
Roy tak bisa mengelak lagi. Nur merasa senang Debora sudah tahu yang sebenarnya. Dia tak perlu repot repot lagi untuk menyingkirkan Debora, karna Debora akan pergi dari hidup Roy tanpa di minta.
"Sudah cukup, aku gak kuat lagi.. Dengan semua bukti yang aku punya ini, aku yakin gak ada yang bisa nolak permintaan perceraian aku. Bahkan kamu sekalipun Roy.. Aku harap kamu juga ngerti, ini demi kabaikkan kita semua. Aku senang ada Nur yang gantiin aku untuk jadi istri kamu.. Sudahlah aku gak ada waktu urus kamu lagi, aku mau antar semua berkas ini. Makasih Hery.. Aku pergi dulu.." Debora langsung berlalu tanpa beban.
"Bisma..?" Debora melihat Bisma di sudut ruangan dan bergemetaran hebat.
"Hery. Ini Bisma kenapa..?" Hery berbalik dan melihat Bisma pucat pasi dan gemetar hebat.
"Bisma.." Hery mengguncang tubuh Bisma.
"Ayoo.. Ayooo.. Bangun.." Hery membawa Bisma segera keluar dari ruangan itu.
"Bisma..?" Adel lelah menunggu, ia menyusul Bisma ke ruangan Roy.
Adel melihat Bisma di papah Hery, wajah Bisma yang pucat pasi membuat Adel langsung panik.
"Bisma.. Kamu kenapa..?" Adel membantu Hery memapah Bisma.
"Kenapa Bisma..?" Adel bertanya pada Hery.
"Kamu bawa dia ke klinik di sebelah sana, aku ada urusan dulu.." Hery kembali ke ruangan Roy.
"Bisma ayo.. Pelan pelan ya.. Ayo aku di sini.." Adel mengusap punggung Bisma.
"Adel.." Lirih Bisma.
"Ya.. Ada aku.." Adel tersenyum manis pada Bisma seperti biasanya.
Hery masuk ke dalam ruangan Roy lagi. Roy sedang frustasi di sofa bersama Nur.
__ADS_1
Berkali kali Roy mengusap wajahnya kasar.
"Sudah kan.. Sekarang... Kamu tanggung jawab itu Sarah.. Bawa dia, obati dia. Aku harap kamu sadar yang kamu lakukan ini salah Roy. Berkali kali juga aku sudah ingatkan kamu... Tapi, ya sudahlah.. Cepat.. Bawa Sarah keluar dari kamar ini.." Hery keluar lagi dari kamar itu.
"Sudahlah Roy.. Ada aku Oke.." Nur berusaha mengghibur Roy.
Roy tak bergeming. Tak ada lata kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan Roy. saat ini.
***
Debora pulang setelah semua berkas berkasnya. Rena menyambutnya dengan pelukkan. Rena yakin itu yang di butuhkan Debora.
"Rena.." Tangis Debora pecah. Sekuat apa pun Debora di hadapan Roy dan Nur, ia pasti memiliki sisi lemahnya. Saat bersaa Rena semuanya ia keluarkan. Semua keluh kesahnya ia katakan.
"Ya.. Keluarkan semuanya Debora.. Aku ada di sini untuk mendengarkan.." Rena pernah mengalaminya juga, dan ini yang terbaik. Mengadu dalam tangisan bisa mengurangi rasa sakit hati.
***
"Bisma.. Apa sudah baik baik saja..?" Adel duduk di samping Bisma.
"Ya.. Makasih Del.." Meski begitu Bisma masih saja gemetaran.
Trauma berat yang di alami Bisma membuatnya seperti ini. Sebisa mungkin Adel merawat Bisma dulu, setelah semuanya baik baik saja, barulah Adel bisa membawa Bisma ke Psikiater.
"Bisma.. Kamu istirahat aja di kamar ya.." Adel menuntun Bisma ke kamar mereka.
"Ya.. Mungkin itu yang terbaik.." Bisma pura pura kuat.
Adel membaringkan Bisma perlahan di tempat tidur. Menyelimutinya dan menyalakan aroma terapi untuk Bisma.
