
Debora memutar matanya malas.
"Sayang.. Mau gak..?" Bisik Dion lagi.
"Pergi aja sana..!" Usir Debora.
"Haiiss.. Kok marah..?" Hati Dion terlegitik.
"Gak marah.. Sudah sana aku mau mandi.." Debora benar benar kesal dengan Dion.
Rasa tak rela Debora membiarkan Dion pergi ke luar negeri. Rasa takut Dion di dekati wanita dari sana membuatnya waswas. Tapi Dion tak mengerti yang ia rasakan malah bertanya tentang oleh oleh, seakan menawarkan oleh oleh seorang wanita lain dari sana.
Siapa bilang Dion tak mengerti. Dion sangat mengerti dan sebenarnya ia tidak perlu ke Inggris karena, Dario sudah mengantikannya untuk sementara waktu. Dion hanya memancing emosi Debora. Ia juga ingin melihat tingkat kecemburuan yang di miliki Debora padanya, itu cukup menghitung seberapa besar cinta Debora padanya.
Dion mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang Debora ia melepas bajunya dan di lempar sembarang arah. Lalu berbaring dengan nyaman dengan kedua tangannya menopang kepala, kedua kakinya di lipat lurus.
Ceklek...
Pintu kamar Debora di buka tiba tiba.
Dion kira itu adalah Hery atau Rena tapi ternyata bukan. Itu orang lain.
"Eeemmm?" Dion sedikit mengangkat kepalanya melihat.
"Roy..?" Dion tentu mengenali orang tersebut.
"Dion..?" Roy juga cukup terkejut melihat ada Dion berbaring nyaman di ranjang Debora, tanpa baju pula.
Pikiran Roy tentu sudah kemana mana.
Tak lama kemudian Debora juga keluar dari kamar mandi hanya mengenakan lilitan handuk di tubuhnya.
Ia masih tak menyadari ada yang berdiri di ambang pintunya.
__ADS_1
"Kamu masih di sini..?" Tanya Debora sambil mencari pakaianya di lemari.
"Sayang.. Ada Roy.." Ucap Dion langsung membuat Debora perperanjak terkejut.
"Hah..?" Debora menoleh dan melihat ke arah yang di tunjuk Dion.
"R.. Roy..?" Debora sedikit gugup.
"Hai.." Sapa Roy.
"Eemmm" Dion juga jadi bingung apa yang akan ia lakukan sekarang.
Debora melirik Dion lagi. Laki laki yang ia cintai itu tidak mengenakan bajunya.
"Dion.." Jerit Debora dalam hati.
"Aku tunggu di ruang tamu." Sahut Roy tiba tiba.
"Oh oke.." Jawab singkat Debora.
"Apa..?" tanya Debora.
Dion hanya menggidikkan bahunya. Dion bangun dari duduknya dan menghampiri Debora.
"Jadi apa aku harus pulang..?" Dion menggaruk garuk tengkuknya.
"Jangan.." Jawab Debora cepat.
"Kenapa..?"
"Ya..?" Debora juga bingung menjelaskannya. Ada yang ingin ia katakan juga pada Dion. Tentang kepergian Dion ke Inggris itu.
"Eeemm aku gak enak aja sama Roy Debora.." Sambung Dion dan tak menggunakan panggilan sayangnya lagi.
__ADS_1
"Apa..?" Debora tampak marah.
"Apa? Ya aku gak enak aja.. Dia.. Pasti pikir yang bukan bukan tentang kamu"Tambah Dion lagi dan tetap tidak menggunakan kata sayangnya.
"Kamu panggil aku apa..?" Dion terdiam dn mencerna pertanyaan Debora.
"Kamu panggil aku apa..?" Debora mengulangi pertanyaannya lagi.
"Eeeemmm".Dion hanya menggelengkan kepalanya.
"Issshhhh kok kamu tiba tiba jadi bodoh gitu.." Hardik Debora.
"Hah..?" Dion semakin menggemaskan.
"Issshhh.. Dion.." Pekik Debora.
"Ya udah.. Sana pulang..!" Marah Debora.
Dion menatapi wanita yang tengah emosi padanya, "Kamu marah sama aku karena aku ada di sini dan kelihatan Roy..?" Pertanyaan yang terbesit di kepala Dion.
"Hah..?" Debora tak percaya Dion masih bisa melawak.
"Dion.. Ck.. Bukan gitu.. Aku.." Debora malu mengatakan kalau ia ingin di panggil sayang oleh Dion seperti tadi.
"Ya udah.. Aku pulang.." Terlihat jelas wajah sedih Dion. Sepertinya tidak di buat buat.
Debora melihatnya dengan jelas. Rasa tidak enak menyeruak hatinya.
"Dion.." panggil Debora dan menahan tangan Dion.
"Menginaplah di sini.."
Dion...
__ADS_1
Teruntuk para pembaca ku tersayang.. Author up jam 3 subuh yo wesss..