
"Oke sayang.. Tapi aku cuma jawab satu pertanyaan aja ya. Abis itu sisanya aku jawab di Bali nanti, karna sekarang kamu harus istirahat. Oke sayang.." Rena mengangguk paham.
"Oke.. Jelaskan, penyakit Papamu sampai beliau meninggal, apa nama asli yang di berikan Papa dan Mamamu? Kenapa kamu ganti? Eeeemm apa lagi ya..?" Rena mengetuk ngetuk tangan Hery.
"Sayang.. Aku kan bilang satu pertanyaan aja... Kok banyak..?" Hery tahu keingintahuan Rena sangat tinggi tapi Rena juga harus beristirahat dulu.
"Aaaa.. Jawablah Sayang.. Dikit aja itu.." Membalik fakta.
"Sayang satu aja, yang mana coba...?" Hery juga keras kepala.
"Huuhuuuhh.. Sayang ini gak asik, aku mau tahu semuanya... Masa di cicil..." Makin banyak protes.
"Sayang, kita masih punya banyak waktu, masih banyak yang bisa aki ceritakan, tapi tetap waktu istirahat tetap istirahat. Aku mau yang terbaik untuk anak aku.. Dan tetap, satu pertanyaan atau gak sama sekali... " Hery makin tegas.
"Haahh.. Oke satu aja, siapa nama asli Seorang Hery Krisnata?" Itu yang paling ingin di ketahui Rena.
"Yakin ingin tahu itu..?" Rena mengangguk.
"Aku kunci pertanyaan anda..?" Rena makin gemas pada Hery yang semakin mengulur waktu.
"Hery... Sayang...???" Rena melotot. Dan jari nakalnya mengarah ke pinggang.
"O'oke sayang oke.. Yang sekarang kamu tahu ini kan Hery Krisnata, ya itu memang betul. Tapi ada yang kurang. Nama Papa, Tirta Krisnata, Nama Mama Heny Kirana. Dan namaku..." Hery menoleh pada Rena. Rena sudah sangat tak sabar mendengarnya.
"Apa sayang..?" Rena menguncang guncang Hery.
"Hahaha ya sayang... Namaku.. Hery.." Masih dalam mode bercanda.
"Sayangggggggg.." Semakin mengguncang.
"Ya ya.. Namaku.. Hery Priamus Gunha Krisnata. Yang artinya. Pria yang bisa di andalkan dan berguna. Krisnata itu nama Papa. Terkesan biasa saja Krisnatanya makanya aku cuma pake Krisnata aja.. Priamus Gunha nya di hilangkan. Karna itu yang jadi lambang perusahaan. Terlalu nampak kalau ada di nama aku.." Jawab Hery agar menghilangkan rasa penasaran Rena sedikit menghilang.
"Tapi apa pekerja kamu yang lainnya gak tahu kalau kamu pemilik Perusahaan yang asli..?" Rena masih ingin tahu banyak.
"Kan cuma satu pertanyaan.." Rena bermanja manja di tangan Hery.
"Sayang ini cuma pertanyaan kecil aja.. Kok satu perusahaan kamu gak tahu kalau kamu anak pemilik perusahaan itu..?" Hery memijit keningnya.
__ADS_1
"Oke aku jawab.. Karna, yang mereka tahu aku bukan anak Tirta Krisnata. Sudah kan.. Nanti lanjut lagi ceritanya." Hery memeluk Rena dan mendengar jawaban Hery yang seperti itu Rena diam.
"Tidur sayang.. Nanti aku janji ceritain lagi. Tapi sekarang kita tidur ya.. Aku janji sayang..." Ucap Hery lalu ia mengecup kening Rena dengan lembut.
"Gak usah Sayang.. Aku dah gak mau tahu lagi.. Cukup aku tahu kamu sayang aku.." Rena dengan cepat keluar dari pelukkan Hery.
"Sayang kenapa..?" Hery merasa bersalah juga.
"Gak sayang gak usah.. Itu masa lalu kamu.. Aku gak mau buat kamu sedih." Rena menatap mata Hery dalam dalam. Ada kesedihan yang terpendam dalam mata Hery.
"Sayang aku janji bakal ceritain. Dan pasti aku ceritakan..." Hery sedih juga tak bisa berbagi sepenuhnya dengan Rena.
