AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 150


__ADS_3

Flashback on


Hery seperti biasa pulang, ia di rumah di sambut oleh Mama Marrynya dan juga Kedua bayi kembarnya.


Rena dan Adel memasak di dapur bersama bibi. Bisma entah apa yang ia lakukan di kamarnya.


"Rena.. Ini suami kamu sudah pulang.." Panggil Marry pada Rena.


"Ya Ma..." Rena segera menemui Hery di ruang tengah.


"Sini aku bawakan.." Rena mengambil alih tas Hery dan membawanya ke kamar mereka.


Hery menyusul Rena dari belakang. Belum juga genap Rena satu bulan sejak melahirkan tapi jiwa laki laki Hery selalu datang dan ingin lebih dari Rena.


"Sayang.." Hery memeluk Rena dari belakang.


"Apa.. Eeemm.. Kenapa suami ku sayang..: Rena mengelus pipi Hery dengan mudaj karna Hery menaruh dagunya di bahu Rena.


"Aku kangen..." Hery mencari barang miliknya di Rena.


"Ooowwe sabar ya.." Rena mencium sesuatu di penciumannya.


"Apa sayang.. Aku gak bau looo.." Hery mencium bau tubuhnya sendiri.


"Sayang ini bukan parfum kamu.. Ini.. Ini parfum siapa..?" Rena langsung berubah drastis dari sayang sayang menjadi garang garang.


"Ini parfum baru aku di kantor sayang.. Aku baru beli pengharum ruangan baru di ruangan nah wanginya itu nempel di baju gini sayang.." Jelas Hery apa adanya.


"Iya kah.. Yakin.. Bukan wangi yang lain..?" Hery meras di buat terpojok oleh Rena.


"Bukan sayng ini wangi pengharum ruangan.. Besok aku bawa pulang deh pengharumnya biqr sayang juga cium sama kok wanginya sama yang ini. Ya aku simpan dulu baju ini ya.. Besok kita samakan.." Hery segera membuka bajunya dan menyimpan baju itu di dalam lemari.


"Mencurigakan..??" Rena menatap Hery penuh curiga.


"Sayang.." Hery berusaha memanjakan Rena.


"Sstt.. Sampe aku tahu itu wangi pengharum ruangan atau bukan kamu gak akan dapat jatah nutrisi.." Rena berlalu dan itu adalah hukuman terbesar untuk Hery.


"Sayang pukul aja aku, jangan jatah nutrisi aku.." Hery menyusul Rena ke dalam kamar mandi.


"Sssttt.. Aku mau mandi cepat aku pompa asi aku lagi.." Ucapnya lagi.


"Sayang jangan benda itu lagi.. Kasih aku aja.. Atau kasih Ald dan Elf aja langsung, jangan barang itu.." Hery memohon.

__ADS_1


"Iihhhh nih mandi.." Rena langsung menyiram Hery dengan air.


Setelahnya, Rena bersama yang lainnya makan malam bersama. Karna mereka bertambah anggota maka ramelah makan malam mereka, yaitu Adel, Adel menjadi anggota baru di rumah ini.(Nanti kita bahas oke..)


Tapi hanya Hery yang sepertinya kesepian. Ia makan dalam diam. Hanya memandangi Rena dan nutrisinya.


"Aku mau.." Hery tiba tiba bersuara.


"Kamu mau apa Her..?" Marry mendengar apa yang Hery ucapkan.


"Hah.. Aku mau daging itu.." Berusaha menyelamatkan dirinya.


Dan malamnya, Rena memompa asinyadan Hery hanya menatapnya. Sedangkan Baby Alf dan Baby Elf sudah tidur pulas setelah mendapat nutrisi dari ibunya. Dan hanya Hery yang tak kebagian nutrisi dari Rena.


"Sayang.. Sebelah aja ya.." Tawar Hery.


"Gak.." Jawab singkat dan Rena memasang lagi pompa asinya ke sebelah.


Maka galaulah Hery semalaman.


Itulah mengapa sekarang Hery tidak mengenakan Parfum apa pun. Hanya wangi pelicin pakaian atau pewangi konsentrat yang di pakaikan bibi dari rumah. Takut takut Rena tidak memberi jatah nutrisinya lagi padanya.


Flashback off


***


"Debora.." Roy langsung masuk kamar dan mengagetkan Debora yang tengah melamun entah apa yang ia pikirkan.


