
Bisma dan Adel saling melempar pandangan.
"Kak, Olin juga mau istirahat, Olin juga perlu kumpul kepercayaan diri buat besok.. Selamat malam kakak kakakku yang cantik dan tampan" Pamit Olin.
"Malam" Sahut Bisma dan Adel bersamaan.
"Mungkin kita juga harus.." Ucapan Adel belum sepenuhnya tuntas tapi sudah di potong Bisma.
"Buat anak?" Adel membulatkan matanya.
"Issshh.. Apaan sih..?" pipi Adel merona.
"Emang salah?" Kilah Bisma tak ingin terlalu malu.
"Ya gak salah" Adel malu malu.
"Jadi mau nih" Tambah Bisma membuat Adel salah tingkah.
"Eeemmm" Adel segera pergi meninggalkan Bisma sendiri di ruangan itu.
"Eh.. Kode kah?" Bisma cengar cengir.
"Tunggu aku Adel sayang.. Kalau mau bilang donk." Ucap Bisma dan bergegas mengejar Adel yang sudah masuk kamarnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Pagi pagi sekali Rena sudah bangun dan juga tak lupa di temani suami tercinta membantunya memasak. Rena memasak untuk makanan semuanya sedangkan Hery memasak untuk kedua maikat kecilnya.
"Sayang sayang Papa mamam yukkk" Dengan manjanya Hery menyuapi bergantian kedua anaknya dengan lihai.
"Eemmm enak ya di suapi Papanya.. Uuuhh makan yang banyak ya sayang" Ucap Rena juga.
"Good morning" sapa Olin yang baru keluar dari kamarnya, gadis belia itu sudah rapi dan segera membantu kakak iparnya.
"Mana kakakmu yang paling ganteng itu?" cicit Hery.
"Hah..? Belum bangun..? Gak tahu" Olin mengangkat bahunya.
"Udah ah.. Pengantin baru.. Jangan di ganggu" ucap Rena juga.
"Yank.. Ini untuk Mama nanti ya.. Aku udah siapin.. Olin sayang.. Yuk sarapan sama aku, biarin dulu kakakmu itu suapi kesayangan kesayagannya itu dulu.. Kita berdua makan aja dulu sini" Rena begitu memanjakan Adik iparnya itu.
"Nafsu makan.." Hery menggulum senyum nakal pada istrinya.
"Pagi.." Di sambung lagi sapaan bar bar dari Bisma.
"Pagi pengantin baru..!" Sahut Hery tak mau kalah.
"Isshh apaan sih.. Sewot" Bisma duduk di samping Olin.. "Alf, Elf.. Makan yang banyak ya.. Makan yang lama pula.." Imbuh Bisma.
"Diam kau" titah Hery.
"Eeh mana Adel..?" Rena menunggu kedatangan anggota keluarganya yang satu itu.
"Masih di kamar.. Baru selesai mandi" Ucap Bisma.
__ADS_1
"Aahh kalau masakkan Rena, aku gak akan bisa nolak" Bisma langsung mengambil beberapa lauk dan memasukkannya ke piringnya.
"Pagi, maaf agak telat" Adel datang juga akhirnya.
"Heeemmmm" Rena memicingkan matanya "Ehemm yang keramas.." Sindir Rena.
"Hah?" Semuanya bersamaan.
"Keramas?" Bisma dan Hery bersamaan.
"Heheheheheh" Rena tertawa sedangkan Adel bersemu pipi.
"Rena apaan sih. Udah aahh" Malu malu kucing hingga pipi merona.
"Eehh kenapa? Gak boleh keramas emangnya..?" Bisma meneliti wajah Adel.
"Bukan Kak.. Tapi malah harus keramas pagi pagi.." Ucap Rena lagi.
Yang lucunya, hanya Rena dan Adel yang mengerti apa yang tengah mereka bicarakkan ini.
Bisma, Hery dan di tambah Olin sama sekali tak mengerti topik pembicaraan kedua wanita cantik itu.
"Berat berattttt..." Ucap Rena lagi sambil terkekeh.
"Rena..!" Rengek Adel tak ingin di ledekki Rena lagi.
"Gak apa apa.. Aku doakan yang terbaik untuk kamu Del.. I love you.." Cicit Rena lagi.
"Her.. I love you Her.." Sambung Bisma.
"Issshh najis.." elak Hery.
Olin tertawa lepas melihat kelakuan kelakar dari kakak kakaknya yang kadang mengocok perut dengan tawa.
__ADS_1
Maaf ya Readers tersayang.. Lama gak up, author sibuk dengan novel baru author.. Sekali lagi maaf ya..