"Gak usah sayang.. Maaf aku tanya yang aneh... Aku tidur dulu.." Rena masuk dalam pelukan Hery dan diam.
Hery tak menyukainya karna Rena tak terlihat senang ataupun terihibur. Hery takut Babymoonya ini hanya akan membuat Rena sedih apalagi tak menyukainya. Serba salah juga tapi Rena sudah menjadi bagian dari hidupnya maka Hery tak ingin menyembunyikan apapun dari Rena.
"Sayang..??" Hery memanggil Rena tapi Rena tak menjawab.
Hery menghela nafasnya. Begitu banyak yang di hadapi Hery dalam kehidupan ini. Selama ini ia hanya membantu Roy dalam masalahnya tapi tak pernah ada yang tahu apa yang Hery alami dalam hidupnya.
Dia juga butuh teman untuk berbagi cerita hidupnya. Dan orang yang tepat untuk ia berbagi adalah Rena, teman hidup dan matinya.
"Sayang.. Kita sudah sampai.." Roy membangunkan Rena yang masih terlelap tidur di dalam peluknya.
"Eeem?" Rena membuka matanya.
"Selamat datang di Bali..." Hery mengecup Rena penuh kasih sayang.
"Eeemmm aku sayang kamu.." Rena memeluk Hery dengan Eratnya.
"Oowww sayangku ini.. Kenapa jadi manja gini..?" Hery mengelus punggung Rena.
"Kan aku memang manja.." Rena memejamkan matanya lagi di pelukan Hery.
"Sayang.. Ayo atau aku gendong.." Tawar Hery.
"Ya gendong aja.. Aku mau di manja manja.." Rena tak peduli apa yang akan di lakukan Hery padanya yang penting tetap bersama Hery.
__ADS_1
"Oke sayang.." Hery menggendong Rena dengan entengnya.
"Eeemm aku ringankah sayang..?" Rena membuka matanya dan hanya menatap Hery.
"Kamu berat atau pun ringan aku masih bisa angkat kok.." Hery sangat kuat.
Terlintas di ingatan Rena saat pertama kali bersama Hery di ranjang, tubuh indah Hery sangat menggoda. Dengan Otot otot di perut dan membuat pinggang Hery semakin indah di mata Rena.
"Yank.. Kok gigit bibir terus, pipinya merah juga...?" Hery tak tahu yang di bayangi Rena itu tentang dirinya.
"Gak apa apa.. Cuma tergoda sama kamu.." Hery mendelik mendengar istrinya mulai nakal setibanya di Bali. Tentu saja Hery juga paham maksud sang istri tercinta.
"Sayang tunggu di kamar ya..." Bisik Hery tapi Rena langsung saja memainkan dada Hery.
"Aah sayang.. Kita baru turun dari pesawat looo.." Hery mengingatkan.
"Iya lalu..?" masih terus memainkan dada suaminya. Bahkan mencari inti dadanya dari balik kemeja Hery.
"Oohhh sayang.. Nakalnya kamu.." Hery sangat tergoda.
"Ya.. Aku memang nakal sama kamu.." Rena mendapatkan intinya karna kini semakin mengembang.
"Sayang... Aku cinta kamu.." Hery mengecup Rena dengan sangat lembutnya tanpa memikirkan orang orang yang ada di depan mereka.
Untung saja orang orang yang ada di depan mereka ini adalah orang kepercayaan Hery. Maka tidak akan ada yang berani protes.
*
Hery dan Rena di bawa ke sebuah Vila yang ada di Bali.
Rena dari luar saja sudah terpukau dengan kecantikan Vila itu. Sangat asri dan banyak tanamam bunga bungaan.
"Kita nginap di sini..?" Rena menoleh pada Hery.
"Iya kita nginap di sini, apa kamu suka..?" Tak perlu di tanya sebenarnya karna sudah terlihat kalau Rena benar benar suka tempat ini.
"Iya, aku suka ini tempat yang bagus. Apalagi aku di temani suami tercinta.." Rena masih terus menggoda Hery.
__ADS_1
"Ya sayang.. Aku juga sangat beruntung bisa menghabiskan beberapa hari aku ini dengan istri yang nakal dan suka goda suami gini.." Hery mecubit ujung hidung Rena dengan pelan.
Off dulu ya.. Serukan.. Like dan Koment donk..