AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 227


__ADS_3

***


Hery memegangi dadanya, "Sayang tadi aku bicara..? Aku bilang apa aja ya..?" Hery dan Rena di ruangan Hery.


"Kamu bilang semuanya sayang.." Rena mengelus pipi Hery.


"Ya kah..?" Hery tak percaya.


"Iya.. Kamu hebat.." Rena mencibiti pipi Hery.


"Hah.. Rasa takut aku.." Hery memegangi dadanya.


"Ya sudah ini sudah sore.. Ayo kita pulang. Ayo kita jemput Alf dan Elf di sebelah.." Ajak Hery.


Keduanya tak datang sendiri. Ada Alf dan Elf berserta pengasuh mereka.


Rena mrnggendong Elf dan Hery sedang mengajak Alf untuk pulang. Alf sangat suka mainannya di kantor ini. Mau tak mau Hery menyimpun dulu mainan yang di inginkan Alf.


Bayi yang aktif berumur 10 bulan ini sudah bisa menyukai dan memilih mainan kesukaannya.

__ADS_1


"Waahh aku baru tahu looo kalau Tuan Hery itu adalaj CEO kita ya g sebenarnya, ya ampun.. Selama ini kita puji puji tuan Roy dan ternyata dia palsu, ck ck ck.. Harusnya dulu Lita sampaikan rasa cintanya sama Tuan Hery. Aku yakin Lita jadi nyonya Hery Krisnata.. Apalagi dulu Tuan Hery juga suka Lita. Aku jamin setelah tahu berita besar ini. Lita pasti balik minta kerja di sini lagi dan dekati tuan Hery.." Pembicaraan para pekerja dari ruangan yang tak jauh dari tempat Rena sedang berdiri kini.


"Iya.. Eehh tapi kan Tuan Hery udah punya anak istri.. Mana mau sama Lita."


"Eelleehh.. Lita itu sekarang lebih bening dari cewek mana pun aku yakin juga tuan Hery pasti balik cinta lagi sama Lita."


Mendengar itu membuat hati Rena tak tenang. Jiwa kecemburuannya melonjak.


"Ayo sayang.." Ajak Hery pada Rena yang termenung.


"Hery kamu sayang aku kan..?" Tiba tiba langsung bertanya.


"Kamu ini kenapa..? Pertanyaan macam apa itu.. Ya aku sayang kamu lah.." Hery merangkul Rena yang sedang menggendong baby Elf itu bersamanya dan Alf.


"Apa ini karna baby.." Hery mengelus perut Rena.


"Ya.. Ini dari baby.." Rena semakin menantang Hery agar mau mengikuti keinginannya.


"Oke.. Ayo.. Mau berapa kali..?" Di luar dugaan Hery malah makin menjadi jadikan rencana Rena itu.

__ADS_1


"Aahaa. Eemm barapa ya..? Karna anak kita akan tiga.. Jadi tiga kali juga.." Tawar Rena.


"Gak.. Yang aku cinta bukan cuma tiga.. Tapi empat.. Dengan Mamanya donk.." Hery langsung mengecup bibir Rena di saat pekerja yang tadi membicarakan Hery dan wanita lain tadi.


"Astaga.." Keduanga masuk lagi ke dalam ruangan mereka sebelum ketahuan melihat Bos besar mereka sedang bercumbu.


"Aku cinta kamu sayang.. Bukan cuma anak anak, kamu juga.." Hery mencolek hidung Rena lembut.


"Eeeemmaah.." Baby Elf seolah meledek Papa dan Mamanya.


"Eehh main tiru aja ya.. Elf.. Elf.." Hery menciumi Elf pula. Lalu Alf juga mendapat bagian.


"Ayo kita pulang.. Aunty Debora pasti sudah tunggu kita." Ajak Rena.


Hery mengangguk setuju. Mereka pasangan yang paling terindah, kasih sayang dan cinta Hery menyempurnakan segalanya.


***


"Roy kamu berhenti dari Perusahaan Hery..?" Eyang menyambut Roy pulang dengan pertanyaan.

__ADS_1


"Iya.. Aku minta berhenti.. Aku bukannya menjadi yang terbaik di sana malah aku ang jadi perusaknya dan pengganggunya.. Hery hampir aja kehilangan banyak mitra kerjanya karna kasus aku kemarin. Untung dia bisa handle semuanya dan gak ada yang berhenti untuk kerja sama dengan dia." Roy tak peduli lagi dengan ekspresi tak percaya Eyang.


Eyang..


__ADS_2