengar kata luar negeri dari mulut Dion.


Melihat Dion juga menatapnya Debora segera pergi ke kamarnya. Dion merasa itu adalah kode untuknya.


Hery tentu tersenyum miring pada Dion. Hery menyentuh bahu Dion.


"Berjuanglah.." Ternyata sebuah dukungan untuk Dion dari Hery.


Hery menoleh pada Rena yang berada di dekat mereka. Rena juga mengangguk setuju dengan yang di katakan Hery.


"Makasih.. Aku sudah berjuang cukup jauh kok.." Dion mengedipkan matanya.


.


.


.

__ADS_1


.


"Ehemmmm" Dion masuk ke kamar Debora tanpa mengetuk tapi hanya berdehem.


"Eeemmm" Jawab Debora juga.


"Sayang.." Panggian lembut Dion yang selalu merdu di telinga Debora.


Terlebih lagi karena suara merdu asli Dion membuat panggilan itu semakin indah.


"Apa..?" Kali ini Debora menjawab dengan kata.


"Kenapa.. Hmmm?" Dion mencium bau bau cemburu.


"Gak ada.."


"Yakin..?!" Dion memeluk perut buncit itu.


"Yakin.." jawab Debora ketus.


"Ck.. Sayang mau apa..?" Dion yakin ada yang di inginkan oleh pujaan hatinya.


"Gak ada.." Jawaban singkat yang selalu di keluarkan Debora.


"Ookeee.." Dion mengangguk paham tapi otak tetap berpikir


"Aku besok ke Inggris.. Ada urusan Ekspor aku di sana.. Kamu mau pesan sesuatu gitu.. Oleh oleh misalnya..?" Tawar Dion.


"Eeeemmmm" Mata Debora membulat mungkin akan terlepas mendengar tawaran Dion.


"Sayang.. Matanya jangan bolat gitu.. Nanti kayak bakso.." Kekeh Dion.


Debora..

__ADS_1


udah tiga bab untuk hari ini. nanti malam satu lagi deh. author kan sudah janji mulai selepas tgl 8 author up seperti biasa, 4 bab tiap hari, i love you Readerss...


__ADS_2