"Roy.." Debora langsung memeluk Roy dengan erat.


"Ya sayang.. Ini aku.. Aku datang ini mau jemput kamu.. Ayo cepat..." Roy langsung menenteng Debora.


"Roy mau kemana sama Debora.. Kok kamu keluar di jam kerja..?" Eyang melihat kedatangan Roy dan menanyakannya.


"Ada keperluan sama Debora Eyang nanti sore Roy pulang ya..." Eyang tak bisa bertanya lagi karna Roy dan Debora langsung berlalu dengan segera.


"Roy kita mau kemana...?" Debora langsung di bawa dengan Mobil Roy menjauh dari rumah.


"Ikut aja sayang.. Aku jamin kamu suka.." Roy lebih tenang kini Debora bersamanya.


"Roy tentang persetujuan kamu sama Nur itu.."


"Jangan bahas itu dulu sayang.. Aku mau fokus nyetir biar bisa cepat sampai.." Debora mengangguk membenarkan dan diam hanya mengikuti apa yang Roy katakan.

__ADS_1


"Kamu tenang aja, aku gak kalah pintar kok dari Nur.." sombongnya, padahal dapat ide ini dari Hery. Memang selalu Hery yang menjadi Hero.


"Ini dia..." Roy membawa Debora ke ruangan yang tak pernah Debora tahu kalau ada di ruangan Roy.


"Ini sangat luas.. Dan ini ada jendelanya langsung menghadap kota..." Debora terpukau dengan ruang rahasia ini.


"Sayang.. Kamu tahu kan permintaan Nur tentang pembagian waktu itu. Karna kami dapat jatah siang hari jadi aku pikir untuk bawa kamu ke sini.. Kalau aku kan gak banyak kerjaan jadi kita bisa nyaman nyaman di sini berdua..." Jelas Roy.


"Tapi bukanya ini ruangan CEO. Apa Hery gak keberatan..?" Debora melihat sekelilingnya.


"Ya malah ini sebenarnya ide Hery. Aku cuma laksanakan. Hery sarankan untuk aku bawa kamu ke kantor dan kalau aku sibuk kamu boleh tunggu di sini, kalau gak ya kita abiskan waktu berdua.. Hery juga gak keberatan, cuma ya kita dua juga yang harus sapu sapu ruangan ini karna cuma aku dan Hery yang tahu ruangan ini." Tutur Roy lagi.


Debora mengangguk paham. "Baguslah kalau gitu kan aku gak perlu takut kalau aku gak dapat waktu sama kamu..." Debora merasa lega.


"Sayang aku cinta kamu.." Roy rasa ini saatnya mengalirkan cinta pada Debora agar ada bauh hati untuk mereka.


***


Tak terasa waktu pulang tiba.


Hery sedang membuka mobilnya dn hendak masuk. Ia terhenti karna ada yang memanggilnya.


"Debora.. Ooo'hooo.. Roy langsung jemput kamu tadi ya.." Hery yakin itu pasti terjadi.


"Her.. Makasih ya sudah bolehkan aku dan Roy pakai ruangan itu.." Baru kali ini Hery mendengar ucapan terimakasih dari Debora padanya. Selama ini hanya kata kasar yang selalu di lontarkan Debora padanya.


"Aaahh sudah lah, aku gak perlu ruangan itu karna kamar aku dan Rena di rumah lebih luas lagi.." Hery tersenyum pada kedua pasangan ini.


***


Roy dan Debora dalam perjalanan pulang. Hari semakin sore akan petang. Debora meremas tangannya.


"Roy.. Aku mohon jangan tergoda sama Nur ya.. Dia itu licik.. Dan kayaknya dia pintar menggoda gitu.." Debora risau.


"Sayang kamu tenang aja, aku juga sudah keluarkan banyak sama kamu tadi.. Masa harus keluar lagi.. Aku juga lelah ini, pasti nanti langsuny tidur.." Roy meyakinkan Debora.


"Aku percaya sama kamu Roy.."


Roy meraih tangan Debora dan menggenggamnya.


"Aku cuma milik kamu sayang.." cup.. Tangan Debora Roy kecup dengan lembut.


Off dulu guys...

__ADS_1


Mampir lagi ya.. Tiap hari up kok, 2 bab langsung..


__ADS_2