AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 333


__ADS_3

Debora terkekeh sambil menangis.


"Dengarkan aku wanita cantik.. Kamu milikku.. Dan yang kecil ini juga milik aku.. Gak ada yang bisa ambil kalian dari aku.. Jadi berhenti menangis, lebih baik kamu cium aku.." Dion menghapus air mata Debora dengan ibu jarinya.


Tanpa ragu lagi Debora mengecup pipi Dion. "Makasih.." Debora merasa bahagia hari ini.


"Jadi.. Kamu gak akan pulang'kan kerumah Rena.." Celetuk Dion lagi.


"Hah..? Ya aku tetap pulanglah.."


"Kamu gak sayang sama aku..?" Dion memasang wajah sedih.


"Eemmm" Pipi Debora memerah adalah jawaban terbaik untuk Dion.


"Hmmmm baiklah.. Aku akan antar kamu pulang.. Sekalian aku juga tidur di sana kan..." Dion mendudukkan bobot tubuhnya di samping Debora.


"Kok gitu..?"


"Kan aku mau tidur sama kamu lagi.."


Debora membulatkan matanya.


.


.


.


.


.


.


"Kamu sudah bisa kan..?"


"Oke.. Aku dan yang lainnya akan segera bersiap.. Sip.." Hery sedsng bertelponan dengan seseorang.


Panggilan itu selesai, barulah Hery menoleh ke belakang.


"Aataga.. Sayang bikin kagat aja.." Hery memegangi dadanya.

__ADS_1


"Kamu telpon siapa sayang.?" Hery mengigit bibirnya.


Belakangan ini Rena sangat mudah cemburu dalam segala hal kecil semacam ini.


"Seseorang sayang.. Nanti juga kamu tahu.. Tapi aku mohon.. Jangan marah dulu.." Hery melihat raut wajah Rena yang sudah tak bersahabat.


"Apa..??" Rena berkacak pinggang.


"Haaahhh.. Sepertinya aku memang tidak bisa menyembunyikan semua ini dari istriku tercinta.." Rena tersenyum senang.


"Baiklah.. Katakan..!"


"Oke.."


Hery mulai menceritakan semuanya pada Rena. Mungkin ia memang di takdirkan untuk tidak berbohong atau menutupi sesuatu dari Rena istrinya.


"Hmmmmm rencana yang bagus... Kalau ikut ikut bantu deh" Rena bersemangat.


"Oke ya.. Jangan marah lagi ya..!" Bujuk Hery.


"Gak kok.. Gak marah.." Elak Rena.


"Jadi kapan kita kesana..?" tanya Rena sambil mengelus perutnya.


"Eeemmm lusa.. Seperti yang aku bilang sama Bisma." Hery ikut mengelus perut Rena.


"Oke.."


"Papa..!" Alf tiba tiba datang sambil menenteng Elf bersamanya.


"Ya ampun kakak Alf kok adel Elf'nya di tenteng gitu..?" Hery menemui kedua anak kembarnya, berlutut agar sejajar dengan Alf dan Elf.


"Elf..!" Teriak Alf.


"Eeemmmm" Elf tak berani menoleh kearah sang Papa.


Hery menoleh ke arah Rena di tempat tidur. Rena juga mengidikkan bahunya tak tahu.


"Sayang Papa.. Elf.. Kenapa nak.. Kok kakak Alf tenteng tenteng kamu sayang..?" Bujuk Hery sangat lembut pada Elf.


"Peri kecil Papa.. Kenapa sayang.. Eemmm..?" Hery meraih tangan kecil Elf.

__ADS_1


"Papa.." Suara Elf yang cempreng dan centil.


"Sini sayang.. Kenapa..?" Hery terus membujuk.


"Mama.." Alf berlalu dan memeluk Rena, Alf dan Elf dengan segala kelucuaanya tapi jika terjadi seperti ini, maka Alf akan lari ke Rena dan Elf akan lari ke Hery.


Keduanya merasa lebih dekat dengan masing masing orang tuannya. Sesuai wajah yang di ambil keduanya, Alf dan Rena lalu Hery dan Elf.


"Papa.." Elf menoleh ke arah Hery.


"Astaga.. Peri kecil Papa, romes..?" Hery menghapus sisa sisa krim coklat di pipi cubhy Elf.


"Elf.. Cake.." Sambung Alf memberi tahu.


"Hmmmmm" Hery memeluk putri tercinta.


"Jadi ada yang curi curi Cake di kulkas..?" Hery mencium ujung hidung Elf.


"Iya.." Jawab Elf polos tapi bersemangat.


"Seberapa banyak sayang..?" Hery mengajukan pertanyaan lagi.


"Dua.." Sahut Elf.


Tapi jari di tangannya memperlihatkan lima jari.


"No.. No.. Alf counts five cup cakes scattered on the floor, Alf was sure it belonged to Elf.." Sambung Alf dengan lantang.


"Five..?" Hery terkejut.


"Sssttt..Shut Up Alf.!" sahut Elf menatap kesal Alf yang mengadu pada Hery.


"Elf.. Tadi Elf sudah bilang lima kok.." Rena juga ikut menimpali.


"No Ma.. Kapan..?" Elf tetap mengelak.


"Tadi.. Pas papa tanya Elf makan barapa Elf kasih liat lima jari Elf.. Bukannya itu yang Elf makan..?" Elf tersentak.


"Sayang.. Kita berdua.. Di takdirkan untuk selalu jujur.. Entah pada Mama atau pada Alf. Kita berdua manusia yang paling jujur di dunia sayang.." Sarkas Hery sembarangan saja.


"Hah..?" Ketiga orang di depannya bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2