
Bisma sangat berterimakasih pada Maidnya ini. Malam pun berlalu dengan cerita dari Maidnya. Ia menceritakan tentang keluarga kecilnya. Maid ini memiliki 2 anak, satu laki laki dan satu perempuan. Yang perempuan sudah berumur 20 tahun dan yang laki laki sudah berumur 27 tahun. Keduanya memiliki perbedaan sifat, sifat kasar dan tak peduli milik anak laki lakinya. Sedangkan yang perempuan selalu berusaha menolong dan melindungi sang kakak dari semua masalahnya.
Bisma mendengarkan dengan baik sampai akhirnya ia terlelap tidur di pelukkan Maidnya dan dengan tepukkan pelan di punggung Bisma. Maid ini sangat kasian dengan keadaan Bisma,keadaan yang sangat mirip dengan keadaan anak laki lakinya dulu. Tapi sayangnya, Maid ituak bisa menyelamatkan anaknya sendiri. Oleh karena itu Maid berusaha menyelamatkan Bisma sebisanya.
Saat subuh tiba Maid itu meletakkan Bisma di kasurnya lagi. Ia harus melakukan pekerjaannya sejak pagi pagi sekali. Tentu untuk mendapat gaji yang setimpal dan bisa mengurangi beban anak perempuannya yang juga sedang berjuang mencari rezeki dengan berkerja separuh waktu dan juga sekaligus bersekolah menggapai impiannya.
Maid itu menoleh ke pintu kamar Aiko. Kamar yang tertutup rapat itu pasti memiliki cerita sendiri. Tak tahu betapa sakitnya yang di rasakan Bisma di kamar lain.
Maid itu menggeleng sekilas setelah itu ia berlalu menuju dapur. Sementara itu Bisma terbangun dari tidurnya, tepat saat Maidnya memindahkannya ke atas kasur lagi. Ia tidak ingin melanjutkan tidurnya lagi ia hanya terdiam dan membayangkan Mamanya di rumah. Pasti sedih jika tahu dirinya di ganggu seseorang di sini.
Tapi yang Bisma tak paham juga adalah rasa sakit Marry nanti saat tahu sang suami tercinta sedang bersama dan sekamar bermalam malam dengan seorang gadis lain yang bahkan lebih muda dan cantik pula. Dan yang berani menggoda Bisma seperti semalam.
Bisma hanya bisa menggelengkan kepalanya, di raihnya handuk di bawa menuju kamar mandinya.
***
Bisma bangun lebih awal dan membersihkan tubuhnya lebih awal. Bisma menuruni anak tangga rumah itu.
__ADS_1
Maid melihatnya dan segera menyapa Bisma. "Selamat pagi tuan.. Tuan mau sarapan..?"
Bisma menggeleng. "Eeemm" Sambil berusaha mengeluarkan suara itu.
"Oohh oke nanti bilang sama saya kalau mau makan ya.." Maid itu lanjut membersihkan peralatan dapur yang sepertinya tempa ia memasak tadi.
"Waaahhh Bisma sudah bangun pagi hari ini..?" Rafa turun seorang diri.
"Eeeemmm" Bisma mengeluarkan lagi suaranya dan mengangguk berkali kali.
"Semangat ya..?" Rafa mendekati Bisma dan memeluknya.
Maid itu hanya menyaksikan kedekatan Bisma dan Rafa. Berharap Rafa yang bisa mendengar anaknya mampu mengeluarkan suara hanya untuk mengatakan apa yang ingin ia sampaikan. Meski hanya dari eraman.
"Bagus kalau Bisma bersemangat. Papa sebenarnya hari ini ingin mengajak Bisma bersama Papa ke kantor. Ada pertemuan para anak, jadi kamu akan bertemu dengan Damar.. Ingatkan temanmu Damar.. Dia yang juga bisa menggunakan bahasa isyarat seperti kamu karena ia tuli..?" Rafa merangkul Bisma.
Bisma mengangguk yakin. Dan memang ia mengingat teman temannya yang juga memiliki keterbatasan sepertinya.
__ADS_1
"Nah.. Dia juga akan datang hari ini ke perusahaan Papa dan Papa harap kamu mau bertemu dengan dia.." Ajak Rafa.
Tentu Bisma mau karena sangat jarang ada yang bisa menggunakan bahasa isyarat untuk berbicara sama sepertinya. Senang bila ada temanya untuk saling berbagi meski lewat bahasa isyarat.
Bisma berinteraksi dengan teman temannya dengan menggunakan bahasa isyarat tangan dan gerak wajah. Hanya mereka para penderita tuna rungu dan tuna wicara yang bisa saling mengerti artinya. Bisma sangat lancar dengan bahasa isyaratnya itu.
Bisma kembali ke kamarnya ia bersiap dengan beberapa mainan kesukaannya dan juga beberapa bajunya. Maidnya datang menemuinya.
"Tuan hati hati ya di sana.. Kalau ada apa apa.. Ingat.. Keluarkan suaramu dan berteriaklah secencangnya.." Saran Maid.
Bisma mengangguk setuju dan memeluk maidnya berterimakasih di dalam hati.
Bisma dan Rafa masuk ke dalam mobil. Bisma menunggu tapi mereka tak kunjung berangkat. Maka Bisma mengeram lagi pada Papanya.
"Eeemm?" Rafa sontak menoleh.
"Ooohh kamu pasti bingung kenapa gak jalan.. Ya kan kita tunggu Aiko.."
__ADS_1
Deg...