AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 183


__ADS_3

Rena menyadarinya dan menarik dagu Hery agar menatapnya.


Rena hanya menggunakan isyarat wajah menanyakan kenapa pada Hery. Hery menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya.


"Eeemm ya kalian cuci tangan dulu dan setelah itu kita makan bersama ya.." Ajak Rena.


"Oke.." Bisma sangat bersemangat.


Mereka malam ini makan malam bersama dan banyak hal yang mereka bicarakan, tapi tak seperti biasanya, Hery menjadi penuh diam dan hanya beberapa kali menjawab cerita Bisma atau Rena.


Roy dan Debora pulang begitu pula dengan Bisma dan Adel. Rena juga sudah selesai membereskan dapur karna ada pembantunya juga yang membantunya beres beres.


Rena segera naik ke kamarnya dam mencari Hery bersama si kembar.


"Sayang..?" Panggil Rena saat masuk ka dalam kamar.


"Ya..?" Hery sedang menemani Baby Alf dan Elf di tempat tidur.


"Ini rasa aku aja atau kamu ada yang beda malam ini...?" Rena langsung saja bertanya blak blakan pada Hery, karna ia tahu suami tercintanya itu tidak akan berbohong padanya.

__ADS_1


"Sayang.. Di kantor tadi..."


Flashback on...


"Ck.. Ini perlu Roy lagi.." Hery segera bangkit dari tempat duduknya dan mencari Roy di ruangannya.


"Roy..?" Hery masuk ruangan Roy tapi tak melihat siapa pun di ruangan itu.


"Di mana dia..?" Hery menyapu seluruh ruangan dan melihat kemeja Roy sudah tergeletak di lantai. Bukan hanya kemeja, ada sepatu tinggi wanita juga dan bahkan ada b*a wanita juga di lantai di dekat meja Roy.


"Ini punya siapa..? Apa Debora.. Tapi kata Rena tadi Debora di rumah sama dia masak masak.. Lagi pula Debora sekarang jarang pakai sepatu tinggi ini.. Jangan jangan.." Hery sudah menduga siapa pemilik barang itu.


Hery melirik ruangan yang terkunci rapat itu. Di meja Roy ada gelas yang sering di gunakan Roy untuk sekedar minum soda atau bir. Hery mengambilnya dan menempelkan di pintu tersembunyi kamar itu.


Itulah yang sedang Hery lakukan, ia ingin mendengar apa yang terjadi di dalam sana.


Dan benar saja, Hery mendengar suara suara aneh Roy dan seorang wanta di dalam sana. Suara wanita lebih dominan dan Roy hanya mengucapkan beberapa kata saja.


"Terus sayang terus.. Dikit lagi ya gitu sayang gitu.. Ya.. Waaaahh.. Aaahh"

__ADS_1


Kira kira itulah yang di dengar Hery dari balik pintu.


"Siapa wanita ini.. Apa mungkin Nur..?" Hery bgergumam sendiri.


Ia kembali menempelkan mulut gelasnya di pintu dan dasar gelasnya di telinganya.


Terdengar juga akhirnya suara sang wanita.


"Sayang.. Masih besar dia yah.. Hebat... Aku juga mau.." Suara wanita itu sangat centil, membuat Hery yakin ini adalah Nur.


Berkali kali Hery menggelengkan kepalanya.


"Roy.. Apa yang kamu lakukan...?" Hery bertanya sendiri di ruangan itu.


Hery memilih menunggu Roy dan Nur selesai di dalam dari pada ia menerobos masuk dan malah melihat apa yang Roy dan Nur lakukan. Bagaimana pun Hery ingin matanya tetap bersih dan hanya melihat tubub Rena.


Mungkin sekitar 1 jam menunggu akhirnya Roy dan Nur keluar dari kamar itu. Roy sudah kembali rapi dan begitu pula dengan Nur.


Roy benar benar terkejut melihat keberadaan Hery. Rasanya jantungnya hampir pindah dari tempatnya.

__ADS_1


"He.. Hery..?" Roy kaku.


Hery..


__ADS_2