__ADS_1
"Makasih Adel.." Bisma sangat lemas.
"Ya.. Kamu bobo dulu ya.. Aku buatkan bubur di dapur untuk kamu.. Kalau mau tidur tidur aja ya.." Adel dengan sisi lembutnya benar benar menghangatkan hati Bisma.
Adel keluar dari kamar, Bisma menutup matanya dan terlelap dengan cepat.
Beberapa menit berlalu, Adel sudah selesi membuatkan Bisma bubur.
"Semoga Bisma mau makan.."
Adel membawa bubur itu ke dalam kamar menghampiri Bisma.
"Jangan Buka.. Jangan.. Jangan kasian dia.. Jangan..." Bisma tidur tapi tidak tenang dan mengigau.
"Bisma..? Bisma.." Adel membangunkan Bisma. Suhu tubuh Bisma meningkat. Bisma demam tiba tiba.
"Halo.. Hery tolong Bisma makin parah, dia demam ini.." Adel segera mengabari Hery.
"Ya aku ke situ sekarang.." Hery bergegas ke rumah Bisma.
Adel masih tetap berusaha menyadarkan Bisma. Setelah beberapa kali memanggila dan mengguncangkan Bisma, barulah Bisma sadar, tapi tetap lemas.
"Bisma.. Yang mana yang sakit..? Ada yang sakit.. Aku di sini.." Adel menggenggam tangan Bisma.
Bisma...
Hai guys tanya jawab yok sama Author..
Makasih semua yang sudah suport author.. yang sudah komen, like dan favoritkan, maaf juga kalau kadang author banyak typonya.. Author juga seorang manusia biasa. Makasih yang selalu stay dan tunggu kelanjutan cerita ini. Ada koment yang bilang, ceritanya aneh dan sebagainya, apalagi tokoh tokoh pendampingnya itu kan seperti Roy. Ada yang kesal, ada yang marah, ada benci, ada yang bilang nyesal bacanya, menjjiikkan.. Yahh pokoknya buat emosilah.. Tapi Author ingatkan lagi.. Ini Novel, bukan buku pelajaran yang gak ada emosi di dalamnya. Bener gak..? Kalau buku IPA atau IPS, gak ada emosi di dalamnya, yang ada sejarah, peperangan, ilmu pengetahuan alam, biologi, dll, Novel itu berisikan Emosi, rasa yang sama dapat di rasakan pembaca, bukannya tanpa konflik, sakit hati, amarah, kalau gak ada itu semua, bukan novel namanya, kehidupan nyata aja ada konfli, ada masalah dalam hidup, ada amarahnya, coba author tanya, adakah yang kehidupannya gak ada kesulitan, gak ada masalah, semuanya aman aman aja.. Novel itu cermin kehidupan. Mencerminkan kehidupan seseorang. Itu baru betul sebuah Novel. Kalau novel itu cuma bahagia, bahagia dan bahagia, itu namanya monoton. pembaca juga pasti cepek bacanya, gak ada gregetnya.. mana enak toh.. Mana Seru..
__ADS_1
Ini Novel guys bukan buku pelajaran. Kenapa Author jahat banget?? Buat si Roy meraja rela.. Kenapa Deboranya yang kena sakitnya, author cuma ikuti masa, masa sekarang ini, jarang ada laki laki yang baik kayak di tokoh tokoh novel, banyak yang cuma manis di mulut tapi tindakkan lebih pahit dari pada empedu. Author cuma ingatkan, melalui tokoh Roy ini. Maaf kalau banyak yang tak berkenan dan sependapat dengan author. Tokoh Roy banyak memperlihatkan tingkah laku cowo cowo sekarang.. Author harap pembaca bisa mawas diri dalam memilih. Sekali lagi Authot minta maaf ya kalau tokoh Roynya kayak gitu dan gak cocok di pandangan pembaca. Setelah ini, Author usahakan Debora atau pun siapa pun gak ada yang ketemu sama Roy.
makasih sudah mau gabung baca dan dengar keluh kesah author. Apa ada yang sependapat sama Author..???